<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337</id><updated>2011-08-17T09:35:29.407-07:00</updated><category term='May 27-29 2008.'/><category term='Thinkin&apos; of You....'/><category term='Solidarity'/><category term='Shoutbox'/><category term='NUEDC. National English Debate Championship'/><category term='Review'/><title type='text'>DUNIA TANDA TANYA</title><subtitle type='html'>Berpikir, Bertanya, Berkarya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-6040935255892838899</id><published>2010-06-22T05:32:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T05:40:40.323-07:00</updated><title type='text'>Delay Bersama Asmiranda Mini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/TCCuokON_1I/AAAAAAAAAIE/UjdS3n-HMqQ/s1600/Plane.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/TCCuokON_1I/AAAAAAAAAIE/UjdS3n-HMqQ/s320/Plane.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485576358078578514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini rasa malas untuk menulis semakin menjadi. Entah itu banyak ide atau sedikit ide menulis rasanya tak ada gairah. Jika ad aide muncul, saya hanya mencatat ide pokoknya saja kemudian menyimpannya dalam folder bernama Bank of Ideas. Dengan alasan bahwa ide yang diendapkan akan lebih bagus jika dikeluarkan pada suatu hari. Seperti orang bilang, wine yang disimpan dalam kotak kayu dalam jangka waktu tahunan atau seperti rokok kretek yang kualitasnya akan lebih bagus jika disimpan untuk waktu yang lama. Kira-kira begitulah analogi yang saya anut berkanaan dengan ide yang ditimbun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-dua hari bukan masalah jika tak menulis. Tapi akan menjadi masalah jika terlalu lama tidak menulis. Masalahnya, saya terlalu lama tidak menulis. Mungkin untuk beberapa minggu. Banyak alasan, tapi alasan yang paling utama adalah malas. Ada juga alasan lain yaitu saya harus menulis untuk yanhg lain. Ya, menulis laporan magang kemudian lanjut pengajuan judul skripsi. Walaupun menulis, saya merasa tidak mendapat soul atau intisari dari sebuah laporan magang karena hanya melaporkan pekerjaan selama magang dengan berbagai macam batasan yang rigid seperti pendahuluan, landasan teori, bla…bla…bla…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menulis, saya cenderung antiklimaks. Ketika telah mencapai apa yang diinginkan bukan tambah semangat tapi malah terjebak pada rasa puas diri. Merasa tulisan saya sudah bagus dan tak perlu membuat tulisan lagi. Seolah-olah karya saya sudah menjadi masterpiece yang melegenda. Padahal kenyataannya tidak seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menstimulus menulis, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Namun untuk saat ini saya ingin menulis tentang sesuatu yang tidak bisa didefinisikan. hal itu selalu membuat saya terusik karena pada dasarnya sesuatu tersebut butuh sebuah tempat bernama ungkapan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;And you know what?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;#LOVE#&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, saya tidak sedang jatuh cinta. Ada beberapa fragmen dalam hidup orang lain yang ingin saya ceritakan. Mozaik yang harus utuh dengan hadirnya cerita cinta. Kelak anak-cucunya—juga anak-cucu saya—akan mengerti #peribahasa gagal# yang berbunyi: Single itu prinsip, jomblo itu nasib :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 20 November 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Message: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kami beritahukan kepada penumpang AA flight number QZ 7951 tujuan Bandung-Singapura bahwa pesawat akan mengalami delay selama satu jam. Mohon maaf atas keterlambatan ini. Terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang pria dewasa akan berangkat ke tempat yang jauh, kira-kira siapakah yang paling sibuk? Jawabannya orang tua. Sebelum hari H keberangkatan, ibu selalu mengingatkan saya untuk tidak lupa membawa peralatan mandi, makanan, baju, dan lain-lain. Bahkan mau repot membelikan souvenir khas Jogja khusus untuk teman-teman yang ikut conference. Well, begitulah seorang ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flight schedule seharusnya jam 11.05 WIB, tapi karena delay schedule-nya berubah menjadi jam 12.05 WIB—waktu Indonesia banget. Saya maklum, ZP—temen yang bakal berangkat bareng ke Singapura—juga maklum. Kami berdua memaklumi untuk dimaklumi—sebagai penulis saya juga bingung dengan kalimat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babeh: Di Singapura nginep dimana Ki?&lt;br /&gt;Saya: Di sodaranya ZP&lt;br /&gt;Babeh: Daerah mana?&lt;br /&gt;Saya: Mmm…nggak tau pak hehe...&lt;br /&gt;Babeh: …???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain merepotkan, anak biasanya selalu membuat orang tua khawatir dan cemas. Sampai hari H keberangkatan saya sendiri tak tahu harus menginap dimana ketika nanti tiba di Singapura. Yang saya tahu ZP punya sodara di sana. titik. Masalah sodaranya tinggal dimana, jalan apa, daerahnya dimana, saya serahkan pada ZP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya…&lt;br /&gt;Saya: ZP, sodara kamu teh tinggal dimana di Singapuranya?&lt;br /&gt;ZP: Mmm…gak tau saya juga. Coba aja nih baca hasil chatting saya sama sodara via YM&lt;br /&gt;Saya: …???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ambil tiga lembar kertas di tangannya. Di situ ada hasil chatting yang di-print. Di lembar berikutnya ada denah lokasi tempat tinggal sodaranya yang di Singapur. Mungkin karena resolusinya jelek, hasil print peta tersebut tidak begitu jelas. Saya hanya tahu bahwa sodaranya tinggal di sebuah tempat bernama Ang Mo Kio. Walaupun Singapur termasuk Negara yang kecil, tersesat di negeri orang bukanlah ide bagus. Dan saat ini, sadar atau tidak, kami berdua sedang menempatkan diri dalam posisi ‘siap tersesat dan disesatkan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada pilihan lain. Kami berdua pilih modal nekad saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bandara…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya kami tahu mengapa pesawat kali ini harus delay. Faktor cuaca yang tidak menentu membuat kami semua tertahan di bandara. Hujan disertai angin kencang tak henti-hentinya turun. Jam sudah menunjukkan pukul 12.05 dan di luar masih hujan. Belum ada kepastian kapan kami semua bisa berangkat dengan kondisi seperti ini. Saya menunggu dengan harap, bahwa hujan akan segera reda. Begitu juga penumpang yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CTTAAAARRRR!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petir menyambar, tepat saat mata saya menatap seorang gadis (sinetron pun tak pernah sebegini dramatis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aih, cantik nian gadis itu. Dengan rambut sebahu dibalut t-shirt warna pink. Dia sedang asyik memainkan Blackberry, nampaknya sedang update status. Sesekali dia menatap keluar memerhatikan hujan kemudian asyik kembali menatap layar handphone. Wajahnya amboy rupawan. Kesimpulan sementara saya, delay ini sudah diatur oleh yang Di Atas. Kita berdua sudah ditakdirkan untuk bertemu—ok..ok..ngarep emang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran gadis rupawan ini ternyata ‘terendus’ pula oleh ZP. Setelah beberapa saat memerhatikan, tiba-tiba ZP berkata, “Ky, arah jam 2. Check it out!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saudara-saudara ternyata kalau masalah beginian cepet banget nyambungnya. Waktu kecil saya sering menyaksikan iklan atau drama yang berkisah tentang wanita dan pria yang bertemu di bandara atau di pesawat. Dimulai dari obrolan basa-basi-bisu kemudian lanjut ke masalah personal dan berlanjut lagi pada sebuah hubungan. Itulah yang ada di benak saya saat ini, sambil menerka-nerka kemungkinan ke arah itu hahaha…&lt;br /&gt;Tiba-tiba dia menoleh ke arah kami. whattt the…?? Aih, dia juga senyum—walau kami gak tahu pasti dia senyum ke siapa. Kemudian dia ngobrol bersama—setelah analisis mendalam kami simpulkan—ibunya. Tempat duduknya tepat berada di depan kami namun agak di seberang. Untuk memudahkan coba bayangkan arah jam 2. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan masih turun seolah tak mau berhenti. Hujan membasahi jalan dan bunga-bunga di sekitar bandara. Hujan juga membasahi hati kami, membuatnya mekar bagai bunga yang indah. Beberapa bagian dari diri kami berloncatan kesana-kemari hingga kadang salah tingkah. Bagai prajurit yang diserang oleh badai perasaan, kami tak bisa menahan rasa untuk sekedar berbasa-basi atau minimal bertanya, “Hi…Assalamu’alaikum, boleh kenalan? Namanya siapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya: Subhanallah, gumelis kacida...&lt;br /&gt;ZP: Bahaya ini…bahaya…&lt;br /&gt;Saya: Dunia persilatan gempar!!&lt;br /&gt;ZP: Eksekusi saja gitu ini teh? (istilah ‘eksekusi’ sering kami gunakan untuk mengimplementasikan niat berkenalan. Percuma kan kalo niat doang :p )&lt;br /&gt;Saya: Sok lah, niat tidak akan sempurna kecuali dilaksanakan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Anniyatu la tuqbalu illa bil’amali&lt;/span&gt; (hadits dhoif rowahu pribadi hihihiiii…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunjukkan pukul 13.05 dan ini berarti sudah dua jam delay. Saya lihat beberapa penumpang nampak bosan menunggu. Waktu itu masih ramai kasus Bibit-Chandra—sekarang juga masih hot. Tiba-tiba terdengar pengumuman bahwa pesawat masih akan delay sampai pukul 14.05. karena keterlambatan tersebut, pihak maskapai yang bersangkutan memberi kami kompensasi berupa snack. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari ngantri snack, kami berspekulasi tentang gadis cantik tersebut. &lt;br /&gt;Saya: Kalau dipikir-pikir dia mirip sama Nikita Willy ya&lt;br /&gt;ZP: Ceuk saha? Lebih mirip Asmiranda lah&lt;br /&gt;Saya: Nikita Willy, sok coba dicek&lt;br /&gt;ZP: Asmiranda Ky. Cuma Asmiranda cilik. Eh, Asmiranda mini ketang&lt;br /&gt;Asmiranda mini? Sounds good. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil makan snack, saya berusaha untuk provoke ZP supaya gentle dan berani menghadapi gadis tersebut. Dengan beribu alasan saya tegaskan pentingnya mengenal lebih dekat tipe gadis seperti itu. Alasan pertama tentu saja cantik. Di dalam sebuah hadis, salah satu kriteria dalam memilih calon pendamping adalah ketampanan/kecantikan walaupun yang paling baik adalah mendasarkan pada agama. Tapi tetap saja cantik/tampan (fisik juga) menjadi sebuah pertimbangan.  Kedua, dilihat dari segi fisik dan kelakuannya gadis tersebut nmpaknya masih SMA. Banyak orang mengatakan bahwa pasangan yang ideal adalah pasangan dimana laki-laki berusia lebih tua dari wanita. Perbedaan umur 3-5 tahun dianggap ideal. Ketiga, status ZP waktu itu masih single. So, tunggu apa lagi man??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi Kalau misalnya dia nggak berani dan cenderung pasif, saya yang akan take over haha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya berniat jadi provokator saja karena ingat istri di rumah—kapan gue nikah?? I was in relationship with someone, that’s what I mean. Lalu, momen yang ditunggu pun datang. Karena tempat duduk yang tadi ditempati oleh gadis tersebut diambil alih orang lain, maka dia kebingungan mencari tempat duduk. Satu-satunya jajaran yang kosong adalah jajaran tempat duduk kami. jajaran ini hanya diisi oleh tiga orang—saya, ZP, dan orang entah siapa namanya. Tak lama kemudian gadis tersebut pindah ke belakang, ke jajaran kami, dia duduk sambil menebar senyum perlahan. Set, bagai anak kecil yang baru mendapat hadiah ulang tahun, bagai anak yang ketiban rezeki berkah dikhitan, dalam hati kami melonjak kegirangan. Nyawa kami berloncatan kesana-kemari. “ZP, Something happen! C’mon guys, lakukan pergerakan progresif! Hehe…” kata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ZP yang dari tadi harap-harap cemas semakin bertambah cemasnya. Gadis yang dari tadi menjadi buah bibir tiba-tiba berada tepat di samping kami, hanya dibatasi satu kursi kosong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya: Ayo, eksekusi langsung aja Pe…&lt;br /&gt;ZP: Euhh…aduhh…itu..euhh…&lt;br /&gt;Saya: …???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa seorang lelaki terlihat sangat gugup ketika bertemu dengan wanita? Dan mengapa wanita selalu bisa menyembunyikan perasaan seolah tak terjadi apa-apa? Untuk sementara itulah intisari yang bisa saya tangkap. Demi kelancaran dan suksesnya eksekusi, saya lebih baik permisi untuk ke toilet. Mungkin sehabis dari toilet plot cerita akan berubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh menit berada dalam toilet bukan ide bagus. Namun demi kelancaran bersama, saya ikhlaskan diri untuk itu. Kemudian saya duduk di tempat semula dan menunggu kabar terbaru. Seharusnya, sebagai penggemar teknologi, ZP dapat memanfaatkan situs jejaring sosial semacam fb atau twitter untuk memohon saran jika terjebak dalam kondisi seperti ini. Tapi karena sudah nervous duluan, klaim teknologi yang bisa menyelesaikan masalah tidak teraplikasikan dengan baik. Walhasil, saya belum melihat ada tanda-tanda jalan cerita akan berubah. Keduanya masih asyik dengan pikiran masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya: Target sudah dieksekusi? &lt;br /&gt;ZP: Sedikit hehe…&lt;br /&gt;Saya: Oh ya? Gimana…gimana…?&lt;br /&gt;ZP: Cuma tanya aja, “Mau ke singapur?”&lt;br /&gt;Saya: Terus?&lt;br /&gt;ZP: dia ngangguk.&lt;br /&gt;Saya: Terus?&lt;br /&gt;ZP: Udah, itu doang&lt;br /&gt;Saya: Gubrakkzzz!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Woalahhh…capek-capek saya ngungsi ke toilet berharap keajaiban terjadi. Nyatanya cuma gitu doang?  Anak SD juga bisa kaleee…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam menunjukkan pukul 15.30 tepat saat terdengar pengumuman agar semua penumpang segera menuju pesawat. Setelah delay selama 4 ½ jam akhirnya kami mendapat kepastian untuk berangkat menuju Singapur. Delay yang cukup menguras kesabaran dan perasaan, terutama bagi ZP karena sampai saat ini belum berhasil melakukan pergerakan yang efektif. Pergerakan efektif yang saya maksud adalah minimal bisa tahu nama, nomer handphone, dan fb-nya. Karena tiga hal itu dirasa sudah cukup efektif untuk menyusun rencana selanjutnya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;You know what I’m thinking about, rite?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah masuk pesawat pun kami tak bisa menyembunyikan rasa penasaran. Untuk memastikan di kursi berapa gadis tersebut duduk, maka ZP permisi ke toilet. Saya tahu, dia tidak ada keperluan dengan toilet. Dia hanya memastikan—juga mencemaskan—di jajaran berapakah gadis tersebut duduk. Seorang lelaki kadang bersikap irasional ketika berhadapan dengan wanita, tak berdasar dengan mencemaskannya, dan bertindak tidak penting. Namun hal itu menjadi sirna ketika ZP berkata dengan sumringah, “Betul Ky, kursi 24 C di belakang hehe…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya walaupun sudah mendarat di Changi, tidak ada pergerakan efektif yang berarti. Satu-satunya kenangan terakhir bersama gadis tersebut adalah ketika kami berpisah saat hendak ke Terminal 2. Seperti biasa, gadis itu tersenyum pada kami berdua—walau sampai tulisan ini diturunkan keabsahannya kurang valid hehe—kemudian dia dan ibunya pergi menuju pintu keluar. ZP dengan ekspresi tegarnya hanya bisa berkata, “Kalau jodoh nggak kemana”. Komentar saya, “Kalau nggak diusahain sama aja bohong”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, kesempatan sering tidak terduga cara dan datangnya. Benar, kesempatan sekecil apapun harus bisa dimaksimalkan dengan baik. Perbedaan pembalap pertama dan kedua dalam Moto GP hanya berbeda sepersekian detik, man. So, don’t waste your time and your effort much!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan kisah ini kita bisa lebih memahami #peribahasa gagal# yang berbunyi: Single itu prinsip, jomblo itu nasib :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar: www.deviantart.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-6040935255892838899?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/6040935255892838899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=6040935255892838899&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/6040935255892838899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/6040935255892838899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2010/06/delay-bersama-asmiranda-mini.html' title='Delay Bersama Asmiranda Mini'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/TCCuokON_1I/AAAAAAAAAIE/UjdS3n-HMqQ/s72-c/Plane.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-6370466463019130875</id><published>2009-08-03T19:05:00.000-07:00</published><updated>2009-08-03T19:09:47.027-07:00</updated><title type='text'>Sejenak Mengukur Malu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SneYJupZU1I/AAAAAAAAAH0/rlH1NOEPdMY/s1600-h/sejenak+mengukur+malu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SneYJupZU1I/AAAAAAAAAH0/rlH1NOEPdMY/s320/sejenak+mengukur+malu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5365924773943137106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mari kita menyanyi lagu kebebasan dengan atribut individualisme. Dimana saya dan kalian menjadi begitu berjarak satu sama lain, padahal kita dekat. Urus saja kepentingan kita masing-masing karena saling bantu hanya ada di pelajaran Kewarganegaraan—PPKN. Kita telah diajarkan untuk malu dari kecil—malu membantu, malu menolong, malu menyapa, malu berkenalan. Dan malu-malu yang lain jumlahnya masih banyak jika dirunut satu-persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar, sifat manusia mengenai malu memang ada. Coba periksa pada psikiater apakah kita masih mempunyai rasa malu atau tidak. Lalu tanyakan padanya berapa kadar malu yang kita punya sebagai manusia normal. Biasanya hal itu menghasilkan angka beberapa digit, semisal tes IQ yang bisa diukur dari angka dua digit sampai tiga digit. Jika angka dua digit katakanlah IQ kita 75, kita bukanlah orang jenius. Kita seperti Forrest Gump. Namun jika angka tiga digit katakanlah 130, kita disebut orang jenius karena tingkat kepintaran di atas rata-rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, saya tak pernah menjalani tes rasa malu. Saya tak tahu berapa kadar rasa malu yang saya punya. 50, 75, 80, 100, 120? Lalu, jika mungkin malu bisa diukur dengan angka seperti itu, apakah itu penting?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;katakanlah rasa malu dianalogikan dengan IQ, namun menggunakan metode berbanding terbalik. Jika IQ angkanya semakin besar berarti semakin jenius, maka rasa malu adalah kebalikannya. Semakin besar angka yang kita peroleh dari rasa malu, maka kita menjadi cenderung autis. Namun jika angka yang kita peroleh semakin kecil, berarti kita (katakanlah) percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berbahagialah wahai psikiater yang bisa mengukur rasa malu, kalian akan sangat laku keras!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gambar: www.deviantart.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-6370466463019130875?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/6370466463019130875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=6370466463019130875&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/6370466463019130875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/6370466463019130875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2009/08/sejenak-mengukur-malu.html' title='Sejenak Mengukur Malu'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SneYJupZU1I/AAAAAAAAAH0/rlH1NOEPdMY/s72-c/sejenak+mengukur+malu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-5372627163174534775</id><published>2009-07-24T07:57:00.000-07:00</published><updated>2009-07-24T08:03:43.169-07:00</updated><title type='text'>TERIMA KASIH POWER RANGERS, BERUBAHLAH BAJA HITAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SmnMouI0TmI/AAAAAAAAAHo/ux3Yhz3p39Q/s1600-h/Mighty_Morphin_Power_Rangers_by_racookie3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 249px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SmnMouI0TmI/AAAAAAAAAHo/ux3Yhz3p39Q/s400/Mighty_Morphin_Power_Rangers_by_racookie3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362041831313133154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu cerah, waktu yang tepat untuk keluar rumah dan bermain dengan yang lain. Riuh-gaduh anak-anak di depan rumah menggoda kami untuk bergabung. Celotehan mereka tak kuasa untuk dibendung. Apalagi mereka berencana untuk bermain permainan tradisional bernama &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gobag&lt;/span&gt;. Ah, semakin tak bisa kami tahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, bibi saya mengharuskan kami nonton siaran berita TVRI. Karena menurutnya di situ berisi pendidikan dan pengetahuan tentang banyak hal. Kalian mungkin akan sangat familiar dengan perjuangan heroik Yasser Arafat dengan PLO-nya, konflik Bosnia Herzegovina, Konflik Palestina, dan lain-lain. Atau mungkin kalian akan sangat mengingat penggalan bait lagu ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Garuda Pancasila&lt;br /&gt;Akulah pendukungmu&lt;br /&gt;Patriot Proklamasi&lt;br /&gt;… (dst)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kami waktu itu, kami sangat kenyang menyanyikan lagu perjuangan tersebut. Pada zaman itu, anak seumuran saya sudah khatam di luar kepala. Pola indoktrinasi zaman orde baru dalam menanamkan rasa nasionalisme melalui lagu saya akui sangat hebat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kami bukannya tak mau menonton berita. Saya, adik, dan sepupu kadang bosan dengan berita dalam negeri yang tidak dinamis. Dimulai kunjungan presiden ke desa anu, lalu dalam tayangannya presiden Soeharto ikut dalam seremoni memotong padi. Berita dalam negeri relative berita yang stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kami punya kebutuhan mendesak. Kebutuhan kami adalah hiburan. Kami tidak mengerti mengapa konflik Palestina-Israel terjadi, kami mana tahu konflik Bosnia dan Afganistan, kami hanya tahu sekjen PBB waktu itu adalah Kofi Anan. Biarlah semua permasalahan yang terjadi di sana diselesaikan oleh orang dewasa yang konotasinya mendekati kata ‘tua’. Kami hanya butuh bermain dan hiburan! Kami sebagai anak kecil waktu itu punya hak menikmatinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ki, abis maen gobag pasti tuh anak-anak di depan nonton Baja Hitam” Kata Agung, sepupu saya.&lt;br /&gt;“Bener, Gung. Ikut nonton, yuk!” kata saya bersemangat.&lt;br /&gt;“Tapi mesti minta izin dulu. Tapi pasti nggak diizinin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami hanya diam sembari memutar otak. Bagaimana caranya kami bias nonton Ksatria Baja Hitam agar bisa memuaskan rasa penasaran. Tentu saja kita penasaran siapa musuh selanjutnya, bagaimana jalan ceritanya, apa kabar Gorgom dan Maribaron? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kecil kami agak tidak leluasa nonton film seperti itu. Bibi saya berendapat bahwa film seperti itu hanya akan mengacaukan imajinasi anak-anak. Atau ada juga alasan lain bahwa film-film semacam itu membuat kita malas belajar. Maka dari itu bibi sangat sering tidak mengizinkan kami menonton film ksatria Baja Hitam dan sejenisnya. Apalagi waktu itu televis di rumah tidak men-support channel RCTI. Jelas saja penderitaan kami bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kalau hari minggu, anak-anak pasti dimanjakan oleh isi programnya. Doraemon dan Power Rangers, dua serial yang selalu kami tunggu. Di depan rumah kami ada rumah tetangga yang televisinya bagus dan gambarnya jernih. Maka dari itu, banyak anak-anak yang sering ikut nonton di situ. Setiap sore rumah tetangga saya pasti penuh sesak oleh anak-anak. Hari minggu apalagi, sampai meluber keluar. Oh, terima kasih wahai tetangga yang baik hati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekali lagi, kami selalu terbentur dengan aturan di rumah nenek waktu itu. Bahwa kami sangat tidak leluasa menonton film semacam itu. Kami sempat beberapa kali kabur dan menonton di tetangga depan rumah. Namun selepas itu kami pasti dimarahi dan dinasehati. Dalam hati saya tak suka, namun apa daya. Kalau tidak boleh ya terpaksa kami harus menonton berita lagi dan lagi. Berita yang itu lagi-itu lagi. Monoton. Statis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah kalian yang masa kecilnya mempunyai banyak kesempatan nonton film kartun dan serial jagoan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jargon jagoan dulu selalu kami ingat: membela keadilan, membasmi kejahatan. Ah, indah sekali kata-kata itu. Ketika kami sebagai anak kecil sering disodorkan pada hal hitam-putih, baik-jahat. Dan anak-anak dulu selalu terobsesi untuk menjadi sang pahlawan. Ciri-ciri pahlawan biasanya diinterpretasikan dengan badan gagah, wajah ganteng atau cantik, dandanan rapi, disiplin. Maka jangan heran kalau teman-teman saya ditanya apa cita-citanya, maka biasanya ada dua hal: polisi atau ABRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang film kartun atau serial jagoan konfliknya sangatlah kompleks. Kebenaran tidak selalu harus menang. Kebenaran hanyalah sebuah hal yang relatif, dan ujung-ujungnya tergantng selera pasar. Benar atau tidak ya terserah penonton. Contoh film kartun Death Note. Tokoh utama dalam kartun Jepang ini terlihat sangat baik dan pintar. Namun ternyata dia orang paling kejam yang bisa membunuh orang dengan menuliskan namanya saja di buku catatan kematian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak bilang itu tidak bagus, namun agak ‘berbeda’ dengan film anak-anak zaman saya dulu. Dulu kita hanya disuguhi jalan ‘lurus, benar, dan monoton’ dalam film anak. Hari ini, bahkan anak kecilpun bebas memilih film dengan jalan ‘benar, jahat, dan unik’. Jika bosan Naruto, masih ada Bleach. Kalau bosan Power Rangers tinggal pindah channel. Banyak versi film anak dengan konflik yang sangat kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nostalgia. Saya hanya ingin nostalgia saja. Saya senang pernah hidup di zaman itu, zaman yang mengharuskan saya berjuang keras hanya untuk sekedar nonton film anak. Zaman yang penuh dengan keceriaan dunia anak-anak. Zaman dimana anak-anak masih sangat ‘dimanja’ oleh televis dengan film dan lagu anak. Dimana anak-anak tidak menjadi dewasa sebelum waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hari anak bagi yang merasa pernah menjadi anak-anak. Saya yakin masa kecil kalian indah dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar: www.deviantart.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-5372627163174534775?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/5372627163174534775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=5372627163174534775&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/5372627163174534775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/5372627163174534775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2009/07/terima-kasih-power-rangers-berubahlah.html' title='TERIMA KASIH POWER RANGERS, BERUBAHLAH BAJA HITAM'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SmnMouI0TmI/AAAAAAAAAHo/ux3Yhz3p39Q/s72-c/Mighty_Morphin_Power_Rangers_by_racookie3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-4592434767806357202</id><published>2009-07-22T00:09:00.000-07:00</published><updated>2009-07-22T00:30:10.974-07:00</updated><title type='text'>Nulis Lagi</title><content type='html'>Kenapa berhenti nulis? Males.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan ini saya jarang upload tulisan ke blog ini. Mungkin hampir 2-3 bulan nggak posting lagi. Banyak yang tanya kenapa nggak nulis lagi? Saya bilang saya tetep nulis kok. Cuma nggak diposting di blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm...zaman udah serba internet. Seseorang aktif nulis atau nggak bisa dilihat dari blognya. Kalo dia sering update, dia salah seorang yang aktif nulis. Tapi kalo jarang berarti dia pasif. Lalu saya? blogger aktif, yang update-nya kadang satu atau dua bulan sekali hehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengen ganti tampilan dan lay out akhirnya jadi juga. Semoga tulisan saya juga lebih berisi dan berbeda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-4592434767806357202?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/4592434767806357202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=4592434767806357202&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/4592434767806357202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/4592434767806357202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2009/07/nulis-lagi.html' title='Nulis Lagi'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-3023481182666453235</id><published>2009-07-21T06:30:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T06:42:35.829-07:00</updated><title type='text'>Haruskah Dibandingkan?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SmXFSirwNLI/AAAAAAAAAHg/EeO3G82j3Ps/s1600-h/grafik-perbandingan-kursi.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 357px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SmXFSirwNLI/AAAAAAAAAHg/EeO3G82j3Ps/s400/grafik-perbandingan-kursi.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360907853793080498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Membandingkan satu dengan yang lain. Aku rindu kata-kata ini, sekaligus sangat membencinya. Rindu karena aku bisa mengetahui berapa nilai diriku dibanding orang lain, berapa penghasilan orang lain dibandingkan diriku, berapa harga diriku dibanding orang lain. Aku benci apabila ada orang lain yang bisa melakukan lebih dariku, benci untuk memikirkannya, benci menjadi terbebani, benci untuk menjadi seperti orang lain yang aku tak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal hal itu sangat relatif. Mungkin karena orang lain berpikir bahwa finansial adalah sebuah tolak ukur tak resmi yang selalu menjadi acuan, maka tingkat kesuksesan seseorang dilihat dari jumlah pendapatannya. Mungkin juga bahwa tingkat kesuksesan seseorang dilihat dari jabatan, setinggi dia menjabat setimpal dia mendapat. Yah, aku sadar bahwa ini sangat relatif bahkan ukuran kaya sekalipun. Kaya juga relatif, mahal juga relatif, semua serba relatif. Namun rasanya relatif telah berubah menjadi sesuatu yang pasti dalam masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bilang bahwa kau sukses karena kau kaya adalah orang yang bilang pada konteks zaman itu. Apakah hal itu akan menjadi sebuah nilai yang besar setelah zamanmu lewat? Aku tak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setidaknya kau menciptakan sejarah. Karena pada dasarnya manusia ingin selalu dikenal dan dikenang sebagai seseorang. Aku juga begitu. Ingin dikenal banyak orang dan dikenang kalau sudah lewat masanya. Perasaanku begitu menggebu ketika harus berbicara dan menjelaskan sesuatu di depan orang lain. Entah apa yang merasuki diriku, yang pasti banyak motif. Ingin dikenal sebagai pembicara yang bagus, dikenal sebagai orang yang pintar bicara juga pintar ngobrol—untuk yang satu ini sangat alamiah, tak perlu bakat khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi seseorang yang dikenal nampaknya tidak mudah. Intinya lumayan sulit. Menjadi terkenal kau butuh jam terbang lebih tinggi dari biasanya. Menjadi terkenal kau harus meluangkan waktumu dan bergulat dengan sesuatu yang kau senangi—jika mungkin yang kau benci. Ah, menjadi terkenal nampaknya menjadi sebuah beban sampai tulisan ini diturunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, ini berbicara tentang saya. Dimana selalu berkutat dengan dunia tanda tanya. Banyak hal yang selalu kutanyakan setiap hari dalam pikiran ini. Dan anehnya, pikiranku seolah tak pernah menyisakan ruang penuh bagi banyak pertanyaan. Selalu ada ruang yang disediakan untuk berpusing-pusing ria. Semakin kau berpikir bahwa hidup ini cukup, tak perlu dipertanyakan, semakin bertubi pertanyaan itu menyerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pertanyaan saya kali ini adalah, haruskah dibandingkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada psikiater yang dengan sukarela mau memeriksa kejiwaanku, nampaknya aku akan masuk dalam daftar personal terganggu (DPT). Ya, terganggu secara kejiwaan. Adakah istilah yang menggambarkan bahwa seseorang selalu merasa tidak cukup puas dengan dirinya sendiri ketika melihat apa yang orang lain capai? Mungkinkah ini tetangga dekatnya kleptomania atau anoreksia? Apakah ini masuk dalam iri hati dalam istilah agama? Atau apa itu namanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terkenal aku tidak. Aku terkenal dia lebih jauh terkenal. Dia kaya aku miskin. Aku kaya dia lebih kaya satu rupiah. Dia punya ini aku punya itu. Mengapa aku tidak punya ini tetapi punya itu? Mengapa masa laluku seperti ini dan masa lalunya seperti itu? Kalimat-kalimat semacam itu. Apakah kalian pernah mengalaminya? Atau mungkin sering? Aku sering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, anak SD pun tahu kalau kegiatan ini bernama membandingkan dua objek yang sangat berbeda. Permasalahan yang berbeda. Yang jadi persoalan adalah ketika hal ini selalu dipermasalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempermasalahkan kualitas, bukan kuantitas. Saat ini saya mempermasalahkan kualitas diri saya dibanding orang lain. Karena saya berangkat dari suatu teori dasar bahwa dalam memperdalam sesuatu bernama ilmu kita harus mendahulukan prinsip fastabiqul khairat—berlomba/berkompetisi dalam kebaikan—daripada prinsip qona’ah—merasa cukup dengan apa yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada satu kesempatan, saya diberikan sebuah perumpamaan. Sebuah analogi tentang masalah perbandingan ini. Ketika saya berkumpul dengan seorang teman dan membicarakan berbagai persoalan menarik. Salah satu persoalan yang kami bahas adalah tentang harga gadget yang akhir-akhir ini harganya turun dengan sangat tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aku beli gadget ini sekitar tiga bulan yang lalu. Sekarang harga gress-nya anjlok banget! Turun tujuh ratus ribu, man!’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Oh, ya?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Beneran. Temen aku beli gadget merek T yang tadinya harga tujuh jutaan, dia beli Cuma lima koma lima juta kemaren. Parah banget, kan?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ah, buat saya itu gak jadi soal. Lagian kalau terus ngebandingin harga kan repot. Bisa-bisa nggak jadi beli karena nungguin harga turun’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘…’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, ini percakapan sederhana. Namun saya tidak bisa melewatkan. Ada sesuatu yang seolah tersirat dan memberi tanda pada saya bahwa ada sesuatu yang harus saya ambil dari percakapan ini. Entah apa, namun saya memikirkannya terus dan terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengerti satu hal, bahwa kita bukan mencari harga terendah demi kepuasan tertinggi. Bukan pula prinsip ekonomi yang mengatakan bahwa pengeluaran sekecil-kecilnya demi pendapatan sebesar-besarnya. Di sini saya mulai sadar bahwa intinya kita harus mengambil keputusan, apapun itu. Entah ketika harga tinggi atau harga turun, intinya kita mesti memutuskan untuk beli gadget tersebut. Karena tujuan dasar kita bukan menunggu harga turun ke dasar yang paling rendah, tujuan kita adalah memiliki gadget tersebut untuk dipergunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita terus menerus berpikir dan menunggu karena pertimbangan harga, di Mall A harganya segini dan Mall B segitu, lalu berapa harga di Mall C ya? Apa lebih murah atau lebih mahal? Kalau misalnya lebih murah, berarti kemungkinan besar ada Mall yang bisa ngasih lebih murah lagi, tapi dimana ya? Ah, sebelum dapetin Mall yang paling murah mending browsing dulu, siapa tau ada yang jual di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus dan terus pikiran kita diarahkan pada sebuah polemik harga karena perbandingan harga yang satu dan lainnya hanya beda tipis. Padahal tujuan awal kita adalah memiliki gadget untuk dipergunakan. Pada dasarnya, murah atau mahal bukanlah sebuah masalah. Yang menjadi masalah adalah selisih harga yang beda-beda tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup kita bukan diarahkan untuk melibatkan diri dalam polemik, justru diharuskan untuk memutuskan keluar dari polemik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, perbandingan. Saya pun sadar kalau saya tak seharusnya dibanding-bandingkan atau membanding-bandingkan diri saya. Bukannya saya tidak mau punya contoh. Saya hanya berpikir bahwa ini bukan lagi sebuah perasaan yang baik ketika kau menjadi terbebani oleh sesuatu. Maka saya harus putuskan tugas saya bukan membandingkan, tugas saya adalah melakukan apa yang saya sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terus dan terus melibatkan diri dalam polemik, kapan saya bisa bekerja? Kapan saya bisa kreatif? Saya rasa sudah cukup, saya ingin bernafas lega dengan tidak dibandingkan atau membandingkan diri saya dengan seseorang. Banyak hal terbengkalai dan harus segera saya selesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saat ini kalian masih menunggu harga Blackberry jatuh di pasaran, segeralah ambil keputusan. Jika kalian masih menunggu harga Vaio P-series menjadi sangat rasional—yang biasanya dikonotasikan lebih murah—ambil keputusan sekarang. Kelak semuanya akan menjadi sangat relatif, kau bisa menyebutnya mahal namun belum tentu orang lain. Ambil keputusan: YA atau TIDAK.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-3023481182666453235?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/3023481182666453235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=3023481182666453235&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/3023481182666453235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/3023481182666453235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2009/07/haruskah-dibandingkan.html' title='Haruskah Dibandingkan?'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SmXFSirwNLI/AAAAAAAAAHg/EeO3G82j3Ps/s72-c/grafik-perbandingan-kursi.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-2437811224557093606</id><published>2009-04-01T20:32:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T20:49:12.307-07:00</updated><title type='text'>Pico Sejauh Ini...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SdQ1or1uWXI/AAAAAAAAAHQ/rPmyR9qoLR4/s1600-h/PicoDJJ_Black_iws.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SdQ1or1uWXI/AAAAAAAAAHQ/rPmyR9qoLR4/s400/PicoDJJ_Black_iws.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319936032910498162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kemarin sempat nulis ‘working with my Pico’, dan itu pun reviewnya belum fix benar, maka sekarang saya akan tulis lagi review selanjutnya. Posting yang kemarin bisa disebut Developing Pico, maka sekarang saya sebut sebagai Developed Pico hehe...&lt;br /&gt;Setelah saya sempat menyesal tidak bisa memboyong seri DJM 616 dan terpaksa harus mengikhlaskan membeli seri DJJ 615, rasanya saya harus tarik ucapan saya. Karena sejauh ini saya puas banget sama kinerja Pico saya ini. Setelah dicoba oprek sana-sini, coba wi-fi, sound, kompatibel nggaknya sama perangkat lain, bahkan sampai harus digeber berjam-jam juga siap. Kalau misalnya dikomparasi sama HP Mininote 2133 juga berani lah sekarang mah hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari wi-fi deh. Pertama kali daftar hotspot di kampus kok wi-fi Pico nggak bisa connect. Saya bingung dan mulai berprasangka buruk. Tapi setelah Tanya ke dealer Axioo dan diperiksa di sana ternyata ada dua driver wi-fi yang terinstal, hal ini menyebabkan crash atau tabrakan dua software ketika wi-fi Pico diaktifkan. Terpaksa harus install ulang di dealer Axioo (gratis pula plus bonus aplikasi lainnya) dan menunggu satu hari. Dan setelah beres, saya coba hotspotan di kampus. Wuiihh,,,keren pisan wi-fi-nya! Kenceng banget! Mau download ini-itu gampang dan lumayan cepet. Buka fb, buka blog, download adobe, download mp3, lumayan cepet deh. Padahal nggak pake software tambahan yang biasa diunduh dari situs Axioo. Karena yang saya baca di beberapa review, ada beberapa pengguna Pico yang mesti download dulu driver khusus di situs axioo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua masalah sound. Suara yang dihasilkan Pico saya ini terbilang cukup jernih. Walaupun tidak keras, tapi suara yang dihasilkan memang cukup jernih. Beberapa temen saya bilang kayak gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga tentang distribusi panas. Karena beda desain sama DJM 616, maka penempatan hardware juga pasti berbeda. Distribusi panas Pico saya kurang bagus. Pico saya termasuk netbook yang cepat panas, terutama di bagian bawah. Maka mesti pake blower tambahan kalau tidak ingin cepat panas. Namun sayangnya pas pake blower  tambahan, distribusi panas di bawah malah naik ke atas. Tepatnya ke keyboard bagian kiri. Cukup bikin nggak nyaman juga sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat masalah aplikasi. Saya udah instal corel draw X3, adobe photoshop CS2, adobe reader 9, dan beberapa program yang dirasa ‘berat’. Sejauh ini berjalan baik-baik saja, tidak ada masalah. Saya pernah coba instal corel draw X4, tapi buat bukanya perlu loading yang lumayan lama. Ya sudah, saya ganti lagi saja dengan Corel Draw X3. Lalu saya juga baru ubah tampilan windows dengan XP Black. Tidak ganti OS sih, hanya tampilannya saja. Saya pake Bricopack vista inspirate 2. So far so good. Tampilan lebih hidup. Mungkin saya akan ganti OS juga, atau kalau tidak paling pake Bricopack lagi dengan tampilan windows 7 terbaru. Walaupun masih sebatas versi betha. Saya penasaran gimana tampilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima masalah bobot. Memang tidak ada masalah dalam bobot, cukup ringan daripada laptop. Cuma kenapa ya, atau memang karena udah biasa atau body saya yang terlalu kecil, kok kesini-sini kerasanya berat juga ya? Hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fyi, setiap hari rabu netbook saya pasti jadi langganan dosen auditing. Karena kenapa? Netbook saya selalu klop dengan proyektor. Pasang konektor layar dan tekan Fn+F4 lalu siap presentasi. Padahal dosen saya bawa Compaq Presario tapi nggak bisa connect. Bahkan dosen auditing curhat ke saya kalau dua buah laptop miliknya nggak bisa connect sama proyektor  setiap kali ngajar auditing. Apalagi rabu kemarin sudah dua laptop teman saya, salah satunya pake Mininote 2133, juga nggak bisa display ke proyektor. Dan ujung-ujungnya, netbook saya yang harus ambil alih hehe…&lt;br /&gt;Masalahnya sih sederhana. Laptop dosen dan dua teman saya tidak ada aplikasi Intel R Graphics media Accelerator, jadi susah nyambung ke proyektor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sehabis dipake ke proyektor, fungsi OSD (kayak software buat ngatur-ngatur panel di keyboard) jadi gak jalan. Jadi mesti install manual lagi. Nah ini dia repotnya. Mungkin crash kali ya pas pasang kabel konektor proyektor? Ada yang bisa kasih tahu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam masalah keyboard. Jujur, keyboard-nya terlalu kecil. Leutik pisan euy! Jadi kagok buat ngetik, apalagi kalau harus ngerjain tugas yang panjang. Bheuu…salah melulu kalau ngetik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nggak apa-apa. Ketutup sama harddisk 250 GB kok. Saya juga bingung mau diisi apa aja harddisk segede gini. Total yang baru saya pake buat semuanya baru sekitar 15 GB. Berarti masih nyisa banyak hehe… ada yang mau nyumbang aplikasi dan mp3?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar: www.kaskus.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-2437811224557093606?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/2437811224557093606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=2437811224557093606&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/2437811224557093606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/2437811224557093606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2009/04/pico-sejauh-ini.html' title='Pico Sejauh Ini...'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SdQ1or1uWXI/AAAAAAAAAHQ/rPmyR9qoLR4/s72-c/PicoDJJ_Black_iws.gif' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-970040186682763596</id><published>2009-03-20T08:30:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T08:57:02.567-07:00</updated><title type='text'>Pencapaian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/ScO6CBWequI/AAAAAAAAAHA/MA6PgROzCFw/s1600-h/pencapaian-800.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 366px; height: 275px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/ScO6CBWequI/AAAAAAAAAHA/MA6PgROzCFw/s400/pencapaian-800.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315296529112541922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya melamun, ketika membeli sop kaki sapi kesukaan ayah saya, di sebuah tempat di dekat rumah. Jaraknya hanya sekitar 200 meter dari rumah. Dan saya berjalan kaki sambil sesekali memandangi lapang volley yang dulu menjadi tempat favorit saya untuk main bola bersama teman-teman. Di lapangan bersejarah itu saya sering mencetak gol kemenangan. Di lapang itu pula ibu-ibu gila volley berkumpul saban sore hari. Tahukah kalian, lapangan ini adalah lapangan serbaguna tempat semua permainan berkumpul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau rumah Amoed, tetangga dan sohib saya, yang dulu selalu menjadi basecamp jika hendak membicarakan hal yang menurut kami penting dalam sudut pandang anak SD. Di situ, di depan rumahnya kami biasa bermain kerambol, main nintendo (terutama Mario Bross), makan, membahas topic hangat masa SD, dan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata semua berubah dan terasa cepat. Saya seolah melakukan lompatan kuantum, padahal baru kemarin rasanya saya jadi anak SD. Dan hari ini saya jadi mahasiswa, anak kuliahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tempat kami tidak berubah. Rumah saya, rumah Amoed, lapang, posisinya tidak berubah sama sekali. Kami tetap tinggal di situ. Namun, ada suasana yang hilang, suasana yang selalu saya rindukan jika berkumpul dengan mereka. Suasana itu tidak saya dapatkan sekarang. Mungkin memang zaman, atau mungkin sudah seharusnya hilang karena takdir. Saya tak tahu. Yang pasti saya merindukan suasana itu, suasana khas dimana hanya kami yang tahu. Suasana yang menyatukan kami sebagai tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Pesen apa mas?”  Tanya pedagang.&lt;br /&gt;“Oh, saya pesen sop kaki sapi satu porsi”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya perhatikan si pedagang. Saya berpikir dan bertanya, apa dia nyaman dengan pekerjaannya? Setiap hari bergulat dengan kaki sapi dan kambing, bau daging, letupan kuah sop, dan tutup larut malam. Apa dia juga cukup dengan gaji yang didapat? Bisakah gaji itu mencukupi kebutuhan istri dan anak-anaknya? Pertanyaan saya mungkin penuh dengan keraguan. Tetapi itulah faktanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi siang, saat saya dan teman-teman berkumpul di kampus, ada teman yang mengeluhkan sesuatu. Dia mengungkapkannya secara verbal, walau saya tahu keluhan itu sangat mewakili perasaan teman-teman saya yang lain. Atau mungkin mewakili perasaan kita semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Naha hirup urang teh kieu-kieu wae? Euweuh perobahan…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengeluhkan hidup yang seolah berjalan datar, statis, tak ada perubahan dalam hidupnya. Setiap hari dimulai serta diakhiri dengan rutinitas yang sama. pagi pergi ke kampus, masuk jam kuliah, nongkrong, setelah itu pulang. Skema itu terus berulang dan berulang. Seperti sebuah siklus, dia dimulai dan berakhir di tempat yang sama.&lt;br /&gt;Teman saya yang lain mengeluhkan kondisi dirinya saat ini. Dimana setelah putus dari kekasihnya, seolah dunia kiamat. Saya tahu dia mencoba tersenyum dan bersemangat menghadapi hari, tapi nampaknya luka asmara terlalu sakit untuk ditutupi. Entahlah, dia mencoba sekuat tenaga untuk lepas dari belenggu dan bayang-bayang bersama mantan kekasihnya. Namun sekuat dia ingin melepas, semakin perih rasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan masalah itu yang saya tangkap. Sebenarnya mereka punya obsesi. Mereka ingin memulai usaha dan menghasilkan banyak uang. Mereka berdua sudah bosan hidup begitu-begitu saja, selalu hidup di alam rencana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan menjadi rumit ketika mereka ingin berubah, bermunculan lah masalah pelik. Dan seperti biasa, sebagai manusia normal, mereka—saya juga sering—mengeluh. Sebagai manusia yang didera berbagai masalah, mungkin wajar jika saya atau kalian mengeluh. Namun menjadi tidak wajar jika hal itu berlangsung terus menerus dengan mengungkap berbagai macam apologi atas ketidakmampuan. Ya, kadang selalu bersembunyi dibalik ketidakmampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang menjadi masalah serius buat saya. Saya memandang masalah mereka bukanlah cinta atau perasaan bahwa hidup ini tidak berubah. Buat saya, masalah itu penting. Semakin ruwet masalahnya, semakin tinggi kualitas manusia tersebut. Bukankah untuk naik level game kamu harus menghadapi musuh yang terkuat? Bukankah Ksatria Baja Hitam harus bertarung susah payah melawan Gorgom untuk kemudian menjadi Ksatria Baja Hitam RX?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah sebenarnya adalah perubahan. Mau berubah atau tidak. Itu pilihannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini posisi saya mungkin hidup dalam bayang-bayang orang lain. Simpelnya seperti ini: saya ingin mobil ini, saya ingin motor itu, saya ingin punya rumah dengan tipe tertentu, saya ingin istri cantik, dan ekspektasi lain yang saya inginkan. Saya masih memimpikannya, saya masih mengusahakannya. Sedangkan di sisi lain, ada orang yang sudah lebih dulu memiliki segala yang saya inginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saya terus berkutat di alam rencana, saya tak pernah bisa menjadi apa yang saya inginkan. Maka saya memilih tak ingin terlalu berteori, tak ingin terlalu diam memikirkan hidup, tak ingin semua ini sia-sia. Saya mungkin lelah dengan semuanya, tapi lelah saya akan menghasilkan sesuatu. Itu standar hidup yang saya anut saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menemukan dua hal aneh hari ini. Yaitu banyak orang takut menjadi miskin, namun tak sedikit pula orang takut menjadi kaya. Kita bekerja, kita belajar, kita beraktifitas untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Sebisa mungkin menghindari kemiskinan menuju kesejahteraan. Namun, mengapa banyak orang juga takut menjadi kaya? Takut kemalingan, takut diserang penyakit ‘orang kaya’ semisal kanker, bahkan takut mempertanggungjawabkannya di akhirat. Teman saya takut menjadi orang kayak arena katanya tanggung jawabnya besar. Teman saya yang lain takut diserang penyakit kanker, stroke, dan penyakit mematikan lain. Lalu saya tanya,” jika kamu sudah kaya, masihkah hal itu dipermasalahkan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya hanya diam dengan senyum simpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan mereka adalah mempermasalahkan sesuatu yang belum terjadi. Sedangkan permasalahan saya adalah menjadikan persoalan itu terjadi. Kita berbeda dalam hal yang sangat dasar. Dan ini akan menjadi sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya pada sebuah pencapaian. Bahwa kualitas seseorang itu akan menjadi berbeda dengan orang lain dilihat dari pencapaian yang didapat. Seorang yang mencapai derajat sufi pasti berbeda kualitas keimanannya dengan muslim biasa. Atau sopir bus, kualitas hidupnya pasti berbeda dengan ‘sopir pesawat’—walaupun jabatan keduanya sama-sama sopir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencapaian berarti kita melewati tahapan hidup yang sangat penting demi merubah kualitas diri. Kita terus berubah dan mencari. Semakin tinggi pencapaian, semakin bagus kualitas hidup kita. Semakin banyak permasalahan, semakin banyak kita belajar. Semakin banyak belajar, semakin banyak kau tahu. &lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ini sopnya kang” Kata si pedagang.&lt;br /&gt;“Berapa semuanya?”&lt;br /&gt;“Lima belas ribu, kang”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bergegas pulang, ayah saya sudah menunggu dari tadi. Ah, kenapa saya jadi mengkhawatirkan nasib si pedagang? Apa kekhawatiran saya mewakili nasib si pedagang? Mengapa saya jadi mempermasalahkan sesuatu yang saya tidak alami? Hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar: www.agylardi.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-970040186682763596?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/970040186682763596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=970040186682763596&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/970040186682763596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/970040186682763596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2009/03/pencapaian.html' title='Pencapaian'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/ScO6CBWequI/AAAAAAAAAHA/MA6PgROzCFw/s72-c/pencapaian-800.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-7557777657526917786</id><published>2009-03-04T09:00:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T09:13:41.317-08:00</updated><title type='text'>WORKING WITH MY PICO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/Sa61aMhnJeI/AAAAAAAAAG4/L-LbBPZRe7Q/s1600-h/DJJ-black.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/Sa61aMhnJeI/AAAAAAAAAG4/L-LbBPZRe7Q/s320/DJJ-black.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309380472359822818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kerja keras banting tulang mulai dari nabung, ngumpulin honor tulisan, honor ngajar, lalu membujuk orang tua (hehe…) akhirnya kebeli juga mainan baru. Mainan baru ini akan menjadi teman saya dalam menyelesaikan berbagai tugas dan kegilaan saya dalam menulis dan browsing internet. Mainan baru ini akan menemani hari-hari saya kemanapun saya pergi. Bersama mainan (teman) baru ini, kita bersama-sama akan menguasai dunia mhuahaha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kronologisnya begini. Saya ngebet banget pengen punya laptop dengan desain bagus dan performa kenceng. Namun apa daya, doku daku tidak mencukupi untuk membeli spek laptop seperti itu. Ada sih, Cuma seken dan itu pun laptop tahun jebot. Maka saya turunkan ekspektasi saya dan mulai melirik netbook. Sebenernya, Netbook muncul dari program OLPC (one laptop per child), dimana rencananya setiap anak di seluruh dunia bisa memiliki laptop mini dengan harga dibawah $300 bahkan dibawah $100 per unitnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu saya browsing di berbagai situs dan mendapati kenyataan bahwa pemakaian netbook ternyata sudah masif, bahkan karena ukurannya yang tidak ribet banyak orang memilih netbook daripada laptop. Tak jarang juga orang membeli netbook sebagai pendamping laptop. Jadi laptop untuk menjalankan program berat seperti nonton DVD, olah gambar adobe atau corel, dalam waktu yang bersamaan. Nah netbook ini biasa digunakan untuk program-program ringan seperti word, chatting, browsing. Bisa juga untuk program berat, namun performanya tidak sehebat laptop. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka saya mulai pensasran dengan benda bernama netbook ini. Selain karena harganya yang berada di kisaran 4-6 jutaan, bobotnya pun ringan. Rata-rata netbook mempunyai bobot 1-1.2 kg. Hmmm…ringan sekali untuk ukuran body saya. Karena kalau harus gendong atau jinjing laptop yang rata-rata beratnnya 1.8-2.2, kg saya kewalahan. Ini tidak baik untuk pertumbuhan badan saya hehe…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah browsing sana-sini, akhirnya ada beberapa rekomendasi yang bikin saya bingung. Beneran, ini adalah tahap yang paling berat jika harus menentukan dan memutuskan. Karena saya adalah orang yang lumayan bingung juga kalau sesuatu yang dipilih speknya bagus-bagus semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Acer Aspire One&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Merek netbook ini sudah massif, seolah punya tagline laptop sejuta umat. Kasusnya sama dengan nokia 3310 yang dulu familiar dan mendapat predikat sebagai HP sejuta umat. Dengan spek intel atom N270, 1 GB RAM, memori 120 GB, layar 8,9 inch, 6 cell battery, saya bener-bener tergiur. Apalagi ditambah nama besar Acer, pokoknya nggak ada keraguan deh. Dan kemaren pas pameran, Acer melansir seri terbaru Aspire One dengan prosesor intel atom N280.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Asus Eee PC&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini dia pioneer dalam pembuatan netbook. Seri pertamanya aja laris manis kejual. Dilengkapi prosesor intel atom N270, memori 80 GB, 1 GB RAM, layar 8,9 inch, 6 cell battery. Beratnya juga hanya 1 kg. ini benar-benar netbook yang ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HP Mininote 2133 &amp; 101-OTU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Stylish dan bikin ngiler! Jujur, desain HP mini emang juara. Bikin ngiri lah pokoknya mah. Untuk seri 2133 tidak menggunakan intel atom. Sedangkan seri selanjutnya yaitu 101-OTU sudah dilengkapi prosesor intel atom. Grafik keduanya hamper sama, speknya juga sama, bedanya 2133 dengan memori 120 GB sedangkan 101-OTU menggunakan memori 60 GB. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Axioo Pico&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jujur, saya agak asing dengan merek yang satu ini. Pertama lihat yang punya temen juga malah pengen ketawa nggak kuat. Soalnya desainnya kecil, lucu dan menggemaskan. Sedangkan bobot temen saya sendiri nggak bisa dibilang ringan. Jadi saya ketawa karena bobot temen saya hehe…&lt;br /&gt;Dilengkapi prosesor intel atom N270, 1 GB RAM, memori 160 GB, layer 10,2 inch, 3 cell battery. Boleh juga nih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MSI Wind&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Netbook ini banyak dibicarakan di forum-forum. Speknya memang mumpuni. Intel atom, 120 GB, Bluetooth, 6 cell battery. Desain MSI Wind sama dengan Axioo Pico seri DJM karena (katanya) satu pabrik. Tapi walau begitu, spek MSI Wind tentu menang kalo diadu dengan Pico.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya, saya berpusing-pusing ria kali ini. Sebenarnya untuk memilih sangatlah gampang. Hanya yang saya pusingkan adalah budget (iya, Mang Dana dan Bi Aya). Dengan budget terbatas saya harus bias beli netbook dengan spek yang bagus, minimal lumayan lah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari semua pilihan yang hadir daan menggoda, saya prioritaskan dulu yang realistis. Dari sekian rekomendasi ternyata Axioo Pico yang paling realistis dalam masalah harga. Bayangin, harganya ada di kisaran 4,5 juta. Desainnya juga sama dengan MSI Wind. Apalagi temen saya ada yang pake dan sejauh ini Pico temen saya so far so good, nggak ada masalah. Waktu itu dia beli di kisaran 4,7 jutaan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk membunuh rasa pensaran saya terhadap Pico, saya browsing lagi. Dan saya dikejutkan oleh kenyataan bahwa Pico telah meraih 5 penghargaan nasional dan internasional. Bahkan di sebuah majalah komputer ternama, PICO DJM 616 meraih gelar laptop of the year 2008! Saya hanya bias bengong dan berkata, “beneran ini teh?”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masih nggak percaya juga, saya browsing ke forum-forum dan blog orang-orang yang sekiranya punya Pico. Hasilnya? Ternyata saya memang harus beli Pico gimanapun juga. Ternyata netbook ini kecil-kecil cabe rawit! Resolusi layarnya 1024x600, layarnya 10,2 inch, memori paling besar di kelasnya, dan dengan harga 4,5 juta saya pikir Pico layak jadi pilihan saya. Maklum mahasiswa, jadi harus mikir dua kali. Apalagi netbook ini akan saya beli dengan hasil keringat sendiri walau pada akhirnya tetap ada intervensi dari orang tua hehe…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kebetulan ada pameran computer di Landmark Braga, jadi aja sekalian cari info. Memang bener, kata tukang stand-nya kalo Pico ini banyak diminati terutama yang seri DJM 616. waktu ke pameran saya pengen langsung DP aja, tapi ternyata doku saya gak cukup alias masih kurang untuk membawa pulang Pico. Maka saya pulang ke rumah dan konsultasi dengan ortu. Akhirnya ortu bersedia menambah kekurangan uang saya. Yes, akhirnya Pico bakal saya bawa pulang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun ternyata kenyataan berkata lain. Ketika saya akan membeli Pico seri DJM, stoknya udah abis. Saya ubek BEC, Be-Mall, pameran, semuanya udah abis. Ada juga seri DJM 612 yang memorinya 120 GB. Wah, nanggung banget nih. Dan si penjaga toko ngasih alternative gimana kalo Pico seri DJJ 615 aja. Well, sejujurnya saya udah fallin’ in love sama Pico DJM 616 terutama desain dan resolusi layarnya. Itu yang bikin saya ngebet banget. Namun apa daya, stoknya emang udah abis. Bahkan saya baca di Koran kalo Pico seri DJM 616 udah sold out alias semua produksinya kejual habis! Wow!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya sudahlah, saya nggak bisa keukeuh. Akhirnya dengan ikhlas saya beli Pico DJJ 615 yang harganya sekitar 4,7 (nambah 200 ribu). Well, secara desain emang kalah jauh sama seri DJM. Resolusi layar masih di bawah DJM. Tapi seri DJJ ini netbook yang punya spek edun pisan lah. Bayangin aja, harddisknya 250 GB! Netbook lain belum ada yang punya harddisk segini gede. Terus dilengkapi modem internal, jadi bisa internetan pake 080989999 (walau memang udah nggak zaman). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk mengetik memang perlu adaptasi lagi. Keyboardnya nggak kayak Pico seri DJM yang tuts-nya timbul. Seri DJJ tuts-nya datar alias rata. Tombol shift ada dua, di kiri dan kanan. Terus ukurannya kecil sehingga agak sulit kalau ngetik. Saya udah beberapa kali salah ngetik karena masalah keyboard. Tapi mungkin ini masalah adaptasi saja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk membuka aplikasi semisal word atau yang lebih berat semisal Corel Draw X3, nggak ada masalah. Lancar aja. Tapi untuk yang lain semisal wi-fi, atau modem internal saya belum coba. Urusan suara alias program kayak musik atau video dengan winamp, suara yang duhasilkan bener-bener halus dan nggak pecah. Beda sama seri DJM yang suaranya pecah kalo nggak pake headset. Cuma emang suaranya nggak kenceng kayak pake PC. Suaranya halus banget pokoknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Well, secara keseluruhan untuk ukuran netbook Pico udah lumayan lah. Dengan harga yang terjangkau, fasilitas yang kita dapet udah lebih dari cukup. Walau di beberapa bagian emang rada ganjel, but it’s ok. Dan yang terpenting netbook ini sesuai dengan body saya hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar: www.axioo-shop.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-7557777657526917786?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/7557777657526917786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=7557777657526917786&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/7557777657526917786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/7557777657526917786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2009/03/working-with-my-pico.html' title='WORKING WITH MY PICO'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/Sa61aMhnJeI/AAAAAAAAAG4/L-LbBPZRe7Q/s72-c/DJJ-black.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-4642498839927451705</id><published>2009-02-10T07:54:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T08:01:32.383-08:00</updated><title type='text'>Bahagia &amp; Bidadari</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BAHAGIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melamun, menghayal, menerawang, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusuri malam mengharap petualangan, menembus dalamnya sepi dalam hati, meretas batas diriku dan dirinya, melewati senja, menggapai gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuterpekur dalam kekalahan&lt;br /&gt;Kau mengalahkanku, karena kutak pernah sebegini kalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau mengoyak perasaan tanpa perasaan&lt;br /&gt;Kau kejam tapi lembut, kau lintah yang lembut tapi penghisap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua paradoks dalam satu. Cantik tapi busuk. Cantik tapi bodoh. Miskin tapi bahagia. Kaya tapi menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin kaya dan bahagia, bolehkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BIDADARI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadari itu telah datang hari ini&lt;br /&gt;Kau, tak akan kulepaskan dari bumi&lt;br /&gt;Akan kuikat dengan hatiku yang menambat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandangmu, membelaimu, merasakan getaran jiwa&lt;br /&gt;Resap ketenangan hati berlalu seirama&lt;br /&gt;Kuingin kau tetap di sini, menemaniku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik yang kita kecap bersama&lt;br /&gt;Berlalu seiring waktu berjalan&lt;br /&gt;Kau mengisi kekosongan jiwa, mengobati luka&lt;br /&gt;Kutentram bersamamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadariku, menyatulah denganku&lt;br /&gt;Bidadriku adalah perhiasan bernilai yang tak ternilai oleh apapun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-4642498839927451705?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/4642498839927451705/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=4642498839927451705&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/4642498839927451705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/4642498839927451705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2009/02/bahagia-bidadari.html' title='Bahagia &amp; Bidadari'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-6089865394963816511</id><published>2009-01-27T16:53:00.000-08:00</published><updated>2009-01-27T17:04:38.105-08:00</updated><title type='text'>Komputerku Mati Suri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SX-vDiE59RI/AAAAAAAAAGQ/2v5G6LAWKn4/s1600-h/komputer.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 275px; height: 277px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SX-vDiE59RI/AAAAAAAAAGQ/2v5G6LAWKn4/s320/komputer.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296144162032842002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bisa kembali melakukan aktifitas seperti biasa, bisa menulis lagi setelah sekian lama terganjal masalah komputer, bisa kembali menikmati waktu normal dan kehidupan normal dengan komputer—walaupun sebenarnya kita diperbudak oleh alat ini.seolah bernapas lega, bagai tawanan Palestina yang disekap oleh serdadau Isra(h)ell (saya lebih suka menggunakan kata ini) selalama berbulan-bulan. Ah, reguk kebahagiaan itu!&lt;br /&gt; Setelah sekian lama, sekitar dua minggu lebih komputer di rumah saya ngadat, entah apa masalahnya, saya terpaksa kembali ke habitat semula: warnet. Saya harus menyesuaikan budget dengan lamanya waktu browsing. Saya juga tak bebas &lt;span style="font-style:italic;"&gt;download&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;upload&lt;/span&gt;, karena &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bandwtih&lt;/span&gt;-nya selalu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;crowd&lt;/span&gt;. Dan masih banyak lagi ‘penderitaan lain dari kebiasaan’ yang selama ini saya jalani.&lt;br /&gt; Ternyata benar. Internet telah menjadi sebuah kebutuhan, langsung atau tidak. Untuk sekedar melihat profil fs atau fb, melihat status cewek pujaan, berkirim comment, atau yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;high level&lt;/span&gt; semisal internet marketing. &lt;br /&gt; Kembali lagi pada masalah komputer saya yang mengalami NDE &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Near Death Experience)&lt;/span&gt; alias mati suri. Gejala-gejala yang timbul seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Timbul bunyi yang tidak diinginkan. Seperti Rrrrrtttttttzzzzz….. ketika komputer pertama kali dinyalakan. &lt;br /&gt;- Setelah itu, komputer kejang-kejang untuk waktu beberapa menit sebelum masuk windows. Tanda komputer mengalami kejang-kejang dapat dianalisis dari bunyi yang mirip seperti angin di Padang Pasir. Wuing…wuing…Swing… Ya, kira-kira seperti itu (andai komputer bisa ngomong, gw nggak mesti nulis panjang lebar di sini! Haha..)&lt;br /&gt;- Ketika sudah masuk jendela windows, komputer memerlukan waktu yang lama untuk langsung digunakan. Seolah komputer saya harus beristirahat dulu selama beberapa menit atau loading. Entah faktor umur atau memang DNA komputer ini punya penyakit bawaan.&lt;br /&gt;- Setelah itu, baru bisa digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, seperti itulah kronologisnya. Namun, itu baru gejala-gejala menghadapi mati suri. Istilah kerennya mah pra-NDE. Dan sekitar seminggu yang lalu, komputer saya benar-benar mati suri. Maksud saya begini, komputer saya hidup tetapi tak bisa beroperasi. (Oh, itu namanya pingsan alias koma. Bukan mati suri. Tapi biarlah, tanggung ditulis mati suri hehe...).&lt;br /&gt; Komputer saya nyala, tapi di layar tidak terpampang apa-apa. Dan anehnya lagi, waktu itu komputer saya hanya bisa normal jika dinyalakan pada pukul 19.30 atau setengah delapan malam. Di luar jam itu jangan harap komputer saya mau hidup. Mungkin bisa nyala, tapi monitor tak akan mengeluarkan apa-apa selain &lt;span style="font-style:italic;"&gt;no signal&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt; Masalah semakin rumit ketika adik saya harus mengerjakan tugas IPS dan print banyak tugas. Atau ketika saya harus menyelesaikan seabrek tugas UAS. Dan bibi saya harus membuat surat ini-itu demi kelancaran organisasi. Maka dengan kematian suri komputer yang menjadi ’tulang punggung’ saya ini (maksa) otomatis aktifitas kami semua lumpuh. Kami tidak mungkin untuk membajak laptop ayah dan ibu kami. Karena folder-folder penting ada di komputer ini. &lt;br /&gt; Akhirnya, dengan tenaga yang yang tersisa komputer tersebut benar-benar say goodbye. Mau jam berapa juga monitornya nggak bisa nampilin gambar. Terus-terang saya sebagai pemakai nomer satu komputer ini merasa terharu. Kok cepet banget ya komputer ini jadi almarhum?&lt;br /&gt; Maka saya menganalisis beberapa kemungkinan. Pertama, VGA rusak. Kedua motherboard rusak (untuk yang satu ini saya sangat tidak menginginkannya). Ketiga, power supply. Keempat stabilizer ngadat.&lt;br /&gt; Setelah dioprek sana-sini, diambillah kesimpulan bahwa kipas dan power supply mengalami kerusakan. Suara-suara nggak enak tersebut berasal dari kipas. Lalu power supply juga memang rusak. Maka ibu saya membawa CPU ke kantornya. Beliau mempunyai teman yang bisa ’menghidupkan’ kembali komputer yang mati suri. Saya pasrah saja.&lt;br /&gt; Beberapa hari kemudian komputer tersebut telah benar-benar ’hidup’. Saya sangat berbahagia sampai nangis darah. Akhirnya hari itupun tiba, hari dimana komputer saya kembali normal. Hal ini akan berimbas pada kehidupan saya yang sebelumnya mengalami dependency syndrome terhadap komputer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan dari ibu: Jangan hanya sekedar jago main komputer, harus jago juga &lt;span style="font-style:italic;"&gt;benerinnya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gambar dari: ririahzareza.files.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-6089865394963816511?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/6089865394963816511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=6089865394963816511&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/6089865394963816511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/6089865394963816511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2009/01/komputerku-mati-suri.html' title='Komputerku Mati Suri'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SX-vDiE59RI/AAAAAAAAAGQ/2v5G6LAWKn4/s72-c/komputer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-7395838737159843416</id><published>2009-01-04T03:53:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T04:19:01.439-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Solidarity'/><title type='text'>PALESTINE..PALESTINE..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SWCnuLVmX5I/AAAAAAAAAFs/E_fgpF1Gqn0/s1600-h/qana_massacre_by_israel.jpe.jpeg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SWCnuLVmX5I/AAAAAAAAAFs/E_fgpF1Gqn0/s320/qana_massacre_by_israel.jpe.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287410374292168594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kematian adalah hal yang paling dekat dengan Palestina setelah keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SWCnuJdMOcI/AAAAAAAAAFk/wirN3v3TQIY/s1600-h/palestine.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 220px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SWCnuJdMOcI/AAAAAAAAAFk/wirN3v3TQIY/s320/palestine.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287410373787138498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita belum mengalaminya, kita belum merasakannya. Tak perlu menunggu untuk orang Palestina agar menjadi seperti ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SWCnunfBpHI/AAAAAAAAAF8/76qf0Zpmte0/s1600-h/usa_israel_flag_large.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 223px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SWCnunfBpHI/AAAAAAAAAF8/76qf0Zpmte0/s320/usa_israel_flag_large.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287410381847897202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dua sahabat, dua penjahat, satu target.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-7395838737159843416?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/7395838737159843416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=7395838737159843416&amp;isPopup=true' title='11 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/7395838737159843416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/7395838737159843416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2009/01/palestinepalestine.html' title='PALESTINE..PALESTINE..'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SWCnuLVmX5I/AAAAAAAAAFs/E_fgpF1Gqn0/s72-c/qana_massacre_by_israel.jpe.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-8271078450383956346</id><published>2008-12-12T22:02:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T04:51:19.757-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><title type='text'>ACiME: MERANGKAI KEMBALI PUZZLE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SUZScuaej_I/AAAAAAAAAEs/2q_kweVbPnI/s1600-h/kucing2-300.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SUZScuaej_I/AAAAAAAAAEs/2q_kweVbPnI/s320/kucing2-300.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279998266587385842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya bingung untuk mendefinisikan buku seperti ini. Disebut novel bukan, disebut antologi cerpen bukan, atau mungkin ada yang tahu buku jenis apa yang telah saya baca ini? Lebih mirip catatan harian fiksi sebenarnya, tapi ah bukan. Sebuah memoar? Bukan juga. Ah, buku teman saya ini, Fahd, membuat saya bingung. Membuat saya ingin mendefinisikannya sembari diakhiri dengan satu kata: tapi. Buku ini fiksi, tapi…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi baiklah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(tapi lagi)&lt;/span&gt;, tak usah terlalu dipikirkan. Menulis bukan sekedar mengikuti genre apakah tulisanmu novel, cerpen, fiksi, non-fiksi, atau karya tulis ilmiah sekalipun. Yang saya tahu, menulis tak ada teorinya. Menulis adalah menuang gagasan, mengkomunikasikan kata, merangkainya, sehingga menjadi sebuah kesatuan. Yang paling utama adalah membangun kedekatan dengan pembaca. Dan itulah yang selalu saya rasakan ketika saya harus membaca tulisan Fahd. Begitu dekat dan selalu dekat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dia seolah bisa membaca hal-hal yang terlupa untuk dikritisi manusia, merekonstruksinya, memodifikasi hal remeh-temeh, pertimbangan kalkulasi tulisan dan pemikiran, pengejawantahan ide, luapan emosi, gagasan meletup-letup, sampai akhirnya melalui proses tersebut tersajilah tulisan tak biasa. Lebih tepatnya, Fahd menulis dengan sudut pandang tak biasa. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertem(p)u(r)an dengan Tuhan. Salah satu judul yang saya suka. Nampaknya dunia nyata tak memungkinkan untuk kita bertanya tentang Tuhan. Maka kau mempertanyakannya, menggambarkannya dalam pikiran, berimajinasi, kontemplasi, atau apapun itu namanya, Tuhan ternyata dipersepsikan berbeda dalam setiap pemikiran masing-masing individu. Walaupun sebenarnya jawaban mengenai Tuhan selalu berupa tanda tanya baru, tapi perbincangan Tuhan tetaplah menarik. Karena Tuhan kadang terasa begitu dekat, adakalanya berjarak. Sesuatu yang tak terjamah, tak tercapai oleh logika terbatas manusia, tak diketahui dzat-Nya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Misteri. Sama halnya ketika kita membicarakan cinta. Ketika kita mencoba untuk mendefinisikannya, semakin nampak ketololan kita. Karena ketika kita coba untuk mendefinisikannya, kita malah memberi batasan sempit daripada sebuah gambaran yang jelas. Bukankah bentuk lain dari definisi adalah batasan? Yang membuat kita memaksa untuk membuat rasional sesuatu yang irasional. Memaksa membuat logis sesuatu yang tak logis. Maka, di buku ini, kita akan mendapati seorang penulis yang bergumul dengan beribu tanda tanya, namun akhirnya sampai pada kesimpulan tidak tahu. Atau kadang membiarkan pembaca menyimpulkan sendiri. Ah, penulis yang pandai berkelit.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada juga Rindu. Tulisannya singkat, hanya satu paragraf. Seseorang yang menelfon kemudian berkata: aku kangen! Ya, sangat jujur dan natural. Mungkin siapapun bisa menulis seperti ini. Tetapi jarang orang mau melakukannya. Terlalu sederhana mungkin, tapi itulah cinta. Bahkan tulisan sesingkat itu tentang cinta bisa kita nikmati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu ada tulisan tentang Gaia yang sakit. well, secara implisit Fahd berbicara tentang kerusakan lingkungan, berbicara tentang global warming. Sebelumnya saya nggak ngeh, tapi setelah membacanya beberapa kali saya tahu kalau Fahd mengkritisi kita—manusia—karena telah merusak lingkungan. Sehingga kondisi Gaia makin hari makin panas, dokter ahli sekalipun tak bisa menurunkan panasnya. Jika nanti suhu Gaian mencapai titik klimaks, haruskah kita pindah ke Mars? Karena menurut beberapa penelitian di sana terdapat tanda-tanda kehidupan mirip bumi. Hmmm…ekstrim!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Overall&lt;/span&gt;, buku ini bagus. Walaupun ada beberapa tulisan yang sebenarnya terlihat tidak penting semisal Rindu, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;but it’s ok&lt;/span&gt;. Pertanyaan seputar Tuhan, Kedalaman cinta, dan Kesadaran begitu kental dalam A Cat in My Eyes. Itulah mengapa buku ini begitu kuat mempengaruhi pembacanya, karena A Cat in My Eyes (ACiME) tidak membicarakan tentang sesuatu di luar diri. ACiME justru ‘menguliti’ dan ‘menelanjangi’ diri kita sendiri. Dan pembaca hanya bisa berkata: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Iya ya, kok gue banget ya…?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buku ini ‘menampar’ wajah saya secara tidak langsung. ‘Menampar’ kesadaran kita secara tidak langsung. Tapi yang pasti, yang saya salut dari Fahd, dia bisa mengkomunikasikan tulisannya dan mendekatkan diri dengan pembaca. Saya tidak bilang tulisan Fahd bagus, tapi tulisannya sangat dekat. Tidak berjarak dengan pembaca. Itulah kekuatan ACiME.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, setelah membaca buku itu, saya bisa melihat rangkaian puzzle yang berserakan membentuk diri menjadi sebuah kesatuan. Serpihan puzzle yang bererakan seolah terangkai dengan sendirinya dalam pikiran saya. Saya bisa melihat jelas sekarang, betapa hal yang remeh-temeh, pertanyaan sederhana, tak penting, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;invisible&lt;/span&gt;, bisa dirangkai menjadi sesuatu yang sangat berharga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-8271078450383956346?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/8271078450383956346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=8271078450383956346&amp;isPopup=true' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/8271078450383956346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/8271078450383956346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2008/12/acime-merangkai-kembali-puzzle.html' title='ACiME: MERANGKAI KEMBALI PUZZLE'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SUZScuaej_I/AAAAAAAAAEs/2q_kweVbPnI/s72-c/kucing2-300.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-8106923346229780235</id><published>2008-11-19T18:42:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T18:58:47.188-08:00</updated><title type='text'>Pariwara Pahlawan</title><content type='html'>Sumpah pemuda kali ini agak unik karena momentumnya berhadapan dengan Pilpres 2009. Banyak harapan kaum muda bisa maju dan memanfaatkan momentum. Tapi nampaknya kaum muda belum berpeluang dalam pilpres 2009. Karena wajah-wajah lama dan 'lapuk' serta 'bau tanah' terus mendominasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada iklan perlu kita kritisi akhir-akhir ini. Yaitu iklan sumpah pemuda versi sebuah partai, katakanlah partai itu relatif baik. Di dalam iklan tersebut ada dua tokoh yang diiklankan. Pertama adalah KH Ahmad Dahlan dan kedua adalah KH Hasyim Asy'ari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang menjadi masalah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kaum muda, termasuk saya, sangat menyayangkan iklan tersebut. Karena penayangannya bukan untuk memperingati sumpah pemuda tetapi lebih ke jualan politik dan jualan ideologi. Bukan memberi contoh tapi mendapat kritikan terutama dari Angkatan Muda Muhammadiyah dan Pemuda NU. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklan versi KH Ahmada Dahlan cenderung meniru Laskar Pelangi, seolah-olah Bu Muslimah (Bu Mus) berbicara pada kita bahwa KH Ahmad Dahlan itu pejuang dan bla..bla..bla..setelah itu barulah logo partai tersebut muncul. Versi KH Hasyim Asy'ari agak berbeda dari versi KH Ahmada Dahlan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tidak ada salahnya memajang tokoh sekaliber mereka berdua. Undang-undang pun tidak melarang. Namun ini berbicara masalah sopan santun, ini berbicara masalah etika, ini berbicara masalah ketersinggungan salah satu pihak. Dan yang harus kita kritisi adalah sebentar lagi Pilpres, pemilihan umum. Kalian tentunya tahu maksud saya mengarah kemana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, perolehan suara. Dengan adanya simbol dua pahlawan tadi, maka dua ideologi besar terjaring: NU &amp; Muhammadiyah. NU memiliki massa terbesar di Indonesia, begitu juga Muhammadiyah. Walaupun iklan tadi tidak eksplisit, tetapi masyarakat bisa menerjemahkan bahwa iklan tersebut seolah mengajak simpatisan NU dan Muhammadiyah untuk memilih partai. (Perlu diketahui, beberapa tahun terakhir hubungan partai tersebut dengan NU dan Muhammadiyah agak kurang harmonis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang islam (juga agama lainnya) mengajarkan etika, sopan santun, dan jangan pernah menyinggung perasaan orang lain, maka ideologi macam apakah ini? Islamkah? (Karena yang saya tahu partai tersebut sangat religius)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kabar bahwa Dien Syamsuddin (Ketua PP Muhammadiyah) ingin mematenkan tokoh sekaliber KH Ahmad Dahlan sebagai simbol dari Muhammadiyah agar tak disalahgunakan untuk kepentingan politik semisal kampanye iklan di TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang mempergunakan tokoh Soekarno dalam iklan kampanyenya dan tak ada yang protes. Itu memang Soekarno orang politik, aktif di plitik, pernah ditahan karena politik, dan semuanya berbau politik. Jadi dari mulai PNI, PDI, PDI-P, dan partai berbau 'merah' rata-rata memasang Soekarno sebagai panutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa partai tersebut lupa bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang harus menjaga jarak dari politik? Kalaupun memang ingin berpolitik, itu hanya bersifat pribadi dan bukan organisasi. Bahkan KH Ahmad Dahlan telah mewanti-wanti dari dulu bahwa Muhammadiyah bukanlah organisasi politik. Jadi, nampaknya ada pesan yang tidak ditangkap partai tersebut dari Organisasi sekelas Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya ingin menegaskan bahwa penghargaan kita terhadap pahlawan tidak murni. Sama halnya ketika pemerintah beberapa bulan yang lalu menaikkan anggaran pendidikan sebesar 20% dan momentumnya menghadapi 2009, Pilpres. Atau rencana penurunan BBM yang menunggu hingga 1 Desember 2008. Padahal Malaysia sudah beberapa kali menurunkan harga BBM dalam 4 bulan terakhir. Padahal BBM di Malaysia kadar oktan terendahnya 92 Rp 5.200(setara Pertamax) dan tertinggi 97 Rp 5.800 (melebihi Pertamax plus yang beroktan 95). Jadi mengapa harus menunggu lama jika harga ICP (Indonesian Crude Petroleum) telah turun ke level 60-70 dollar perbarrel?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus menunggu sampai Pemilu mendekat? Apakah karena takut tidak terpilih kembali? Atau demi menjaga citra 'kegantengan', 'kegagahan' dan 'kejantanan'?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Founding Fathers (Pahlawan) kita telah begitu bekerja keras demi mengeluarkan konsep ekonomi kerakyatan, walaupun sistem ekonomi yang kita anut saat ini sangat-sangat kapitalistik dan jauh dari ekonomi kerakyatan. Setidaknya, jika kita tak bisa menghargai karya dan konsep tersebut, bisakah kita menghormati mereka sebagai pahlawan dan bukan sebagai barang jualan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-8106923346229780235?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/8106923346229780235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=8106923346229780235&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/8106923346229780235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/8106923346229780235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2008/11/pariwara-pahlawan.html' title='Pariwara Pahlawan'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-1076069994302690289</id><published>2008-11-10T05:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T05:59:18.533-08:00</updated><title type='text'>NEWS FLASH</title><content type='html'>Pemenang Sayembara Surat Cinta  &lt;br /&gt;Written by Newsroom   &lt;br /&gt;Monday, 03 November 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman Karya Terbaik Sayembara Surat Cinta True Love Keeps No secret&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan surat cinta berdatangan….! Terima kasih buat teman-teman yang sudah mengirimkan surat cintanya ke Sayembara Surat Cinta True Love Keeps No Secret GagasMedia.Semua surat ditulis dengan penuh perasaan sehingga  kami ikut merasakan kebahagiaan, rasa haru, ataupun sedih yang terungkap dari surat-surat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penilaian juri yang terdiri atas Moammar Emka (penulis), Zornia S. Devi (Pemimpin Redaksi Majalah Cita Cinta), dan Christian Simamora (editor GagasMedia dan penulis), maka inilah kedua puluh lima karya terbaik (urutan berikut ini bukan menunjukkan peringkat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Empat Sonata Rindu karya Hendri Yulius Wijaya&lt;br /&gt;   2. Cintaku Bersemi Di Bumi Perugia, Italia karya Siwi Pramatama Mars Wijayanti&lt;br /&gt;   3. Bapakku, Ayah Nomor Satu Seluruh Dunia karya Siwi Pramatama Mars Wijayanti&lt;br /&gt;   4. Terlelap di Ujung Kakiku karya Novrisa Wahyu Wulandari&lt;br /&gt;   5. Surat Cinta karya Natalia Laskowska&lt;br /&gt;   6. Kisah karya Vinnie Vincent&lt;br /&gt;   7. Dear Hunny, Aku Mencintaimu Dalam Diam karya Mida Sutrani&lt;br /&gt;   8. Sobat karya Siti Makkatur Rohmah&lt;br /&gt;   9. Drama di Kantin Pagi Hari karya Ade Putri Febriani&lt;br /&gt;  10. Hati Bima Sakti karya M. Kamelia&lt;br /&gt;  11. Chere Ma Princesse karya  Gendisa Yuliasti&lt;br /&gt;  12. Angin September karya Pringadi Abdi Surya&lt;br /&gt;  13. Love And Friendship karya Pringadi Abdi Surya&lt;br /&gt;  14. Kurelakan Engkau Tenggelam Dalam Senja karya Prima Vidya Asteria&lt;br /&gt;  15. 130903-130908 karya Inayah Mangkulla&lt;br /&gt;  16. Puisi Tentang Seorang Lelaki karya Febry Nur Rafahmi&lt;br /&gt;  17. Our Holding Hand karya Isyana Agustina Ssi&lt;br /&gt;  18. I Miss You So Much My Hippo Albino karya Erich Al Amin&lt;br /&gt;  19. Surat Untuk Bocah Berwajah Kotor karya Clara Canceriana&lt;br /&gt;  20. Surat Ke Delapan Belas karya R. Intan Suci K.&lt;br /&gt;  21. Kepada, Bi… karya  Hening Swastikaningrum&lt;br /&gt;  22. Ruang Penuh Kata karya Ayu Prameswary&lt;br /&gt;  23. Teruntuk Ibu Yang Membiarkanku Bernafas di Dunia karya Monica Ratna W.&lt;br /&gt;  24. Untuk Seseorang Yang Pernah Ada karya Smita Prathita Sjahputri&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;25. Teriak Dalam Diam karya M. Zakky Ramadhany &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Demikian keputusan juri dan keputusan itu tidak dapat diganggu gugat. Kedua puluh lima karya tersebut akan dimuat dalam buku kumpulan surat cinta. Selamat kepada para pemenang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat penuh cinta,&lt;br /&gt;GagasMedia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: www.gagasmedia.net)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-1076069994302690289?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/1076069994302690289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=1076069994302690289&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/1076069994302690289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/1076069994302690289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2008/11/news-flash.html' title='NEWS FLASH'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-4456579005490463607</id><published>2008-10-10T07:20:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T08:03:21.574-07:00</updated><title type='text'>REUNI SD: SANGAT DJADOEL!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SO9ujQ9TbeI/AAAAAAAAAEc/x3eTuvs-XOs/s1600-h/_MG_07212.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SO9ujQ9TbeI/AAAAAAAAAEc/x3eTuvs-XOs/s320/_MG_07212.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255540842291228130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Masa-masa paling indah, masa-masa di sekolah…” &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;—Chrisye, dalam penggalan lagunya—&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar, jangan heran dulu. Dan jangan geleng-geleng kepala ketika menyimak judul di atas. Saya sudah paham jika dari beberapa orang yang membaca blog saya rata-rata menggelengkan kepala atau mungkin tersenyum heran ketika membaca judulnya. Seperti beberapa kasus ketika saya menulis &lt;a href="http://globalizacktion.blogspot.com/2008/08/25-juli-2008-message-zaq-dah-nyampe.html"&gt;Nyulik Anak Orang&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://globalizacktion.blogspot.com/2006/08/kadang-munafik-itu-perlu-m-zakky-r_19.html"&gt;Kadang Munafik Itu Perlu&lt;/a&gt;. Oke, sebenarnya mereka tidak terheran-heran. Justru banyak yang tertawa. Semoga kalian awet muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sedikit terlambat saya mengucapkan hal ini: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Taqabbalallahu minna wa minkum, maaf lahir batin&lt;/span&gt;. Semoga shaum kita diterima oleh Allah dan pada saat satu syawal bisa kembali pada fitri. Bagi yang mudik dan sudah kembali saya mengucapkan selamat. Karena pemudik masih bisa menyempatkan bertemu sanak saudara walaupun jauh di seberang sana. Bahkan jika dibedah secara mendalam, fenomena mudik merupakan suatu bentuk perjuangan selain menahan lapar dan haus serta nafsu. Mudik adalah perjuangan menuju kepada orang-orang yang kita cintai. Mudik juga butuh pengorbanan besar diantaranya tenaga, kesabaran, dan tentu saja uang. Bahkan yang paling ekstrim adalah pengorbana nyawa. Karena setiap tahun selalu saja ada pemudik yang tewas akibat kecelakaan di perjalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini saya mudik ke Banten, rumah bagi para pendekar debus. Ranah Banten terkenal dengan debus, tapi anehnya justru saya tak begitu akrab dengan debus. Begini, saya pernah tinggal di Banten selama 9 tahun. Saya TK dan SD di sana. Saya juga besar di sana sebelum akhirnya ‘ngungsi’ ke Garut akibat Krakatau tidak meletus—iya, saya memang pindah ke Garut karena ingin sekolah, bukan karena Krakatau. Dan yang paling aneh adalah saya tak pernah menyaksikan pagelaran debus secara langsung di depan mata kepala saya sendiri. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;What a pity.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, beberapa orang teman saya beranggapan bahwa saya memiliki kemampuan bela diri tersebut karena pernah tinggal lama di Banten. Hey, mana mungkin gue bisa kebal golok? Lha wong saya punya rekor tersayat silet, teriris pisau, dan tertusuk jarum. Satu hal: semuanya berdarah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi saya katakan, saya tak mempunyai kemampuan khusus debus atau sejenisnya. Saya tak punya mantra kebal senjata atau pelet—saya punya pelet ikan, jadi tolong jangan memakai logika kedaerahan. Karena ‘nasionalisme’ atau sebut saja ‘lokalisme’ saya terhadap Banten masih dipertanyakan. Saya asli Bandung, tapi lama tinggal di Banten. Lalu mondok di Garut kemudian balik lagi ke Bandung. Bandung memang kota setia, walaupun saya ‘selingkuh’ dengan yang lain toh Bandung tetap mau menerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tinggal di Garut yang identik dengan dodol, ternyata saya juga mengalami peristiwa yang sama persis dengan debus. Yaitu  bahwa masyarakat Garut sendiri sangat jarang mengkonsumsi dodol. Saya perhatikan teman saya, dia jarang makan dodol walaupun dia asli Garut—yang saya ingat dia sangat sering mengkonsumsi nasi. Saya pun selama tinggal di Garut, mengkonsumsi dodol masih bisa dihitung dengan jari tangan. Entah mengapa, mungkin teman-teman saya yang dari Garut punya alasan logis untuk menjelaskan hal ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, kita kembali ke permasalahan awal dimana tulisan ini berangkat dari sebuah judul, bukan berangkat dari kata debus dan dodol. Tepatnya seminggu kemarin lebaran, saya mudik ke Banten bersama keluarga. Tepatnya H+1 lebaran kami berangkat. Dari Bandung sekitar pukul 07.00 dan sampai di Serang pukul 10.00 WIB—&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Waktu Indonesia bagian Banten.&lt;/span&gt; Kami mampir dahulu ke rumah beberapa saudara yang terletak di Serang dan Pandeglang. Kemudian kami melanjutkan perjalanan sampai tibalah di tempat tujuan, di sebuah kecamatan yang terletak diantara Pandeglang dan Labuan, tempat dulu saya pernah tinggal di sana dan menghabiskan masa kecil, tempat saya TK dan SD, sebuah kecamatan bernama Menes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang mungkin nama ini terdengar agak asing di telinga. Sebagian lagi mungkin bertanya: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Menes teh sebelah mana Ujung Kulon?&lt;/span&gt; Atau ada yang protes: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Menes itu kan nama Fir’aun!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sah-sah saja. sama ketika kita berkenalan dengan seorang teman yang berasal dari desa entah dimana itu namanya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kamu dari mana? Saya mah dari Salawu. Where is Salawu exactly? Have you ever heard about it? Is it there on the map?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menes. Kecamatan ini terletak di pertengahan antara Pandeglang dan Labuan. Labuan itu daerah yang berbatasan dengan pantai. Ya deketlah dari Labuan ke Pantai Carita. Daerahnya tidak terlalu luas seperti Bandung—iya, namanya juga kecamatan. Di sini suasananya masih suasana kampung. Walaupun begitu, Menes tidaklah kampung-kampung amat. Sebagian rumah terlihat sangat modern. Motor telah begitu menjamur di sini. Puskesmas dengan sarana lengkap juga telah ada. Hanya mungkin dari segi SDM Menes masih jauh tertinggal disbanding kecamatan-kecamatan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lahan kosong dan lahan liar yang seolah dibiarkan begitu saja. sehingga lahan tersebut ditumbuhi oleh berbagai macam pepohonan, bahkan tak jarang menjadi sebuah kebun yang didalamnya terdapat berbagai macam pepohonan yang bisa diambil manfaatnya. Duren, cengkih, salak, melinjo—&lt;span style="font-style:italic;"&gt;gnetum gnemon&lt;/span&gt;—, pisang, singkong, ubi, kumbili. Selain keanekaragaman pohon, ada satu hal yang membuatku ingin tertawa jika harus melafalkannya. Apa itu? nama-nama daerah di sekitaran Menes. Dulu saya biasa saja mendengarnya. Namun setelah terkontaminasi gaya urban Bandung, saya kok jadi pengen ketawa ya. Coba lafalkan beberapa nama daerah ini: Kadubangkong, Jiput, Kadubanen, Nanggorak, Cimedang, Ciketar, Cimanying, Kadubueuk, Munjul, Cikedal, dan tentu saja tempat tinggal saya dahulu: Rengat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta tentu saja setiap daerah mempunyai logat tertentu ketika melafalkan bahasa daerahnya masing-masing. Banten memang mempergunakan bahasa Sunda, sama halnya seperti Garut dan Bandung. Hanya memang dari segi pelafalan dan dialeknya berbeda. Banten yang kutinggali lebih kepada Sunda yang menggebu-gebu, agak sedikit kasar, serta di beberapa daerah seperti Serang bahasa Sundanya ’sinkretis’ dengan bahasa Jawa. Mungkin kata sireu untuk wilayah Serang sudah tak asing lagi. Berbeda dengan daerah Ciamis dan seputaran Garut yang cenderung (agak) halus dalam segi substansi bahasa dan pelafalannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tiga hari saya di Banten, berangkat hari kamis kembali lagi hari minggu. Tujuan utama mudik adalah silaturahmi. Katanya silaturahmi bisa memanjangkan umur. Maka saya dan keluarga selama tiga hari itu selalu menyempatkan silaturahmi kepada siapa saja. Lalu saya pun mempunyai inisiatif untuk melakukan silaturahmi bersama teman-teman SD saya dulu. Teman-teman yang saya tinggalkan delapan tahun yang lalu. Teman-teman yang dulu menjadi balad saya dalam bolos sekolah, berenang di sungai, babacakan plus botram, kerja kelompok. Ah, bagaimana kabar mereka sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya tak merencanakan adanya reuni. saya hanya ingin bertemu saja dan ngobrol dengan beberapa teman tentang banyak hal. Namun, ketika seorang teman berkata pada saya bahwa dia sedang merencanakn untuk kumpul bersama, jadilah saya bersemangat kemudian saya usulkan untuk langsung saja reuni. dia setuju, dan waktu kita sepakati malam minggu saja di rumah teman.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Malam minggu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ”Kang, Cimanying!”&lt;br /&gt; ”Siap, Jang!”&lt;br /&gt; ”Kebut kang! Tos telat yeuh!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul setengah delapan malam, saya berangkat ke rumah teman saya itu. Menggunakan jasa tukang ojek kenalan seorang tetangga. Jarak dari tempat saya ke rumah teman memang tidak jauh, hanya sekitar tujuh menit. Hanya menjadi jauh ketika harus berjalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berhenti di depan rumah teman saya, di depan pagar telah berdiri dua orang. Bukan, itu bukan teman saya. Itu adalah orang tua teman saya yang sengaja menyambut kedatangan alumni SD Menes 01. saya bersalaman dengan kedua orang tersebut dan masuk ke dalam. Di sana telah berkumpul beberapa teman saya, dan ternyata...mereka berubah! Sangat berbeda ketika dulu waktu saya di SD! Beda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi inilah perubahan wujud selama delapan tahun. Untuk beberapa teman, saya masih kenal. Tapi untuk sebagian lagi saya bingung. Bingung apakah ini benar teman saya, apakah ini teman yang saya kenal dulu, kenapa berubah menjadi orang yang tidak saya kenal? Ternyata kita terlempar ke mesin waktu alam, mesin alami selama delapan tahun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ”Damang, Ki?” Kata salah seorang teman.&lt;br /&gt; ”Alhamdulillah. Di dinya kumaha?”&lt;br /&gt; ”Alhamdulillah hade-hade bae...” Bisa kau bedakan jawaban orang Banten dan orang Garut jika ditanya Damang? Lihat saja jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tidak semua teman berkumpul saat itu. Hanya beberapa orang saja. Selebihnya tidak hadir dengan alasan ada kesibukan lain. Hmmm...orang Menes ternyata menjadi orang yang super sibuk di Millenium ketiga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menjadi topik pembicaraan kami malam ini adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;flashback&lt;/span&gt; masa-masa SD. Karena menurut saya, itulah hal yang membuat suasana menjadi nyaman karena kita di situ mempunyai kedekatan satu sama lain yang disatukan oleh sebuah SD. Jika saya memutuskan sekolah di Bandung, mungkin saya tak akan pernah kenal dengan Mukhlis—saingan saya waktu SD—orang Nanggorak. Atau Deni yang selalu cool di hadapan kita semua. Atau Yandi, si tak mau diam, pelumer suasana. Dan kenapa saya harus sekolah di Menes? Saya tak tahu. Mungkin nasib waktu itu mengharuskan saya untuk stay di Banten. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu SD, terutama anak laki-laki, identik dengan rasa penasaran yang tinggi. Termasuk saya. Saya juga sedikit nakal waktu SD, tapi tiba-tiba berubah menjadi ’jinak’ ketika pindah ke Garut. Waktu SD, ketika bel istirahat berbunyi, saya dan teman-teman yang lain selalu bermain ke sebuah sungai di seberang sekolah. Letaknya sekitar 400 meter dari sekolah. Sungai ini bernama Cikaret. Airnya jernih, menyegarkan. Dan di situlah ritual kami dimulai. Kami melepas seragam dan masing-masing dari kami menceburkan diri ke sungai mirip atlet lompat indah. BYURR!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu istirahat yang tertera adalah 15 menit. Namun kami tak biasa dengan waktu sependek itu. Apalagi kami semua harus ’les’ renang di Sungai Cikaret. Maka waktu istirahat biasanya kami perpanjang sampai satu jam, atau minimal setengah jam. Guru-guru pun sudah mafhum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berenang ketika istirahat, kegemaran kami adalah berseteru dengan anak perempuan. Sebenarnya saya agak netral di sini, sedangkan teman-teman yang lain seolah tetap enggan melakukan gencatan senjata. Tak ada kibaran bendera putih, yang ada hanya genderang perang. Cuek-cuekan, pura-pura jaim, ledek-ledekkan, hal-hal semacam itulah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, saya tak pernah kepikiran bisa meraih rangking satu. Ketika kelas satu, saya rangking delapan. Kalah oleh Ahmad Jalaluddin. Kelas dua saya tak masuk peringkat lima besar, kalah oleh Mukhlis yang waktu itu juara kelas. Kelas tiga saya peringkat lima. Baru setelah naik kelas empat saya mulai menikmati bagaimana rasanya rangking satu. Hmmm...asyik ternyata, karena secara otomatis menjadi terkenal. Saya menikmati rangking satu dari mulai kelas empat sampai kelas enam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa hal yang membanggakan dari SD kami? Hmmm...SD kami sangat handal dalam baris-berbaris dan SKJ—Senam Kesehatan Jasmani. Menjuarai lomba baris-berbaris secara berturut-turut dalam rangka 17 agustus adalah ciri khas SD kami. Tapi kami agak sedikit payah dalam hal olah raga seperti sepak bola, tenis meja, bulu tangkis. Dalam segi keilmuwan cukup lumayan. Mungkin di sinilah kegemaran saya dalam menulis bisa tersalurkan. Saya ditunjuk menjadi wakil sekolah untuk lomba mengarang tingkat SD se-kecamatan. Alhamdulillah meraih juara dua. Dan dibawa ke tingkat kabupaten Pandeglang. Di tingkat kabupaten, guru saya mendapat kabar bahwa saya juara dua lagi. Saya tak tahu pasti karena ketika diumumkan saya sedang bersenang-senang dengan kawan-kwan—ngojay di Cikaret!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling saya ingat dan berkesan ketika waktu SD adalah ketika SD kami mengikuti kompetisi cerdas-cermat tingkat kabupaten. Utusan sekolah adalah saya, Mukhlis, dan Nizar. Tipe berpikir ketiga anak ini hampir sama: tipe penghapal. Karena dari SD kami tak ada orang yang menonjol dalam masalah eksak. Perbedaannya saya suka baca majalah Bobo, Mukhlis selain belajar dari buku pelajaran dia juga belajar dari alam, sedangkan Nizar adalah adik kelas kami. Saya juga tak tahu kenapa kami harus merekrut Nizar. Perlu diingat, kami bukan tim unggulan. Kami juga merasa minder jika berhadapan dengan tim sekelas SD Menes 03 yang pernah keluar sebagai juara tiga cerdas-cermat TVRI dulu. Atau berhadapan dengan SD Pandeglang 03 yang notabene kemampuan eksak dan hapalannya diatas rata-rata. Mungkin nasib kami berakhir sebagai tim genjreng saja. Atau yang lebih naas lagi, sebagai pelengkap!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengirimkan dua grup, grup pertama terdiri dari kaum hawa dan yang kedua tentu saja kamu Adam—maaf untuk waria, belum tersedia &lt;span style="font-style:italic;"&gt;space&lt;/span&gt;. Cerdas-cermat tingkat kabupaten ini terdiri dari tiga sesi. Sesi pertama adalah penysihan. Kedua semi-final. Dan ketiga adalah final. Sesi pertama kami jalani dengan baik, walaupun dengan susah payah dan penuh ketegangan. Apalagi pertanyaan rebutan terakhir sangat mudah: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Siapakah presiden Irak?&lt;/span&gt; Saya tahu, dan tim kami tahu. Tapi tim lawan lebih dahulu menekan bel. Dan dengan pedenya tim tersebut menjawab: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Abdurrahman Wahid!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tim dengan peringkat satu-dua berhak melaju ke babak semi-final. Dari empat grup yang bertanding di babak penyisihan, dipilihlah dua grup. Kebetulan SD kami menempati posisi satu sehingga berhak melaju ke babak semi-final. Di babak semi-final kami menempati posisi pertama lagi. Saya kurang begitu tahu siapa lawan kami waktu itu. Saya lupa lagi. Tapi yang saya ingat adalah ketika melaju ke babak final. Saya masih ingat betul lawan yang saya hadapi dan ternyata sesuai dengan ekspektasi awal saya. Di final tiga SD bertemu: SDN Menes 01, SD Islam Mathla’ul Anwar, dan SDN Pandeglang 03. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tak heran jika SDN Pandeglang 03 melaju ke final, itu hal biasa. Tak ada yang perlu diragukan lagi. Sementara SD Mathla’ul Anwar diuntungkan sebagai tuan rumah. Dukungan tentu saja mengalir deras pada SD tersebut. Sedangkan SD saya? Saya tak tahu apakah SD saya waktu itu pantas meladeni dua tim superior ini. Terus terang, ini adalah pertama kalinya kami masuk final. Tahun-tahun sebelumnya selalu kandas di babak penyisihan. Saya pun bingung, mencari-cari alasan yang tepat tentang pantaskah kita melaju ke final? Kita tak punya sejarah menang, bukan tuan rumah, dan tak memiliki track record yang bagus. Ahh...biarkan saja kami melaju. Toh ini maslah hak, bukan menemukan korelasi dan alasan. Melaju ke final adalah hak bagi setiap pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 20.00 ketika hari sudah gelap, kami semua berkumpul di ruang kelas. Perwakilan dari berbagai sekolah di kabupaten Pandeglang ikut juga berkumpul di kelas. Mereka ingin menyaksikan babak final cerdas-cermat tingkat kabupaten. Perlombaan ini memperebutkan prestise. Siapa yang menang, sekolahnya menjadi terpandang. Dari pihak sekolah kami, guru tercinta Bapak Suparta datang mendampingi. Beliau ingin melihat anak-anaknya bertanding. Mempertaruhkan kehormatan sekolah. Walaupun sebenarnya sekolah kami tak layak dipertaruhkan harga dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalpun dibacakan. Ada yang terjawab dan ada yang tidak. Suasana tegang karena drama susul-menyusul angka di babak pertama. Di babak kedua, kami diminta untuk menebak kata yang terbentuk dari rangkaian beberapa sandi atau sebaliknya, terutama sandi morse. Selebihnya semaphore dan sandi rumput. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ”Regu A, coba ubah kata M-A-N-I-S ke dalam sandi morse!”&lt;br /&gt; ”Tit-tiiit-tiiit...” Aku sangat bersemangat!&lt;br /&gt; ”Maaf, tolong jangan berbunyi seperti itu. Untuk membedakan yang pendek dan panjang coba memakai kata tik dan da. Silakan diulang” ujar sang pembaca soal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang ada di situ tertawa. Kalian juga pasti tahu maksudnya.  Aku mencoba tak memikirkan hal itu, anggap saja kesalahan yang memberi pencerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ”Pertanyaan selanjutnya untuk regu C. Kapan PBB didirikan?”&lt;br /&gt; ”...???” Diam, tak ada jawaban.&lt;br /&gt; ”Waktu habis! Silakan regu A...”&lt;br /&gt; ”24 oktober 1945” jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-demi pertanyaan terus mengalir. Dan saat itu pula jawaban demi jawaban bermunculan. Saat babak pertama dan kedua, nilai ketiga tim relatif stabil. Satu sama lain nggak jauh-jauh amat. Tibalah pada babak selanjutnya, babak rebutan. Ini yang kami tunggu-tunggu. Kami bertiga mencoba relax dan jangan terbebani. Santai saja, kalah-menang biasa. Tapi menang harus hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata pertanyaan-pertanyaan babak rebutan sangat mengejutkan! Karena rata-rata jawabannya terdapat di majalah Bobo yang saya baca. Mukhlis pun seakan sangat menikmati momen malam ini. Nizar? Saya tak tahu. Tapi saya yakin dia senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan demi pertanyaan kami jawab bersama. Kalau tidak saya, Mukhlis yang jawab. Kalau tidak Mukhlis, saya yang jawab. Nizar membantu kami dengan doa dan sesekali menyemangati dengan berkata: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;betul Jack, betul Muh!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini akhirnya menjadi milik kami, milik SDN Menes 01. kami bertiga juga tak percaya. Saya hanya bisa ternganga. Mukhlis dan Nizar juga heran. Suporter kami juga turut bersorak gembira. Dan terutama guru yang mendampingi kami waktu itu, Pak Suparta, terharu dan saya melihat beliau menitikkan air mata. Kami bertiga menghampiri beliau lalu beliau berkata, ”Bagus!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahh...malam itu indah. Karena malam itu milik kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ”Ki, diminum atuh aquanya...” Tegur salah seorang teman.&lt;br /&gt; ”Eh, iya.” Jawabku singkat&lt;br /&gt; ”Maaf ya di sini mah seadanya aja. Maklum di kampung...”&lt;br /&gt; ”Oh, nggak apa-apa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan terus berlanjut. Namun entah mengapa ketika kita bertambah dewasa, lalu tak bertemu selama beberapa tahun terpisah oleh jarak, banyak hal berbeda seolah kita tidak mengenal. Deny sibuk di sini dan telah bekerja di anu. Mukhlis kerja di anu. Yandi aktif anu. Yang menyatukan kita malam itu adalah kisah masa kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunjukkan pukul 22.30. adik saya memberi pesan agar jangan pulang terlalu malam. Ayah saya menelfon agar cepat pulang. Ah, saya masih rindu dengan mereka. Waktu yang hilang selama delapan tahun tak cukup dibayar dengan tiga jam. Saya perlu lebih lama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya apa mau dikata, saya harus pulang. Saya berpamitan dengan semuanya. Kapan-kapan kita bisa berkumpul lagi. Kita berkumpul lagi dengan format yang beda. Kita berkumpul di Cikaret dan renang bersama misalnya. Bagaimana?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-4456579005490463607?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/4456579005490463607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=4456579005490463607&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/4456579005490463607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/4456579005490463607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2008/10/reuni-sdsangat-djadoel.html' title='REUNI SD: SANGAT DJADOEL!'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SO9ujQ9TbeI/AAAAAAAAAEc/x3eTuvs-XOs/s72-c/_MG_07212.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-7747389616996243718</id><published>2008-09-01T00:42:00.000-07:00</published><updated>2008-09-28T08:11:30.074-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Review'/><title type='text'>DRUNKEN MOLEN: Cacatnya Harian Pidi Baiq</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SLuekgA6csI/AAAAAAAAAEM/RPFLSefrOX8/s1600-h/viewimage.php.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SLuekgA6csI/AAAAAAAAAEM/RPFLSefrOX8/s320/viewimage.php.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240956941281948354" /&gt;&lt;/a&gt; Jika kita masih berpikir penulis sekelas Raditya Dika—dengan Kambing Jantannya—adalah seorang ahli pengocok perut dan pembuat gelak tawa, pikirlah dua kali. Karena kali ini ada ‘manusia aneh’ yang datang dari Republik The Panas Dalam siap membuat kita lebih dari sekedar tertawa atau mengocok perut. Pidi Baiq, nama aneh yang membuat kening saya berkerut. Entah apa artinya nama itu. saya berasumsi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pidi&lt;/span&gt; itu akronim dari Panas Dalam dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Baiq&lt;/span&gt; itu plesetan dari Baik. Kalau digabung ini hanyalah sebuah justifikasi/pembenaran dari seorang dedengkot grup band Panas Dalam dimana dia ingin mencitrakan Panas Dalam itu baik, padahal kenyataannya nggak begitu. panas Dalam itu eksentrik, seperti seorang temen saya, atau bisa kita sebut gila. Ehem, ini opini pribadi saya. Jangan sampai tersesat ke jalan yang lurus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat kedua, Pidi adalah kepanjangan dari PD. Namun mungkin Mas Pidi takut disangka sombong kalo display nama penulisnya PD Baiq. Takut kesan orang negatif sama dia. Udah mah namanya PD, ditambah embel-embel Baiq lagi! Dasar PD Baiq! Beurat teuing ku ngaran—Terbebani oleh nama. Maka dari itu, akal Pidi berjalan dengan sangat cepat. Bergantilah menjadi Pidi Baiq. Sekali lagi, ini hanya asumsi pribadi. Jika memang ternyata kejadiannya benar begitu, haruskah saya ikut terkenal bersamanya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebenernya buku ini sudah lama saya beli. Tapi entah kenapa saya suka sekali membacanya. Penggalan-penggalan kisah Pidi Baiq sarat dengan ketidakjelasan, terkesan ngelantur, seenaknya. Namun dibalik semua itu, Pidi memberi suatu penekanan bahwa hidup itu hendaknya dijalankan dengan main-main tanpa harus melanggar kode etik yang sudah ada. Juga, perenungan terhadap sesuatu yang simple tapi begitu mendalam serta mewujudkannya ke dalam keseharian. Oke, jika kalian pusing dengan review saya berarti kalian waras. Tapi kalau nggak pusing sama sekali, selamat, berarti kalian lebih waras!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Waktu hendak membaca halaman pertama, ada beberapa kata yang perlu kita semua—sebagai orang waras tentunya—garisbawahi. Terutama kalimat-kalimat pendek ‘berbahaya’ dari penulis. Diantaranya: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saya ucapkan terima kasih seolah-olah kepada diri saya sendiri!&lt;/span&gt; Atau yang ini: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nama orang dan tempat yang ada di dalam setiap cerita tidak semuanya asli dikarenakan setiap orang memiliki tabiat yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di awal kisah pertama, ada sebuah judul: Naruto Bersyukur. Apalagi ini? Sebuah pembodohankah? Atau sebuah pelajaran yang sarat dengan nilai-nilai kebaikan? Atau mungkin nilai-nilai kebalikan? &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begini, Suatu malam Pidi mendapat kabar gembira. Bahwa anaknya, Timur, telah khatam. Mendengar berita gembira ini, Pidi langsung berinisiatif untuk melakukan syukuran di rumahnya. Mungkin untuk mensyukuri khatamnya Timur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun, ide tersebut sempat ditolak oleh sang istri. Kenapa? Alasannya karena Timur khatam. Hmmm…di satu sisi ayahnya setuju syukuran karena Timur udah khatam. Tapi di sisi lain ibunya tak setuju karena justru Timur Khatam. Kenapa terjadi kontradiksi seperti ini? Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata Timur bukan sembarang khatam. Tapi Timur telah khatam game Naruto. Tamat! &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Level complete!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Nggak usah!” kata sang istri.&lt;br /&gt;“Kenapa?” Pidi balik Tanya.&lt;br /&gt;“Ngapain?”&lt;br /&gt;“Apa salahnya, ibu?”&lt;br /&gt;“Mengada-ada saja!”&lt;br /&gt;Bukankah ritual tujuh bulanan juga mengada-ada? Lalu 40 hari, 100 hari, 1000 hari juga mengada-ada? Kalau mereka dikritik alasan mereka juga sama: apa salahnya? Apa salahnya ngumpulin orang orang bersilaturrahmi? Iya, kan? Akhirnya sang istri luluh dan hanya berkata, “Ya udah terserah Ayah! Asal pake uang Ayah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya syukuran tamat game Naruto pun terlaksana. undangan pun berdatangan yang tak lain tetangga dekat keluarga Pidi Baiq. Dengan sedikit malu-malu, Pidi berkata di hadapan hadirin bahwa dia mengadakan syukuran atas jerih payah anaknya dalam menamatkan game Naruto. Karena dia berpikir bahwa menamatkan game tersebut bukanlah hal mudah. Proses dan perjuangannya tentulah sangat berat. Terutama membagi waktu dengan sekolah, Timur juga harus mencari cara mengalahkan musuh Naruto, yang tentunya bukan musuh sembarangan. Tentunya kita masih ingat siapa itu Orochimaru dan gerombolan Akatsuki. Mereka bukanlah musuh sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mudah-mudahan dengan tamatnya Timur menyelesaikan game Naruto itu, Timur tidak akan main PS lagi…”&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, masih banyak kisah menarik lainnya. Itupun jika masih berpikiran buku ini menarik, coba pikir untuk yang ketiga kalinya. Karena seorang Jaya Suprana mengatakan buku Pidi Baiq ini Humor sekaligus Horor! Bahkan di cover depan tertulis dengan jelas: Buku ini jangan dibaca!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Candil, vokalis Seurieus, mendapat kesempatan untuk mengomentari buku ini. Dia bilang: Buku ini sangat aneh. Walaupun saya belum membacanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Intinya, jika tidak siap mental untuk berpikir dan tertawa, lebih baik jangan baca buku ini. Tapi beli saja dulu. Bukankah buku yang dibeli tapi tidak dibaca lebih baik dari buku yang dibaca tapi tidak dibeli??? Modal, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;euy!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-7747389616996243718?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/7747389616996243718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=7747389616996243718&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/7747389616996243718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/7747389616996243718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2008/09/drunken-molen-cacatnya-harian-pidi-baiq.html' title='DRUNKEN MOLEN: Cacatnya Harian Pidi Baiq'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SLuekgA6csI/AAAAAAAAAEM/RPFLSefrOX8/s72-c/viewimage.php.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-5506281547433295639</id><published>2008-08-13T05:57:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T06:07:30.366-07:00</updated><title type='text'>Quotes</title><content type='html'>Pendidikan dan Pengalaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Pendidikan mengharuskan kita belajar untuk mengikuti ujian. Sedangkan pengalaman akan menguji kita, setelah itu baru kita belajar darinya."&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-5506281547433295639?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/5506281547433295639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=5506281547433295639&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/5506281547433295639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/5506281547433295639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2008/08/quotes.html' title='Quotes'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-6195681515568044324</id><published>2008-08-06T08:49:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T08:59:10.537-07:00</updated><title type='text'>Nyulik Anak Orang!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SJnIy37g1jI/AAAAAAAAAC8/S4U5SCin498/s1600-h/DSC05527.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SJnIy37g1jI/AAAAAAAAAC8/S4U5SCin498/s320/DSC05527.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231433218500122162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 Juli 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Message: Zaq dah nyampe rumah...?&lt;br /&gt;From: M**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Message: Udah Mie...ni lg istirahat d kamar. Kaki pegel2 heu...knp gt?&lt;br /&gt;To: M**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Message: Nggak knapa2..bisi nyasar ah hehe...Yah dah perjuangan siy k Old City..Ditambah k Lembang..Haduwh2..Zaq..Zaq..Tp Makasi y..Ywdah atuh istirahat y...&lt;br /&gt;From: M**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Message: Nyasar? Kan banyak angkot x hehe...Iya mkasi jg wat hr ini. Ni pgel gara2 jarang olah raga. Km jg istirahat y...Oyasuminasai&lt;br /&gt;To: M**&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capek banget hari ini. Gila, ini baru yang namanya city touring. Kaki udah nggak bisa gerak lagi. Rasa-rasanya bengkak segede kaki gajah. Kepala juga pening. Badan apalagi, mirip orang tua yang terkena osteoporosis. Padahal aku belum mandi. malam ini panas, tapi aku tak tahan lagi untuk bangkit. Apalagi untuk sekedar mandi, untuk wudhu dan solat isya saja perjuangan ekstra keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah aku tidur dengan penuh keringat. Ditemani nyamuk yang selalu siap memburu darah-darah segar malam ini. Terkadang pukulan dan tepukan tanganku tak menyurutkan gerombolan nyamuk haus darah tersebut untuk berhenti 'menambang' darahku. dasar nyamuk-nyamuk vampir!&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak biasanya pagi ini aku bangun subuh sekali, pukul 04.30. biasanya aku bangun telat dan hampir selalu begitu setiap hari. Namun hari ini, entah kesadaran apa yang membuatku terbangun pagi sekali. Padahal semalam tidur pukul 01.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kesadaran itu adalah karena beberapa isi SMS yang dya kirim. Beberapa SMS yang membuatku bersemangat menghadapi hari. SMS yang--sadar atau tidak--mengharuskanku bangun pagi karena hari ini aku harus menjemputnya. Dan tahukah kalian dimana aku harus menjemputnya? Tentu saja di rumahnya. Dan rumahnya terletak di Bandung sebelah barat, tepatnya Old City, Dayeuh Kolot, Kota Tua. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jauh geuningan ti Antapani teh!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaq: Halo...&lt;br /&gt;Adi: Halo Bro! Aya naon?&lt;br /&gt;Zaq: Ummm...Di, ari ka Dayeuh Kolot jalanna lewat mana?&lt;br /&gt;Adi: ...??? Rek naon ka Dayeuh?&lt;br /&gt;Zaq: Hehe...&lt;br /&gt;Adi: Oh, ngarti-ngarti. Hehe,,,maneh rek bareng jeung c M**?&lt;br /&gt;Zaq: Hehe...&lt;br /&gt;Adi: Geus weh ngambil arah ti Buah Batu. Terus ka Pasar Kordon. Lurus terus.&lt;br /&gt;Zaq: Maneh apal nu ti arah Moh. Toha teu?&lt;br /&gt;Adi: Teuing nu ti arah Moh Toha mah.&lt;br /&gt;Zaq: Oh, ya udah atuh. Thank you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaq: Halo Mif...&lt;br /&gt;Mif: Halo Zaq, aya naon?&lt;br /&gt;Zaq: Mif, ari ti Moh. Toha bisa lurus ka Dayeuh Kolot teu?&lt;br /&gt;Mif: Kela-kela...Rek naon maneh ka Dayeuh kolot?&lt;br /&gt;Zaq: Hehe... (ini nyengir kesekian kalinya)&lt;br /&gt;Mif: Alaach,,,apal urang. Rek ka teun c M** kan? Rek naon maneh ka ditu?&lt;br /&gt;Zaq: Hehe... aya perlu.&lt;br /&gt;Mif: Iya, bisa kok lewat Moh. Toha terus lurus. Sampe deh di depan imahna.&lt;br /&gt;Zaq: Oh, OK deh. Thanks bro!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YES!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Serba salah. Ya, selalu saja begini. Entah kenapa aku selalu merasa salah, selalu merasa ada yang kurang, dan selalu menuntut perfect. Terutama jika harus melakukan ‘agenda’ bersama seorang wanita. Dimulai dari baju yang kupakai. Rasanya kurang pas deh, terlalu longgar. Kemudian celana. Ah, warnanya nggak match sama baju. Jadi seolah tabrakan warnanya—walaupun saya bukan seorang fashion stylist. Jadi apa yang harus kupakai, hah?&lt;br /&gt; Terlalu menuntut kesempurnaan membuat diriku pusing. Sempurna menurutku bukan berarti baik bagi pandangan orang. Jadi, kesempuranaan mana yang akan kuambil? Menurut pendapat orang atau pribadi? Well, daripada terus begini dan tak mempunyai konsep yang jelas tentang fashion yang baik ketika berhadapan dengan wanita, sudah, aku putuskan untuk tampil apa adanya saja. Bukankah aku sudah bilang, Jika kau tak punya apa pun, cukup tunjukkan dirimu sebenarnya. itu saja, tidak lebih. Dan orang akan melihat bahwa kau punya sesuatu yang berlebihan. Percayalah!&lt;br /&gt; Berbekal quotes pribadi tersebut, aku beranikan diri untuk memakai t-shirt hitam bertuliskan ‘Jack Daniels’ dan celana jeans warna coklat dan sandal (ehem..) Eiger. Tak lupa jaket hitam. Maka, sekitar pukul 7.20 aku berangkat menuju Old City dengan perasaan campur aduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Emang tau gitu dari tol Moh. Toha? Kalo lewat situ ntar pada manyun lagi, soalnya di situ padat dan sering macet tau?!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ya, terbukti. Mengambil rute dari Moh. Toha adalah cobaan terberat sebelum mencapai Oase Dayeuh Kolot. Antrian kendaraan begitu padat serta tingkat polusi yang tinggi, membuat siapapun yang lewat pada jam-jam tertentu bawaannya selalu stres dan frustasi. Selain antrian kendaraan, juga antrian manusia yang selalu ikut meramaikan. Jadi, jika kita terjebak kemacetan lalu lintas dan berniat turun dari angkot supaya bisa berjalan lebih leluasa, itu salah besar! Yang harus diperhatikan adalah: Kendaraan dan manusia sama-sama terjebak antrian panjang. Jadi, belilah pesawat terbang. Yuk!&lt;br /&gt; Perjalanan menuju rumah dya menghabiskan waktu sekitar satu jam. Hmmm...setengah waktu perjalanan Garut-Bandung. Dan sesampainya di sana, aku menunggunya di depan Gapura gang masuk ke rumahnya. Deg...deg...deg...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan jantung stadium tiga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang beberapa menit kemudian...&lt;br /&gt;Mie: Hey, dah lama?&lt;br /&gt;Zaq: Ah, nggak kok. Baru lima menit.&lt;br /&gt;Mie: Macet ya?&lt;br /&gt;Zaq: (Dah tau nanya!) Iya, lumayan hehe...&lt;br /&gt;Mie: Kata Mie juga apa, jangan lewat situ. &lt;br /&gt;Zaq: Ya aku taunya Cuma lewat situ. Kalo lewat Buah Batu aku nggak tahu. Udah siap?&lt;br /&gt;Mie: Iya…&lt;br /&gt;Zaq: Yuk berangkat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Well, adegan prolog dalam sebuah sinetron. Ini adalah warming up sebelum melakukan tapak suci. Ini adalah appetizer sebelum main course. Dan sejauh ini berjalan lancar. Sampai akhirnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaq: Mie, liat kunci motor nggak?! (Panik!)&lt;br /&gt;Mie: Lho, tadi kan sama kamu…&lt;br /&gt;Zaq: Tadi aku gantungin di sini (Di tempat bertuliskan ignition), tapi kok sekarang nggak ada???&lt;br /&gt;Mie: Duwh,,,coba cari di kantong jaket sama celana!&lt;br /&gt;Zaq: (Sambil meraba-raba kantong, aku tak menemukan apapun) Nggak ada.&lt;br /&gt;Mie: Duh, gimana dunk...?&lt;br /&gt;Zaq: Gimana lagi...? (Aku pasrah, mungkin tadi ada seseorang lewat dan mengambil kunci tanpa sepengetahuan kami berdua. Mungkin waktu kami sedang ngobrol)&lt;br /&gt;Mie: ...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Haduhh,,,kenapa selalu saja terjadi momen-momen unpredictable kayak gini? Bikin sport jantung saja! Kalo kayak gini caranya lebih baik kutitipkan saja motorku di rumahnya. Lalu, kita berdua naek angkot ke Buah Batu. Fiuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaq: Mie, aku nitip motor aja deh di rumah kamu...&lt;br /&gt;Mie: ...???&lt;br /&gt;Zaq: Kayaknya ada orang yang ngambil kunci motor. Ya mau gimana lagi...?&lt;br /&gt;Mie: ...???&lt;br /&gt;Zaq: Fiuhh...&lt;br /&gt;Mie: Coba cari lagi. Siapa tau nyelip di tas atau di saku gitu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perempuan yang keras kepala. Sudah kugeledah semua yang berhubungan dengan saku dan jaket, tapi tak membuahkan hasil. Tas pun sudah kugeledah dan tak ada apa-apa. Kenapa kau begitu yakin bahwa kunci ada di tas atau di saku padahal aku telah menggeledah semuanya?&lt;br /&gt; Hey, tunggu sebentar! Kok ada yang aneh di sabuk ya? Mirip-mirip gantungan kunci! Apa mungkin...??? Yaaaa....kunci motor! Kunci motor ketemu! Tapi kenapa harus nyelip di sabuk? Aneh.&lt;br /&gt; Well, hikmah dibalik musibah ini adalah malu sebagian dari iman. Aku malu bukan karena lupa menyimpan kunci, tapi malu karena salah menempatkan kunci tidak pada tempatnya. Dan di sinilah sesuatu yang buruk terjadi: Harga diri turun gara-gara kesalahan kecil. Maaf, Mie...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rute pertama adalah menuju rumah teman. Karena di sana sedang ada acara. Maka berangkatlah kami ke rumah teman tersebut. Sesampainya di sana, kami diperlakukan dengan baik dan ramah. Kami disuguhi makanan dan minuman. Ya, cukup sekian mengarang tingkat SD-nya.&lt;br /&gt;After that, kita melanjutkan perjalanan ke kampus. Kebetulan hari ini adalah hari jumat, aku dan beberapa teman jumatan terlebih dahulu. Sedangkan Mie aku titipkan di tempat penitipan barang(iya, sorry salah), maksudku Mie dan akhwat lainnya menunggu di BEM.&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari spesial untuk temanku. Karena ada teman yang ngulang yuswa, maka hari ini ada makan gratis dan rencananya di Selasih. Wow, it’s a good time! Let we eat together! Maka setelah jumatan, kita semua langsung berangkat menuju Selasih. Seperti biasa, aku bonceng Mie—bukannya dari tadi juga bonceng dya?&lt;br /&gt;Ketika nyampe di daerah Taman Makam Pahlawan, aku mempunyai ide brilian! Ide ini lebih-lebih dari ide biasa seperti penjahat menguasai dunia, ide ini lebih gila dari itu! Hmmm...kalo boleh aku menyebutnya sebagai ‘kejutan 25 juli’. Idenya adalah: Menculik anak orang!&lt;br /&gt;Ya, terdengar serius dan menyeramkan. Tapi biarlah. Sekali-kali menjadi penjahat tak apa, asalkan niatnya baik. (Lho???). Maksudnya begini, ini bukan sekedar menculik kemudian meminta tebusan. Bukan, bukan seperti itu. Aku pun berpikir, jika minta tebusan pada orang tuanya, mereka mungkin bilang: ‘Lho, kenapa kami yang harus nebus? Bukannya kamu yang harus nebus pakai mas kawin?’&lt;br /&gt;Kita berdua masih di bawah umur, pak.&lt;br /&gt;Culik dya! Culik dya! Culik dya! Bisikan-bisikan itu terus menggema di dalam kepalaku. Apakah aku harus menculik Mie? Apakah aku harus membawa kabur dya? Kalaupun harus, lalu kemana? Aku bingung. Aha, bagaimana kalau Setiabudhi? It’s a nice place. Cool, calm, and tiris.&lt;br /&gt;Jika ke Selasih harus belok ke kanan, maka aku putuskan belok ke kiri mengambil arah Sadang-Serang untuk kemudian menuju Dago melalui Tubagus Ismail. Cukup berani keputusan yang kuambil. Karena akupun tak tahu apa yang harus kulakukan setelah ini. Aku hanya mengikuti naluri remaja berumur 20 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mie: Lho. Kok kita belok ke sini?&lt;br /&gt;Zaq: Ummm...Ada perlu dulu Mie.&lt;br /&gt;Mie: Emang ntar dari sini bisa motong jalan ke Selasih gitu?&lt;br /&gt;Zaq: (Pertanyaan polos...) Hmmm...iya, bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam.&lt;br /&gt; Jujur, aksi ini sangat spontan dan memerlukan keberanian tingkat tinggi. Aku gemetar dan tak tahu harus berbuat apa. Sementara dya asyik dengan pikirannya sendiri. Ah, semoga saja dya mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mie: Zaq, kayaknya ini arah ke Dago deh?&lt;br /&gt;Zaq: Ummm...iya.&lt;br /&gt;Mie: Ngapain ke sini?&lt;br /&gt;Zaq: (Ayo, berpikir...berpikir...) ada pameran hehe...&lt;br /&gt;Mie: ...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Motor melaju dan keluar di Dago. Saat itu keadaan cukup ramai. Kami berdua terus menyusuri jalan ke arah ITB kemudian berbelok menuju Cihampelas. Lalu belok kanan dan akhirnya tiba di Cipaganti. Lurus terus sampe juga di daerah Setiabudhi. &lt;br /&gt; Perut udah bener-bener lapar. Duh, kenapa harus ngambil keputusan gila kayak gini? Kenapa nggak ikut mereka aja ke Selasih coba? Mungkin sekarang bisa ngumpul sambil makan gratis. Kalo di sini...? Bheuuu...capek abis!&lt;br /&gt; Sabar nak, namanya juga perjuangan. Even i tired and being heat here, i was happy with her. Eh, ada WS (Warung Steak) di depan. Ah, mending belok aja ke situ dan makannya di situ. Kalo naik lagi ke atas jauh dan keburu pingsan Mhuahaha….!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mie: Ngapain ke sini? (WS)&lt;br /&gt;Zaq: Makan...&lt;br /&gt;Mie: Ngapain jauh-jauh Cuma buat ke WS doang? Kenapa nggak sekalian aja tadi di WS deket kampus???&lt;br /&gt;Zaq: ...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampus deh gw! Aku kalah telak!&lt;br /&gt;Duh, kenapa ya aku jadi nggak konek gini? Iya ya, kalo Cuma ke WS aja ngapain jauh-jauh ke Setiabudhi? Kenapa nggak yang di Taman Sari aja sekalian deket kampus? Akh, bener-bener salah lagi. Duh!&lt;br /&gt;”Ya udah, kita naik aja ke atas.” Aku jawab.&lt;br /&gt;”Eh, ya udah di sini aja. ngapain juga ke atas? Jauh tau...” Mia nggak mau kalah.&lt;br /&gt;”Udah, pokoknya kita makan di atas. Kita makan di Lembang!”&lt;br /&gt;Tak ada suara lagi. Tak ada protes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkatlah kita ke Lembang. As you know, suasana di sini sejuk. Enaklah daripada Bandung kota. Panas pisan! Walopun terjadi kemacetan, toh bawaannya tetep enjoy dan nggak stres. &lt;br /&gt;KRING…KRING…!!!&lt;br /&gt;KRING…KRING…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunyi HP! Oh, ternyata HP Mie yang bunyi. Dya angkat telfon dan berbicara…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mie: Hallo...&lt;br /&gt;Sha: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kalian dimana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mie: Gak tau nih Zakky. Kita sekarang lagi di Lembang...&lt;br /&gt;Sha: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;What???&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mie: ...&lt;br /&gt;Sha: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cepet balik lagi ke Selasih. Kita tunggu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mie: Sha, Mie gak tau nih mo dibawa kemana. Kayaknya Mie diculik nih. Tolong...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; What? Diculik? Mana penculiknya...mana penculiknya? Kalo ketangkep gw bakal bikin perhitungan sama penculiknya! Awas lu penculik, kalo ketangkep gw hajar! Berani-beraninya ya lu nyulik dya dari gw...&lt;br /&gt; Hmmm...apa nggak kebalik yha?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mie: Zakky, kita mo kemana sih?&lt;br /&gt;Zaq: Ke Lembang...&lt;br /&gt;Mie: Ah, Mie gak mau. Kita pulang aja yuk ke Selasih.&lt;br /&gt;Zaq: Duh Mie, please...ini udah setengah jalan. Masak mo balik lagi...?&lt;br /&gt;Mie: Ya abisnya, ngapain jauh-jauh ke sini kalo Cuma pengen makan doang? Di Selasih juga bisa!&lt;br /&gt;Zaq: Please, Mie...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perempuan memang susah ditebak. Seolah setuju padahal nggak. Nggak setuju padahal pengen. Duh, really confusing now. Just try to be patient and I’ve to hold it untill finish. Yeah, there’s something i’ve to talk with her…&lt;br /&gt; Walopun perasaan campur aduk dan nggak nentu, takut dya ilfil, aku hanya mencoba sabar dan sabar. Soalnya waktu SMA aku punya temen yang namanya Shobir. Artinya orang yang penyabar. Nah, emang nggak nyambung kan?&lt;br /&gt; Bumi terus berputar. Begitu juga dengan ban motorku yang terus berputar menuju suatu kafe di sudut Lembang. Lama-kelamaan, semakin tinggi dataran semakin dingin pula daerah tersebut. Astaghfirullah, meuni tiris kieu Gusti…Tak apalah kalau aku yang kedinginan, no problem. Tapi kalau yang aku bonceng kedinginan? Bheuuu…gw takut ntar pas nganterin pulang dya flu atau demam. Duh, jangan sampe deh dya sakit. Kalopun dya sakit, tolong pindahkan sakitnya ke gw, eh…ralat, jangan ke gw. Ummm…ke siapa ya? Ada yang berminat? Heu…&lt;br /&gt; Sebentar lagi lokasi yang dituju nampak. Baiklah, aku kasih tau lokasinya. Sebuah kafe yang lebih mirip rumah panggung. Terletak di sebelah tikungan—cukup berbahaya. Lokasinya cukp dekat dengan Tangkuban Parahu. Ladies and gentleman, inilah dia Kafe ’I Love U’! Jreng...jreng!!!&lt;br /&gt; Ya, nama Kafe ini adalah Kafe ‘I Love U’. dilihat dari namanya tentu saja konotasinya nggak jauh-jauh dari tempat orang pacaran. Well, faktanya memang seperti itu. Tapi buat kita-kita, terutama aku dan temen-temen kampus, Kafe ini biasa dipakai untuk Ultah. Jadi jarang banget ada temen kampus ke sini sekedar buat pacaran. Lumayan jauh soalnya...&lt;br /&gt; Mungkin dua anak kecil ini harus berpikir ulang tentang benarkah pilihan menentukan tempat di kafe seperti ini? Disebut pacaran nggak. Disebut pe-de-ka-te juga nggak. Disebut temenan bingung. Kita berdua lebih mirip anak SMP yang mabal dari sekolah. Aku kecil dya imut. Aku mini dia super mini. Aku minimalis dya ukuran doble S. Guru, maafkan muridmu yang mabal ini. Jujur, kita bukan kabur. Tapi kita sedang melakukan praktek melarikan diri jika sewaktu-waktu sekolah diserang tawuran oleh sekolah lain. Dan salah satu tempat kabur yang cozy adalah Lembang heu...&lt;br /&gt; Yup, tibalah di lokasi kejadian. Ummm...maksudnya, telah tiba dengan selamat dua anak SD yang melakukan mabal di luar jam pelajaran. Bukan mabal dong kalo gitu?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mie: Ooo...kamu ngajak ke sini tho?&lt;br /&gt;Zaq: Ya. Tempat ini sejuk dan dingin. Nggak bakal stres lah di sini.&lt;br /&gt;Mie: Zaq...Zaq...Jauh banget kamu bawa Mie ke sini.&lt;br /&gt;Zaq: ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kita berdua masuk ke dalem. Di dalem tuh bukan ruangan sih, lebih tepatnya ruangan terbuka yang setiap sudutnya terdapat saung. Tempat ini bukanlah kafe dengan tempat duduk dan meja, jangan pernah berpikir seperti itu. Kafe ini konsepnya saung terbuka dan lesehan. Aku menuju sebuah saung yang di sudut sebelah kanan kafe, karena di sini aku bisa melihat perkebunan. “Kita duduk di sini aja ya, Mie...”&lt;br /&gt; Mie masih dengan muka cemberutnya. Mungkin dya membutuhkan penjelasan atas semua ini. Mulai dari proses awal aku ngajak jalan, terus penculikan kelas teri yang terjadi, sampai akhirnya nyangkut di tempat kayak gini. Mungkin aku harus menjelaskan semuanya. Namun, pertanyaannya adalah: Sekarang atau nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaq: Jangan cemberut gitu dunk, please...&lt;br /&gt;Mie: … (masih diam tanpa reaksi)&lt;br /&gt;Zaq: Jangan marah ya udah aku culik.&lt;br /&gt;Mie: …&lt;br /&gt;Zaq: (Duh, kudu ngomong naon deui urang?)&lt;br /&gt;Mie: (Ada senyuman menggurat di bibir kecilnya) Nggak kok.&lt;br /&gt;Zaq: Terus?&lt;br /&gt;Mie: Mie kalo di daerah panas bawaannya manyun terus. Tapi kalo di sini nggak stres. Sejuk....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berarti feeling gw bener-bener jitu. Membawanya ke tempat seperti ini memang melepas stres. Membuat semuanya relax. Aku hanya kaget mendengar jawabannya, dan tentu saja senang. Secara tidak sadar menculik dya dan membawanya ke sini adalah hal yang tepat.&lt;br /&gt; Setelah memesan makanan dan minuman, kita berdua ngobrol tentang banyak hal. Peristiwa hidup yang menghampiri kita berdua, keluarga masing-masing, teman, sampai hal-hal pribadi yang tadinya kita berdua saling bisu. Terutama tentang keluarga, kami bicara sangat panjang dan terkadang serius. Baginya, membicarakan seputar papa, mama, adik-adiknya, adalah hal yang menyenangkan. Dari situ dya seolah fasih bercerita. Tak kusangka Mie yang selama ini kuanggap cuek dan apatis bisa begitu fasih dan cair. Aku tak banyak komentar, hanya berusaha menjadi pendengar yang baik sambil sesekali memandangi wajahnya. Hehe...&lt;br /&gt; Dya menjadi tambah lucu ketika harus menceritakan hal-hal konyol. Aku hanya tertawa dan tertawa. Mie...Mie...kamu lucu juga ternyata.&lt;br /&gt; Makanan udah siap. Dua porsi ayam lada hitam, satu gelas jus alpukat, dan satu gelas cappucino. Aku udah nggak tahan nih laper pisan. Mie juga sama kayaknya. Dasar mah udah jauh-jauh dari Dayeuh kolot, diculik pula. Kita berdua makan lahap banget. Sesekali diselingi obrolan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malanya...&lt;br /&gt; Selepas dari Togamas, sekitar pukul 19.00, aku dan Mie berjalan ke koridor parkir. Maksud hati ingin mengantarnya pulang kembali ke Old City. Jauh geuningan!&lt;br /&gt; ”Mie, aku ada janji kan sama kamu...?”&lt;br /&gt; ”Oh ya...sok atuh, katanya mo bilang...”&lt;br /&gt; ”Mmm...gimana yha? Aku...” Speechless!&lt;br /&gt; ”...”&lt;br /&gt; ”Mmm...ini semua tentang Bogor Mie. Semuanya berawal waktu di Bogor. Aku juga bingung kenapa ini bisa kayak gini. Aku nggak ngerti...”&lt;br /&gt; ”...” Dya hanya tersenyum.&lt;br /&gt; ”Aku Cuma pengen bilang...” Let it be, Zak!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Well, I told the truth. Tonite the stars shine and the moon smile. Even we can’t get the feelin, we try to save and care about. Having someone tht we love is a treasure. Make us exist. Make us strong. Make us brave to face the life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Makasih kamu udah care sama Mie. Makasih buat semuanya. Makasih buat hari ini, Zak. Makasih. Tapi...”&lt;br /&gt; Ya, aku tahu. Kata ’tapi’ di sini aku tahu makna serta kelanjutannya. Aku tak berharap banyak, hanya ingin berkata jujur. Dan kejujuran membuatku lega dan bebas dari belenggu. &lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;02 Agustus 2008 &lt;br /&gt;Seminggu kemudian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaq: Mie dah siap?&lt;br /&gt;Mie: Dah nyampe rumah gitu?&lt;br /&gt;Zaq: Blom, ini mau berangkat. Kamu siap-siap ya...&lt;br /&gt;Mie: Iya...&lt;br /&gt;Zaq: Setengah jam lagi aku nyampe. Tunggu ya...&lt;br /&gt;Mie: Iya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hoho...siap-siap buat jemput lagi. Rencana hari ini kita bakal pergi ke daerah pegunungan di seputaran Ciwidey. Kali ini gw nggak bakal melakukan aksi penculikan lagi. Karena hari ini kita berangkat bareng temen-temen yang lain. Kita banyakan hari ini.&lt;br /&gt; Walaupun air radiator belum diganti, tapi tak apalah. Kayaknya motor nggak bakal menemukan kendala berarti di jalan. Habis dari Ciwidey, baru deh ganti. Sekarang fokus dulu ke Dayeuh Kolot heu...&lt;br /&gt; Jalanan nggak terlalu macet. Semuanya berjalan normal. Kali ini aku nggak mau stres yang kedua kalinya lewat Moh. Toha. Jangan sampe adegan macet dan antrean manusia terulang kembali. Maka dari itu, aku mengambil jalur Buah Batu dan kemudian lewat Pasar Kordon. Namun, malapetaka terjadi. Setelah lolos dari kemacetan, aku masuk perangkap lain. Polisi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pol : Minggir! Minggir!&lt;br /&gt;Zaq: ...???&lt;br /&gt;Pol : STNK sama SIM mana?&lt;br /&gt;Zaq: ... (sambil menyerahkan SIM dan STNK)&lt;br /&gt;Pol : Ti mana tadi?&lt;br /&gt;Zaq: Ti Borma, pak. Teras balik deui ka Ciwastra.&lt;br /&gt;Pol : Tadi belok langsung kanan, kan?&lt;br /&gt;Zaq: Muhun, pak. Kunaon kitu?&lt;br /&gt;Pol : Teu kenging, jang. Eta forbidden&lt;br /&gt;Zaq: (Duh, kenapa selalu aja ada hambatan. Padahal waktu dah mepet nih!)&lt;br /&gt;Pol : Kumaha atuh? Sidang wae?&lt;br /&gt;Zaq: Duh, kumaha saena weh pak. Abdi buru-buru pak. Kedah ngajemput.&lt;br /&gt;Pol : Ngajemput saha kitu? (Sambil melihat helm pink yang kubawa).&lt;br /&gt;Zaq: Rencang, pak. Hehe...&lt;br /&gt;Pol : Ahh, nyarios weh atuh kabogoh. Tong make rencang-rencangan sagala. Bapak oge ngartos atuh haha...&lt;br /&gt;Zaq: Hehe...(Nyengir)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Setelah menyelesaikan perkara di tempat, aku duduk sejenak. Aku ngobrol dulu dengan polisi tersebut. Polisi juga manusia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaq: Macet wae pak nya di dieu mah...&lt;br /&gt;Pol : Uh, tiap dinten jang.&lt;br /&gt;Zaq: Teu stres pak?&lt;br /&gt;Pol : Ah, bapak mah bawa enjoy weh. Da pami dicandak pusing mah malah lieur...&lt;br /&gt;Zaq: Hehe...&lt;br /&gt;Pol : Sok atuh geura jemput. Bisi si Nyai lami teuing ngantosan...&lt;br /&gt;Zaq: Iya, pak. Nuhun  atuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tancap gas menuju Old City. Wow, rintangan ke Old City ternyata beragam. Dimulai dari medan hingga Polisi. Tapi, inilah perjuangan.&lt;br /&gt; Aku jadi teringat quotes pengisi acara Golden Days di Metro TV. Dia mengatakan bahwa cinta sejati itu salah semua. Maksudnya begini, ketika kita akan berhadapan dengan orang yang kita suka, banyak perasaan serba salah. Takut bajunya nggak rapi, merasa serba salah jika bertemu, rambut nggak rapi padahal sudah disisir, dan perasaan salah lainnya. &lt;br /&gt; Menurutku ada benarnya juga. Karena aku telah mengalaminya. Dimulai dari lupa menaruh kunci hingga ditilang polisi. Bahkan hampir tiap kali ketemu selalu saja ada kesalahan hehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-6195681515568044324?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/6195681515568044324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=6195681515568044324&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/6195681515568044324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/6195681515568044324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2008/08/25-juli-2008-message-zaq-dah-nyampe.html' title='Nyulik Anak Orang!'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SJnIy37g1jI/AAAAAAAAAC8/S4U5SCin498/s72-c/DSC05527.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-8769450892417784659</id><published>2008-06-09T09:01:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T08:18:36.740-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NUEDC. National English Debate Championship'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='May 27-29 2008.'/><title type='text'>TWO DAYS BEING AN ADJUDICATOR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SE33BvTqu-I/AAAAAAAAAC0/lGqucFHzgCI/s1600-h/DSC00929.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SE33BvTqu-I/AAAAAAAAAC0/lGqucFHzgCI/s320/DSC00929.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210091953188420578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ahmad, Harfa, dan Ria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue, Panji, dan Ediethya. Ya, kami bagaikan pasukan Beettle Borgs jika tidak dibilang ban becak. Kami bertiga adalah utusan dadakan kampus Unisba. Bayangin aja, surat udah &lt;br /&gt;dikirim sebulan kemaren, tapi informasi jelasnya baru gue terima sekitar seminggu sebelum acara. Dan parahnya, surat tersebut disimpen dulu sama bagian kemahasiswaan!&lt;br /&gt; Ya, kami adalah perwakilan kampus dalam acara NUEDC 2008 di UPI. NUEDC ini semacam kontes debat bahasa Inggris tingkat mahasiswa yang berasal dari region B1, terdiri dari Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Selama 3 hari gue dan yang lainnya mesti stand by di UPI sampe maghrib dan pulang malem banget. &lt;br /&gt; Bento, sang pembimbing kita di debat kali ini udah capek hate plus capek gawe. Dia Cuma nargetin ikut juga udah syukur. Ya, hanya sebatas itu. Hmmm…ternyata banyak sindrom gagal yang berkeliaran di otak manusia. Karena kenapa? Karena kita nggak ada persiapan apa-apa. Bahkan, latihan aja Cuma seminggu sebelum debat. Can you imagine that?&lt;br /&gt; Karena NUEDC menggunakan sistem British, maka peserta debat hanya berjumlah 2 orang /tim. Berbeda sama sistem Asian dan Australian yang mengharuskan 3 orang /tim. Terus, gue dikemanain? Gue nggak jadi ikut debat dan gue nggak masuk skuad Unisba. Tapi gue diajukan untuk jadi adjudicator atau tim penilai. What the…??? Gue, jadi tim penilai? Oh, apa gue pantes menilai orang berdebat? Gue belum punya pengalaman kalo jadi adju (a.k.a adjudicator). Sedangkan skuad Unisba diisi oleh Panji (temen gue di Fikom, calon penyiar di SKY) dan Ediethya (Anak psikologi, walopun namanya agak maskulin sebenernya dia cewek).&lt;br /&gt; Ternyata untuk menjadi seorang adju harus mengikuti tes adjudicator. Dan tes ini berlangsung tanggal 27 Mei 2008 atau hari selasa kemaren. Tapi anehnya, ada surat yang nyampe ke Bento kalo pembukaan NUEDC dilaksanakan pukul 19.00 di ruang BPU UPI. Ini berarti acara diundur dari siang jadi malem. Renacan tes adjudicator yang tadinya tanggal 27 pukul 14.00 nggak jadi. Kemungkinan diundur ke malem. Pikir Bento.&lt;br /&gt; Ternyata salah. Waktu kita mau berangkat dari Unisba setengah tujuh malem, tiba-tiba ada panitia yang nelfon dan nanyain kenapa Unisba nggak dateng pas tadi siang. Ya Bento jawab kalo di surat pembukaannya kan jam tujuh malem. Berarti kta berangkat malem. Dan panitia pun  ngasih klarifikasi kalo surat yang tadi dibaca Bento itu adalah surat buat pihak rektorat alias buat pak Rektor, bukan buat peserta. GUBRAKSSS!&lt;br /&gt; Gue, Edieth, dan Panji Cuma bisa bengong nggak percaya. Bento, untuk kesekian kalinya menjadi merasa sangat guilty. Karena udah banyak rekor yang dia pecahkan kalo dalam kasus miskomunikasi. Tapi untunglah panitia nggak mendiskualifikasi kita. Panitia tetep nyuruh kita pergi ke UPI saat itu juga. Waktu menunjukkan pukul 18. 30 WIB.&lt;br /&gt; Tiba di UPI pukul 19.00 dan langsung menuju gedung BPU. Di sana udah ada tamu undangan yang rata-rata terdiri dari kalangan akademisi dan pejabat. Ada segelintir mahasiswa juga yang ikut di sana. Kita berempat langsung masuk aja ke gedung BPU dan duduk menyaksikan pembukaan. Setelah itu konfirmasi ke panitia soal kecerobohan surat tadi. Well, kita tetep boleh ikutan debat, tetapi nggak buat adju. Adju boleh ikut besoknya tapi nggak bisa ngasih penilaian. Dengan kata lain, gue Cuma jadi adju training dan penilaian gue nggak berpengaruh buat tim yang bertanding karena gue nggak ikutan training dan kualifikasi adjudicator tadi siang. Gara-gara surat salah sasaran tersebut, gue nggak merasa jadi adju yang sebenarnya. Ah, sial!&lt;br /&gt; Besoknya pagi-pagi sekitar jam 8 gue, Panji, dan Edieth udah stand by di UPI. Lomba mulai jam 9 pagi. Sebenernya, gue juga pesimis dengan kondisi saat ini. Kondisi yang menyedihkan dimana pembahasan motion debat nggak begitu mendalam dan terkesan seenaknya aja. Gue juga hanya bisa berdoa semoga Panji dan Edieth diberikan ketabahan dan kekuatan apabila digempur habis-habisan oleh pasukan Unpar, Unpad, UPI, dan terutama ITB. &lt;br /&gt; Tibalah waktu yang dimulai. Peserta debat memasuki ruangan yang bernama debaters hall. Sedangkan adjudicator memasuki ruangan yang bernama adjudicator’s room. Ya, tentu saja gue memasuki ruangan buat adjudicator. Di sana, gue bertemu dengan manusia-manusia baru. Gue bertemu dengan orang-orang yang baru dan memiliki idealisme yang jelas.&lt;br /&gt; Erry, head of adjudicator, gayanya cuek banget. Inez, salah satu dedengkot adjudicator gayanya juga cuek. Pokoknya, waktu gue masuk ke ruangan tersebut, gue nggak menemukan aura bersahabat. Lebih cenderung individualistis. Gue hanya sempat berkenalan dengan seorang laki-laki dari Unswagati Cirebon yang bernama Taryadi lengkap dengan logat Jawa-Panturanya yang medok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SE30-JkBGUI/AAAAAAAAACs/jYb3oblRAe8/s1600-h/DSC00908.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SE30-JkBGUI/AAAAAAAAACs/jYb3oblRAe8/s320/DSC00908.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210089692493584706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Take a rest&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debate Session 1&lt;br /&gt; Kali ini gue berada di room 7. gue sebagai adju training ternyata satu tempat dengan Taryadi. Sementara Chief adju yang bakal menilai terdiri dari Erry, Harris, dan Novi. Di depan kita semua udah ada 4 tim berbeda yang bakal tanding. Gue lupa dari mana, tapi yang gue inget tuh IPB sama Unsil. Dua lagi gue lupa. &lt;br /&gt; Yeap, yang namanya debat tentu aja perang argumen. Tiap tim ngasih argumen dan analisisnya masing-masing. Sementara gue—dengan kemampuan terbatas sebagai adju—hanya mengamati dan mencatat poin-poin penting. Pokoknya, kami semua mencoba menjadi serius.&lt;br /&gt; Dan akhirnya debatpun selesai. Setiap adju memberikan pandangan masing-masing tentang tiap tim yang bertanding. Debat kali ini motion-nya adalah This house justify internet gambling. Cukup sengit dimana IPB memenangkan debat di room 7 ini. Tapi untuk penilaian, debat kali ini tergolong gampang karena keliatan banget mana tim kuat dan lemah. &lt;br /&gt; How about Unisba? Tidak, ternyata Unisba kalah telak. Bahkan nggak dapat poin sama sekali. Panji sama Edieth udah lemes banget. Bahkan Panji udah buru-buru mau pulang aja dan kuliah. Mungkin jika diurutkan, Unisba menempati posisi 28 dari 28 peserta. Sedih.&lt;br /&gt; But, the struggle never ends. Karena masih ada dua kali lagi pertandingan debat yang harus diikuti oleh semua tim, termasuk Unisba. Bento terus ngasih motivasi dan gue sedikit ngasih bocoran trik-trik supaya posisi Unisba terangkat ke klasmen yang lebih tinggi. Gue kasih tau aja Edieth dan Panji supaya maen lebih ngotot serta memperbanyak POI (Point of Interruption) serta membuat rumusan masalah yang lebih sistematis supaya juri nggak bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debat session 2&lt;br /&gt; Ini dia debat yang seru. Ada setidaknya 3 tim yang adu kekuatan dan bisa dirasa seimbang. Mereka adalah ITB, Unpar, dan IPB. Kebetulan gue sama Harfa—pernah juara JOVED 2006—jadi adju di room 1. terutama ITB yang sangat superior, Unpar dan IPB masing-masing menempati urutan 2 dan 3. &lt;br /&gt; Gue sempet keki waktu peserta dari ITB nyampein argumennya. Gila, bahasa inggrisnya fluent banget. There’s no idle, he spoke along time as we given. Selain itu argumennya emang bagus banget.&lt;br /&gt; Gue sempet ketawa-ketiwi sendiri waktu peserta yang bernama Andrew (Unpar) ngutarain pendapatnya. Bukan karena pendapatnya salah, namun lebih karena pendapatnya lucu. Perlu diketahui kalo motion kali ini adalah This House Belive former public official should be treated as ordinary citizen. Andrew yang posisinya sebagai Opening opposition mengutarakan pendapat (kurang-lebih) kayak gini: Let we see. We have parrents. We have to care to our parrents. So, the former public official is like our parrents. They have been growing up us. They have built this nation. So, we have to care about them. We have treat them specially. Dia menyatakan bahwa mantan pejabat adalah orang yang berjasa terhadap kemajuan bangsa dan menganalogikannya dengan orang tua kita. Maka kita harus menyayanginya dengan memberikan perlakuan istimewa. Hehehe….&lt;br /&gt; Ternyata emang bener. Debat session 2 kali ini sangat menarik. Apalagi setelah gue keluar dan ketemu sama Panji dan Edieth. Mereka sumringah banget dan bilang ke gue: Zak, kita juara! Kita ke-1! Kita dapet tambahan 3 poin! Yeah, apa gue bilang. Makanya, sering-seringlah POI dan maen ngotot.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Debat session 3&lt;br /&gt; Nah, sekarang gue ada di room 4. sekarang sekitar jam setengah 3 sore. Di sini udah ada chief adju yang terdiri dari Novi, Eman, dan Etha. Sedagkan gue dan Anan jadi training adju. Untuk orang yang bernama Etha, ada sedikit garis bawah. Nama aslinya Margaretha. Cantik &amp; lucu banget nih orang hehe...&lt;br /&gt; Debat berlangsung biasa saja dan nggak terlalu rame. Bahkan gue sempet shock waktu ada peserta dari Kalimantan yang bikin seisi ruangan ketawa. Bayangin aja, kita semua lagi serius-seriusnya nilai, dan ketika peserta dari Kalimantan tersebut dapet giliran buat nyampein argumennya, dia keliatan PD banget. Dari segi pencitraan, gue yakin banget nih orang sangat meyakinkan dan telah menguasai motion. Dan lo tau kata-kata apa yang dia ucapkan sebelum menyampaikan debat? Jawabannya adalah ‘Good Morning everybody...’!&lt;br /&gt; Whaaaa...!!! tidak! Yang bener aja...? ini udah jam tiga sore, mbak! Masya Allah... gue dan Anan ketawa-ketiwi nggak jelas. Ya ampun, runtuh sudah kepercayaan yang gue bangun beberapa menit yang lalu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; ”Zak, gue seneng banget! Kita tadi lepas banget maennya. Insya Allah deh kita menang lagi!’ Begitulah teriakan Edieth dan Panji. Untuk kedua kalinya gue merasakan perubahan mendasar dalam benak dua anak manusia ini. Dua anak manusia yang sebelumnya Cuma memnuhi kewajiban kampus supaya kampus eksis di mata mahasiswa lain. Tapi, setelah gue dan Bento ’nyetrum’ mereka, akhirnya ada juga perubahan. Bahkan Panji sempet mau menitikkan air mata haru karena akhirnya Unisba menempati klasmen sepuluh besar (posisi 9) dan berhak melanjutkan ke babak quarter final!&lt;br /&gt; Peringkat 9 sudah cukup bagus buat tim yang sebelumnya peringkat 28 dari 28 peserta. Tapi tetep, gue masih belum puas. Besok adalah babak 16 besar. Dan besok mesti bisa tampil all-out karena Unisba satu grup sama ITB!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya...&lt;br /&gt;’Haduh Zak, gue cari bahan tadi malem sampe-sampe larut banget.’ Ujar Panji.&lt;br /&gt;’Tuh kan, kata gue juga apa? Pas dulu banyak waktu luang leha-leha. Eh, pas pertandingan udah di depan mata baru deh sibuk nyari bahan.’ Edieth dan Panji Cuma bisa nyengir. &lt;br /&gt;’Tapi Ki, Edieth mah nggak nyari bahan tuh.’&lt;br /&gt;’Iya, gak apa-apa Dieth. Yang penting maennya mesti tetep ngotot dan perbanyak POI ok?’&lt;br /&gt;’Siiip...’&lt;br /&gt;Well, perlombaanpun berjalan. Lagi-lagi gue nggak sempat menyaksikan rekan satu kampus gue tanding. Because what? Because i got the shift in other room. Dan entah kenap gue selalu kebagian IPB. Bahkan, untuk yang satu ini ada duo IPB yang tanding. Duh, should I recognize Unisba in my dream till I get one chance to see how Edieth and Panji show?&lt;br /&gt;Babak 16 besar emang ketat banget. Dan yang paling menarik adalah banyaknya kejutan yang datang. Selain karena majunya beberapa tim dari Kalimantan ke perempat final, pada kesempatan kali ini ada dua berita mengejutkan. Pertama, Unisba kalah (biasa aja...). kedua, ITB ikut-ikutan Unisba alias ITB kalah brow! And U know, ITB and Unisba can be lost by ABA Kalimantan! Do you belive it?&lt;br /&gt;Ya, kalo Unisba akan menerima apapun hasilnya dan (seolah) pasrah. Masuk 16 besarpun udah bagus. Tapi tim yang bermental juara dan menjunjung tinggi perstige seperti ITB tak akan membiarkan begitu saja hal ini terjadi. Upi, salaha satu peserta dari ITB ngotot nggak nerima hal ini. Dia pun ngadu ke panitia. Dan tahukah kalian bahwa ketika ngadu ke panitia, Upi protes menggunakan bahasa Inggris yang lancar banget! Dia nggak terima dengan hal ini! Memang harus seperti itulah tim bermental juara.&lt;br /&gt;Setelah ITB dinyatakan tak bisa melaju lagi, akhirnya ribalah saat yang ditunggu-tunggu: babak final. Ada empat tim yang melaju yaitu Unikom, UPI, Unpar A, dan Unpar B. dibandingkan dengan tiga tim lainnya, Unikom yang (menurut gue) terlalu kelihatan lemahnya dan gue rasa nggak sebanding jika disejajarkan dengan UPI dan Unpar. Mereka Cuma rebutal dan rebutal. Nggak ada definisi yang jelas dan solusi yang ditawarkan. Dan inilah para pemenangnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1’st : Unpar A&lt;br /&gt;2’nd: UPI&lt;br /&gt;3’rd: Unpar B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ini bakal jadi pemanasan buat JOVED juli nanti. Congratulations!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-8769450892417784659?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/8769450892417784659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=8769450892417784659&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/8769450892417784659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/8769450892417784659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2008/06/two-days-being-adjudicator.html' title='TWO DAYS BEING AN ADJUDICATOR'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/SE33BvTqu-I/AAAAAAAAAC0/lGqucFHzgCI/s72-c/DSC00929.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-6954271287864018166</id><published>2008-05-31T08:46:00.000-07:00</published><updated>2008-09-28T08:13:15.285-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinkin&apos; of You....'/><title type='text'>Sayap Jiwaku</title><content type='html'>Malam sunyi tak tergetarkan&lt;br /&gt;Renungan sepi menyelimuti&lt;br /&gt;Relung jauh dalam dirku&lt;br /&gt;Berbisik,&lt;br /&gt;Berkata malu-malu,&lt;br /&gt;Menelusuk jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang sesuatu yang ingin kuucap&lt;br /&gt;Tentang jiwa yang terus kucari&lt;br /&gt;Tentang seseorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memikirkanmu adalah waktu yang terus kubuang&lt;br /&gt;Membayangkanmu tak ubahnya menyiksa diri dengan sabuk silice&lt;br /&gt;Tajam, berduri, menyeramkan, dan berdarah-darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kebodohan adalah mengenal dirimu&lt;br /&gt;Menghimpit ruang, melambung jiwa&lt;br /&gt;Meletup-letup bak pistol &lt;br /&gt;Menerjang,&lt;br /&gt;Menerawang,&lt;br /&gt;Dan sampailah pada satu titik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupunya sayap&lt;br /&gt;Tapi tak bisa terbang&lt;br /&gt;Hanya bersamamu kubisa melayang&lt;br /&gt;Kau adalah sayapku yang tertinggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, sayap jiwaku&lt;br /&gt;Terlalu lelah mengejar&lt;br /&gt;Kau terlalu cepat dan menyiksa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah,&lt;br /&gt;Dan menyatulah denganku&lt;br /&gt;Kau tercipta untukku&lt;br /&gt;Takdir telah menggariskan kita untuk bersatu&lt;br /&gt;Tak ada kata selain satu, sayap jiwaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;note: Puisi ini kubuat di saat orang lain terlelap tidur sedangkan aku terjaga. Terjaga dari semua hal yang membuatku gila akhir-akhir ini karena aku terlalu pengecut. Kucoba berlari untuk menghindar, tapi tak bisa dan tak kan pernah. Satu-satunya cara adalah aku harus jujur, jujur terhadap diriku sendiri bahwa dia adalah penerang, penyemangat, oase. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terserah kau anggap ini 'annoying' or something else. Aku hanya berusaha untuk jujur. Jika seandainya aku tak bisa berterus terang padamu, setidaknya kau tahu apa yang sebenarnya. For 'little girl' who always shapes my dream...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-6954271287864018166?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/6954271287864018166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=6954271287864018166&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/6954271287864018166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/6954271287864018166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2008/05/sayap-jiwaku.html' title='Sayap Jiwaku'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-4606535174654540017</id><published>2008-05-08T07:08:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T07:17:07.456-07:00</updated><title type='text'>SUKSES ITU....???</title><content type='html'>08 Mei 2008 &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Semua karena semangat. Tak ada kata selain semangat. Percuma kau punya skill jika tak dibarengi semangat. Semangat adalah jalan panjang menuju sebuah pertemuan mengejutkan bernama momentum.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kemarin, aku sempat berdiskusi dengan bang Iwan—staf bidang marketing di sebuah penerbitan. Sebenarnya ngobrol dangan dia adalah hal biasa yang kulakukan di kampus. Hampir setiap minggu jika tak ada halangan, kita berdua selalu menyempatkan untuk diskusi tentang masalah-masalah apapun. Penerbitan tentu saja jadi perbincangan, kondisi kampus menjadi bahan kritikan, jalanan di Bandung sangat menjengkelkan, tulisanku yang sempat ditolak, gadis-gadis Unisba yang aduhai memikat hati, dan kondisi internal BEM masing-masing. Ya, hampir tak ada yang berubah setiap kali bertemu. Topik yang dibahas selalu itu dan itu saja. Tak ada yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namun kemarin, aku benar-benar dibuat sadar akan satu hal. Tak kusangka pertemuan itu begitu sangat kebetulan. Dimulai dari diriku yang biasa nangkring di BEM, secara tiba-tiba bang Iwan datang dan menyapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Ada kuliah kau hari ini?” Dengan logat batak yang kukenal.&lt;br /&gt;’Udah beres, bang.’&lt;br /&gt;Kami berdua duduk. Dan seperti biasa, percakapan dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Gimana, sudah kau tamatkan tulisanmu?”&lt;br /&gt;’Belum, bang.’&lt;br /&gt;’Kau jangan putus semangat karena naskahmu ditolak. Justru di situlah kau harus bangkit.’&lt;br /&gt;’...’ Seperti biasa, suntikan motivasi.&lt;br /&gt;’Aku sebenarnya iri sama adik aku. Umurnya empat tahun di bawah aku...’ Sambil menerawang ia melanjutkan percakapan, ’Tapi dia udah lulus sarjana dan sudah nulis buku. Aku yang udah umur 28 tahun, masih saja tetep kayak gini.’&lt;br /&gt;Bang Iwan pernah cerita kalau dia punya adik yang kuliah di Unpad. Selain lebih muda, adiknya juga sedikit lebih beruntung. Novelnya sudah diterbitkan oleh beberapa penerbit terkemuka. &lt;br /&gt;’Dulu aku lebih mentingin kerja di penerbitan. Kuliah terbengkalai. Gaul pun jarang. Aku berorientasi sama kerja dan tak pernah sosialisasi. Tapi pada akhirnya, aku sadar kalau itu salah. Aku ngerasain itu sekarang.’&lt;br /&gt;Wow!&lt;br /&gt;’Kau tahu Zak saudara aku? Dia saat ini sudah sukses karena pernah mengalami cobaan hidup. Dia pernah jatuh ke titik nadir hidup dan tak mempunyai motivasi untuk bangkit. Uangnya dibawa kabur oleh orang yang baru dia kenal. Tetapi sekarang dia telah menjadi salah satu prototipe manusia sukses. Mobilnya banyak, istrinya cantik, uang gampang, dan segala apa yang dia pengen tinggal bilang.’&lt;br /&gt;’Wow, keren banget bang!’&lt;br /&gt;’Dia pernah tak mempunyai apapun. Tetapi untunglah ada orang yang mengerti dengan keadaan dia. Dia terus dimotivasi oleh orang tersebut dan pada satu kesempatan, dia dipinjami modal sebesar tiga juta rupiah. Kau bisa bayangkan uang tiga juta mau dipake usaha apa?’&lt;br /&gt;‘Hmmm…kecil banget, bang. Aku nggak tahu dia mau buka usaha apa.’&lt;br /&gt;‘Uang itu dia belikan satu unit komputer pentium 2, kertas, dan printer. Untuk apa? Untuk ngetik naskah.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DARRR!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku seakan disambar petir ketika bang Iwan bilang ‘untuk ngetik naskah’. Dengan modal pentium 2 pula. Aku nggak habis pikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘karena dia ahli dalam bidang psikotes, maka dia buat sebuah buku panduan psikotes. Setiap hari tak ada kata selain ngetik dan ngetik. Sampai naskah pedoman psikotes itu jadi dan dikirim ke penerbit. Dan akhirnya diterima. Kau tahu, di situlah hidupnya berubah.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turning point!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Coba kau bayangkan, mobilnya sekarang itu bekas menteri. Plat nomernya saja masih pakai embel-embel RI di depannya. BMW-nya saja sudah puluhan. Mau ini tinggal beli. Mau itu tinggal ambil. Pokoknya ngeri lah aku dibuatnya.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan abang, aku saja merinding membayangkan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Makanya, kau jangan putus asa. Jadi penulis itu sebenarnya ngeri. Ngeri kalau tulisannya jadi best seller. Dimana ada orang penghasilannya Rp. 120.000.000 tiap bulannya? Penulis bisa!’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah bang, aku tak kuat mendengarnya! Rp 120.000.000 bisa beli kerupuk se-kota Bandung. Atau aku akan belikan motor baru, beli laptop, ganti HP, investasi, dan sisanya ditabung buat nikah haha...&lt;br /&gt;Terus terang aku migrain. Penghasilan sebesar itu belum terpikir olehku. Aku baru berpikir kalau nanti aku bekerja penghasilanku harus diatas sepuluh juta rupiah—dollar juga bolah, Amien. Rp 120.000.000? cukup untuk memberi makan orang miskin satu bulan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Teruslah berkarya. Aku yakin suatu saat kau akan jadi sepeti itu.’&lt;br /&gt;Amien. Beribu-ribu ’Amien’ kuucapkan dalam hati.&lt;br /&gt;’Tapi ada satu hal yang masih mengganjal di pikiranku, bang.’ Dengan nada tertahan, giliraku yang berbicara.&lt;br /&gt;’Apa itu?’&lt;br /&gt;’Aku terperangkap oleh sebuah kalimat motivasi. Kalimat itu buatku jadi beban berat. Dan seolah aku merasa dipaksa untuk menjadi seseorang.’&lt;br /&gt;’Kalimat apa itu?’&lt;br /&gt;’kalimat motivasi biasa bang.contohnya seperti ini ’jika Bill Gates, Thomas Alfa Edison, dan Einsten mampu menciptakan berbagai penemuan besar modern, kenapa kita tidak bisa seperti mereka? Bukankah mereka sama seperti kita?’&lt;br /&gt;’Apa yang jadi beban?’&lt;br /&gt;’Aku seolah dituntut untuk menjadi orang lain, bukan diriku yang sebenarnya. Aku terjebak dalam teori. Aku dituntut untuk menjadi Thomas Alfa Edison, aku dituntut menjadi seperti Bill Gates, seperti Einstein, padahal aku tak mampu menjadi seperti mereka. Kemampuanku tak bisa seperti mereka. Dan yang paling parah, kata-kata motivasi tersebut sangat membangun sekaligus membunuh.’&lt;br /&gt;’Kau tahu, menulis itu bukan beban. Menulis adalah seni. Seni mengolah kata menjadi kalimat berkaitan sehingga membentuk suatu kejadian yang bisa dipotret oleh orang lain. Pada akhirnya, dia mengandung suatu makna yang berarti. Kau harus tahu, salah satu indikator buku itu bagus adalah komentar beberapa tokoh—endorsement—yang terpampang dalam buku. Percayalah, menulis bukan beban. Waktu pertama kali kulihat tulisanmu, aku sudah merasakan kalau tulisan kau itu punya kekuatan. Walaupun beberapa terkesan masih rancu, but it’s ok tulisanmu sebenarnya sudah bisa dijual dan diterbitkan. Hanya masalah semangat yang kadang kau sendiri tak punya.’&lt;br /&gt;’Hmmm...semangat ya?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala psikologi memang salah satu penghambat untuk terus semangat. Tetapi, yang sering aku alami adalah gejala procrastinator, gejala sering menunda-nunda untuk menyelesaikan pekerjaan—naskah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Saudaraku, kalau saja dia tak punya semangat, belum tentu dia bisa sesukses sekarang. Walaupun dia mempunyai keahlian dalam bidang psikotes, dia juga mempunyai semangat tinggi untuk menyelesaikan naskahnya.’&lt;br /&gt;’...’&lt;br /&gt;’Coba kau terus jaga semangatmu. Kalau kau terus bisa menjaganya, kau akan semakin dekat dengan kesuksesan. Ingat, orang gagal itu bukan orang yang tidak pandai. Orang gagal itu adalah orang yang tidak tahu kalau sebentar lagi dia akan sukses. Karena tak tahu, dia menyerah di tengah jalan dan mundur dari perjuangan hidup. Padahal sebentar lagi dia akan sukses.’&lt;br /&gt;’Hmmm...iya juga sih bang. Karena terus semangat akhirnya ketemu juga sama momentum.’&lt;br /&gt;’Setiap orang tahu kalau dirinya bisa sukses. Namun, satu yang mereka tak tahu: mereka tak bisa memastikan kapan waktu yang tepat untuk menjadi sukses. Sama halnya dengan kematian. Setiap orang akan mati, hanya mereka tak bisa memastikan kapan mereka meninggal.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JLEBBB!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku seakan ditusuk pedang kesadaran. Kata-kata ini begitu membius dan mengendap dalam pikiran. Lama aku mencerna kata-kata seperti ini karena—mungkin—kata-kata inilah yang saat ini aku butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini aku selalu mempertimbangkan dan penuh perhitungan. Kalau misalnya dikirm ke penerbit ini dan dimuat, aku akan bla..bla..bla..tapi kalau tidak dimuat harus bagaimana? Setiap kesempatan aku coba untuk selesaikan naskah, masak sih nggak dimuat? Ya, perhitungan matematis semacam inilah yang kugunakan waktu itu dalam menulis. Sudut pandang yang kugunakan bukan sudut pandang seorang penulis, tetapi paradigma pedagang di pasar. Tulisan, bagaimanapun jenisnya, adalah sebuah tulisan. Entah kau menyebutnya novel, roman, puisi, cerpen sastra, essay, artikel, semuanya adalah tulisan. Perbedaan yang mencolok adalah: dimuat atau tidak, diterbitkan atau tidak, dipublikasikan atau tidak, dinila atau tidak, dan dibaca atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus lebih bijak lagi dalam memandang sesuatu. Tidak semuanya harus dihitung dengan angka, diukur oleh eksak, dikalkulasi dengan persentase, dan disajikan dengan data statistik. Yang terpenting adalah modal diri. Seberapa jauh semangat kita untuk bertahan, mampu memupuk kemampuan dan menyuburkannya dengan motivasi, sehingga hasil yang dituai bisa memberikan manfaat tidak hanya bagi pribadi tetapi juga bagi orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapn diakhiri karena pukul 14.26 Bang Iwan harus masuk kelas kuliah. Aku yang duduk di sebuah kursi panjang hanya bisa merenung diiringi tatapan seorang gadis mungil yang sedang menyeruput minuman. Ah, mungkinkah gadis itu akan menjadi bagian tolak-ukur kesuksesanku? Hehe... ;p&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-4606535174654540017?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/4606535174654540017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=4606535174654540017&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/4606535174654540017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/4606535174654540017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2008/05/sukses-itu.html' title='SUKSES ITU....???'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-7976215712198296565</id><published>2008-04-15T07:39:00.000-07:00</published><updated>2008-04-15T09:43:53.826-07:00</updated><title type='text'>Naskahku Ditolak!</title><content type='html'>KEJURANLIST[R]IKAN &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Ini judul novel gw yang nggak jadi diterbitin)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih, pastinya. Melihat kenyataan yang tak sesuai harapan. Ah, kenapa selalu meratapi nasib? Kita hidup bukan untuk dikasihani dan menjadi seorang masochis bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, gw ceritain aja deh kronologis pembuatan novel sampe akhirnya dengan sukses novel ini ditolak--Untuk sukses katanya mesti ditolak dulu, hal ini berlaku untuk semua kegiatan dalam hidup, bahkan katanya dalam masalah cewek pun kita kadang mesti gagal dulu hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar bulan agustus 2007 kemaren gw bener-bener stuck. Pikiran jenuh dan rasanya pengen keluar dari kehidupan yang jenuh ini. Rutinitas kuliah yang stagnan dan lingkungan yang kurang kondusif membuat gw stres setengah mampus. Apalagi dengan aktifnya gw di sebuah organisasi kampus bernama Suara Mahasiswa (SM). U know tht? Iya, beberapa temen gw dah familiar dengan nama ini. Tapi waktu itu gw udah nggak familiar lagi, gw malah kyk yg gimana gitu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kalian yang pengen masuk organisasi di kampus, ada baiknya pikir2 lagi. Memang bagus sih buat ngisi waktu luang dan ngembangin diri, tapi mesti pilih-pilih dan sesuai banget sama minat. Jangan masuk karena pengen keren atau nampang gaya doang. Ini salah besar! Bisa-bisa kalian menyesal seumur-umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kasus yang menimpa beberapa temen gue dan (tentunya) gw sendiri. Temen gue sampe ada yang diuber-uber supaya kumpul rapat. Sampe dia nggak bebas buat main atau sekedar ngobrol sama temennya gara-gara organisasi yang dia masuki menerapkan sistem 'pacaran'. Maksudnya begini. Seolah-olah, anggota yang udah masuk organisasi adalah 'hak milik' dan 'inventaris' yang harus dijaga sebaik-baiknya. dan parahnya, organisasi ini terkesan mengikat. Kalo dalam istilah pacaran mah organisasi kayak gini teh 'possesif' pisan lah. Gak boleh maen sama yang laen, gak boleh nongkrong kecuali di basecamp organisasi itu, gak boleh ini-itu, mesti rajin ke markas/ sekre setiap hari, rajin diskusi ini-itu, setor beunget, dll. Yah, possesif ternyata dianut oleh beberapa organisasi di Unisba. Makanya, jangan masuk Unisba hehehe...(heureuy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen gw aja perjuangannya berat bgt buat sekedar menghindar dari 'intaian' orang-orang organisatoris. Kalo misalnya ketemu, kadang temen gw diajak ngobrol dan dibawa ke sekre organisasi tersebut. Ngeri banget! Ya walopun nggak disiksa sedemikian rupa, tapi tetep aja serem. Ya paling di sekre mereka diajak diskusi dan diberi sedikit psywar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung sekali gw masuk SM. Karena menurut gw organisasi ini cukup demokratis dan menjunjung tinggi HAM. Mereka sangat menghormati kebebasan. Kalo seandainya gw nggak ke sekre, paling2 ditanya 'kemana aja?' atau 'Naha atuh jarang ka sekre?'. Setahu gw lom pernah ada yang ditarik dan digugusur wat datang ke sekre. Juga belum ada aksi sporadis anggota SM ditahan selama sehari dua tahun di sekre. Yah, paling-paling ditanya aja dan seikit 'psywar'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena stres dengan organisasi tersebut, gw mencoba untuk menuangkan perasaan stres gw di komputer. Waktu itu gue keluarin keluh-kesah tentang SM--organisasi yang gue singgahi. Semua unek-unek dan persaan bercampur sedih dan senang gue keluarin. Kekesalan yang gue pendam gue keluarin. Jadilah sebuah tulisan dengan panjang 3 halaman A4. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya, gue nulis lagi. Kali ini nggak tanggung-tanggung gw nulis sampe 10 halaman. Dari sini gw punya ide, kenapa nggak dijadiin novel aja? Dan besoknya gue terus menulis. Sempet juga ketunda selama beberapa minggu. Namun dengan tekad kuat dan semangat penulis, gue selesaikan semua ini. Gue udah buta mata, gue pengen jadi penulis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Das! Akhirnya sekitar 5 bulan berlalu, tulisan gue jadi. Panjangnya hampir 150 halaman spasi 1. Cukup panjang untuk tulisan semacam itu. Kebetulan ada temen yang ngenalin gue ke salah seorang editor buku. Dia bilang siap nerima naskah novel. Apalagi gue sama editornya berteman cukup baik. Semua hal tentang penerbitan dia ceritain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai tibalah hari bersejarah dimana gue menyerahkan novel ini. Dia juga optimistis naskah gue bakal diterima karena ada beberapa hal dari novel gue yang menjadi nilai plus. Pertama, susunan bahasa udah cukup bagus untuk novel remaja. Kedua, bodorannya nggak biasa. Ketiga, novel gue udah jadi (ya iyalah, kalo nggak jadi ngapain masuk penerbitan?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pun sumringah dan terbuai oleh khayalan. Apalgi setelah editor tersebut menganjurkan kalau semisalnya naskah gue diterima, gue mesti ambil sistem royalti. Jangan ambil sistem jual-naskah. Yeah, obsesi gue semakin membara!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga bilang kemungkinan besar naskah ini bakal jadi terbit. Ah, semakin sumringah saja hatiku ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih. Setelah 2 minggu menunggu, datang sms yang berbunyi: 'Zak, naskahmu blom dapat diterbitkan. Maaf ya...Ntar di kampus aku kasih tau kekurangannya' Sender: Bang Iwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JLEBBB!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan ditusuk anak panak bergaram, gue terheran-heran. Ya, memang sih gue juga nggak berharap banget bisa langsung terbit. Soalnya saya adalah pemula. Tapi, pas denger naskah ditolak asa gimana gitu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, life must go on....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya kalo buat dia, naskah gue udah ok. Tapi masalahnya editor yang lain. Karena ngedit novel ini turut pula editor yang lain yang sekiranya bisa menilai. Dan di sinilah letak ketidakberesan novel gue. Novel gue ceritanya loncat-locat, benang merahnya nggak dapet, dll. Di sinilah novel gue seakan 'ditelanjangi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh bumi, telanlah aku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya mau gimana lagi, gue mesti nerima ini dengan lapang dada. kalo kita siap diterima, kita juga mesti siap ditolak. bang Iwan juga berpesan: 'Zak, kamu mau pilih mana? Nyerah atau terus ngejar ambisi kamu? Aku saranin kalo kamu pengen serius jadi penulis, kamu mesti coba terus. Kecuali kalo kamu milih pengen gagal'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pilih tetep terus. Karena menurut gue, gagal bukan pilihan. Gagal adalah ketidakmampuan untuk menentukan pilihan dan ragu akan pilihan. Gue nggak mau seperti itu. Gue bakal terus sampe janji gue ke temen gue suatu hari buku gue bakal dipajang di etalase sekaliber Gramed dan Gunung Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kisah setengah mateng dari gue. Walopun ditolak,  setidaknya gue tau penyebab pastinya. Novel gue ini ditulis dalam kondisi stres. Dan ceritanya memang rada2 sakit. Sedangkan penerbit ini nggak biasa sama naskah yg lebih ke Personal literature. Mereka lebih ke novel-novel konvensional. No problem lah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin gue bakal kirim naskah ini ke penerbit yang menampung naskah personal literature. Ya semisal Bukune dan Gagas. Semoga aja diterima. Amien....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Note:&lt;/span&gt; Setelah ini, gue bakal menyelesaikan novel pertama yang belum jadi-jadi juga, judulnya: GLOBALISUSI. Kalo ini beres, gue bakal beralih ke ide novel selanjutnya: BEM--Badan Eksklusif Mahasiswa. (Penulis mungkin harus menelan berbagai penolakan. Tapi suatu saat penolakan mungkin akan membuat kita menjadi lebih kuat dan terbiasa untuk berkarya).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-7976215712198296565?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/7976215712198296565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=7976215712198296565&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/7976215712198296565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/7976215712198296565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2008/04/naskahku-ditolak.html' title='Naskahku Ditolak!'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-7796440185221903090</id><published>2008-04-04T07:49:00.000-07:00</published><updated>2008-04-04T07:53:35.117-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinkin&apos; of You....'/><title type='text'>Sebuah Alasan</title><content type='html'>"Ada saat dimana dia seolah menjauhimu tanpa alasan yang jelas, walaupun sebenarnya dia sangat mencintaimu. Entah kenapa, aku pun tak tahu. Wanita tak selalu harus punya alasan khusus untuk melakukan hal seperti ini. Tapi mereka punya jawaban, bukan sebuah alasan!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-7796440185221903090?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/7796440185221903090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=7796440185221903090&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/7796440185221903090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/7796440185221903090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2008/04/sebuah-alasan.html' title='Sebuah Alasan'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-5022067039111762513</id><published>2008-03-04T06:58:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T08:18:37.077-08:00</updated><title type='text'>Fenomena Kesurupan (LIVE)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/R81lBAGmt5I/AAAAAAAAACk/IsK4Dfp4pOU/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/R81lBAGmt5I/AAAAAAAAACk/IsK4Dfp4pOU/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173902614800545682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(Walopun udah agak lama, tapi keun welah...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 22 Januari 2008 &lt;br /&gt;LDKM. Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa. Hmmm...sebenernya gue alergi dengan acara-acara yang sifatnya formal dan kaku kayak gini. Selama kurun waktu enam tahun di Garut, gue sudah mengalami asam-garam acara-acara semisal LDKM. Yang gue rasa, LDK macem gini acaranya monoton, menguras tenaga dan pikiran, capek, nggak dinamis, dan buang-buang waktu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alergi disebabkan pola pikir gue yang biasanya nggak sejalan. Kadang gue pengen berontak dengan keadaan kaku dan nggak dinamis. Tapi, mau gimana lagi? Toh waktu itu gue nggak tau apa-apa. Waktu itu masih polos banget.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan menginjak mahasiswa, kirain gue bakal ketemu sama suasana baru dan orang-orang hebat. Nggak tahunya justru—terkesan—lebih buruk dari ekspektasi awal. Nasib...nasib...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semster tiga ini gue dipilih sebagai koordinator divisi acara LDKM. Oh my God! I’ts a bad news! I don’t like this! I hate! Nggak tahu siapa yang merekomendasikan gue untuk menjadi koord. div. acara LDKM. Tau-tau gue ditempatin di divisi acara, koordinator pula. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bukannya gue nggak bisa ngurus kayak ginian. Gue Cuma nggak interest aja sama acara kayak gini. Gue juga udah nggak niat. Ditambah paradigma “status quo” yang menghinggapi sebagian besar panitia. Format acara tahun sekarang biasanya sama dengan acara tahun kemarin. Walaupun ada perubahan paling Cuma dikit.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena memang nggak niat, gue pun bekerja asal-asalan. Jarang rapat, jarang kumpul, jarang ngasih masukan, miskin kontribusi, dan menjadi pembangkan di garis depan. Cuma bisa ngritik dan ngritik, tapi nggak bisa ngasih solusi. Begitulah keadaannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Melihat polah sikap gue, beberapa panitia mengusulkan untuk memutasi gue ke divisi akomodasi. Dengan kata lain, gue turun kasta. Tapi tak apalah, justru gue bersyukur. Kenapa nggak sekalian aja keluarin gue dari kepanitiaan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gue menjadi tukang angkat barang dan perlengkapan. Apa panitia nggak liat apa body gue kecil kayak gini? Tandu, TOA, galon, nyiapin angkot menjadi tugas gue. Huhuhu...ya nasib.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tibalah hari pemberangkatan. Hari selasa tanggal 22 semua peserta LDKM—yang notabene maba 07—udah kumpul di depan BEM. Dengan kostum aneh mirip alien—bola setengah yang dipake sebagai topi plus antenanya—semua berbaris rapi. Kemudian berjalan beriringan menuju angkot yang udah diparkir di depan kampus. Waktu menunjukkan pukul 13.00.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gue dan Rangga—rekan satu divisi akomodasi—naek motor ke Lembang. Panitia kebanyakan pake motor. Peserta udah jelas naek angkot. Kita berjalan beriringan sepanjang jalan. Mirip rombongan mudik lebaran 2008. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Acara LDKM kali ini mengambil tempat di Balatkop—Balai Latihan Koperasi, Lembang. Tempatnya memang cukup jauh dari Jawa Timur (ya iyalah!). perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit dari kampus Unisba. Balatkop sendiri tempatnya cukup strategis karena terletak di pinggir jalan. Alhamdulillah kita nggak usah mendaki gunung, lewati lembah. Nggak usah masuk perkampungan penduduk juga. Yah, pokoknya tinggal di sisi jalan dan masuk. Beres. Titik!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sesampainya di Lembang, Edi dan kawan-kawan sudah sembuh...eh, maksud gue, semua panitia dan peserta langsung baris dan cek jumlah peserta. Hal ini dimaksud agar jumlah peserta di awal berangkat sama dengan jumlah peserta yang sampai di tempat tujuan. Panitia punya ekspekstasi kalau-kalau ada beberapa orang peserta yang mencoba bunuh diri dengan cara terjun bebas dari angkot jurusan Ciroyom-Lembang. Nggak lucu banget kan ntar ditanya, ”Yulastri?” Terus temennya jawab, ”Tadi terjun bebas dari angkot. Mungkin udah almarhum sekarang mah, teh.”&lt;br /&gt; Ya, jangan sampe kejadian deh. Ntar dituntut lagi sama pihak keluarga. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Well, acara LDKM ini ternyata sesuai dengan prediksi awal gue. Bahkan, sebelum gue menginjak kuliah juga gue telah memprediksi—karena gue adalah futuris amatir—kalo acara ini bener-bener monoton. What i felt last year, nggak ada bedanya. Semua susunan acara sama dan formatnya pun nggak jauh beda. Yang beda Cuma tempat doang—dan tentunya gue sebagai panitia jadi tambah ganteng karena mempunyai fans cewek-cewek (akhwat) 2007. itu aja sih bedanya...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jujur, gue nggak ngeh sama kondisi kayak gini. Bener-bener pengen pulang dan membawa kabur motor gue ke rumah. Biarin dituduh maling motor juga, soalnya ini kan motor gue!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama, nggak ada sesuatu yang berarti. Semua serba monoton. Semuanya terlalu kaku. Semuanya membosankan! Puihhh...gue jadi inget DA. Huh, kalo gue bandingin acara mahasiswa dan acara barudak DA, jelas jauh banget. Soal kualitas, arah tujuan, final result, dan lain-lain. Matakna barudak, mun ngayakeun acara di DA tong satengah-satengah. Mun misalna kudu ribut jeng pihak pondok keun welah! Labaskeun weh...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun, semua berubah pas hari kedua. Dari yang semual monoton menjadi menegangkan. Dari yang semula biasa aja jadi luar biasa! Coz what? Kita semua kedatangan tamu tak diundang....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekitar pukul 20.00, 10 menitan sehabis gue shalat isya, para peserta yang lagi ngumpul di ruang sidang—karena ada simulasi persidangan—dikejutkan oleh beberapa orang peserta yang tiba-tiba pingsan. Korban pingsan pertama sebut saja Indah. Dia tiba-tiba pingsan dengan sebab yang nggak jelas. Mungkin karena capek. Atau mungkin juga karena sebab lain.&lt;br /&gt; ”Teh, ada yang pingsan!” Teriak beberapa peserta.&lt;br /&gt; “Mana?”&lt;br /&gt; “Itu!” Sambil menunjuk ke arah orang yang pingsan.&lt;br /&gt; Pas beberapa temen gue yang merangkap panitia ngedeketin, mereka pucat banget. ”Ini kan....?”&lt;br /&gt; ”Udah, cepet angkat!” kata Dana.&lt;br /&gt; Baru aja beberapa langkah ngangkat tubuh Indah buat dikasih obat, tiba-tiba Indah ngamuk tak terkendali. Dia bagaikan cacing kepanasan. Menggeliat, memutar, mencakar, dan berteriak sekeras-kerasnya. Set, dia kesurupan!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sambil meraung-raung nggak jelas, dia terus mencakar-cakar. Gue yang agak shock dengan pemandangan kayak gini merinding ketakutan. Jujur, gue baru liat secara langsung gimana reaksi orang kesurupan! Walopun sering denger berita tentang kesurupan, baru kali ini gue liat yang kesurupan secara live! Hiyyy...amit-amit dah!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka, beberapa panitia laki-laki langsung mengamankan Indah. Mereka megangin tangan, kaki, kepala, dan badan Indah. Kita semua khawatir kalo misalnya dia ngelukain dirinya sendiri. Termasuk diantara panitia yang megangin Indah adalah gue! Gue bertugas megangin kakinya Indah supaya dia nggak ngamuk. Ampun deh, gue belum punya pengalaman dalam dunia takluk-menaklukan makhluk halus. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Baru beberapa menit Indah kesurupan, datang lagi korban selanjutnya. Windy, anak 2007, mengalami hal seruap dengan Indah. Dia kesurupan setan! Oh, tidak! Kenapa setan malem-malem gini pada berkeliaran bebas? Terus, kenapa korbannya cewek semua? Apa stok setan cewek di alam sana udah menipis gitu? &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Windy ngamuk nggak ketulungan. Dia jerit-jerit sambil ngeluarin kata-kata kasar. Bahkan, ngamuknya Windy lebih parah daripada Indah! Indah dipegangin sama 5 orang juga cukup. Tapi Windy mesti dipegangin sama 10 orang supaya nggak ngamuk! Bener-bener nih setan ngerjain...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka atas nasehat beberapa senior, kita ngaji AL-Quran bareng di situ. Dari mulai ayat kursi, Al-Fatihah, Al-Kafirun, dan lainnya. Pokoknya jangan sampe bengong dan pikiran kosong. Bisa-bisa kita yang jadi korban kesurupan berikutnya. Hiyyy....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebenernya, gue mempercayai Al-Quran sebagai mukjizat. Untuk mengusir setan dan roh jahat gue kurang sepakat. Tapi apa daya, pada saat itu setannya bener-bener kuat. Malah setannya seolah mempermainkan kita. &lt;br /&gt; ”Panaaaasss....anjing!” Ya, kata-kata seperti itu keluar dari mulut Indah saat gue dan temen-temen gue membacakan ayat Al-Quran.&lt;br /&gt; ”Panaaass....aing kaluar, aing kaluar!!!” Set, akhirnya Indah diem. Dia kembali tenang dan tidak menjerit-jerit lagi. Ah, nampaknya setan terkutuk itu telah keluar. Maka gue dan panitia yang lain melonggarkan pegangan dan menunggu Indah siuman.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi, beberapa saat setelah melepaskan pegangan, hal yang nggak diduga malah terjadi! Indah bangun kembali dan mengamuk! Gue yang nggak siap dengan semua ini sontak ikut-ikutan menjerit! Gue keget pas liat dia bangun kembali. Dan yang bikin gue menjerit keras adalah karena liat matanya! Ya, matanya bukan ekspresi mata manusia pada umumnya. Lebih ke mata makhluk lain yang gue sendiri nggak tahu makhluk apa itu. Yang pasti sih menyeramkan!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sementara itu, di ruang terpisah yang disekat oleh kaca, gue melihat kerja keras sepuluh orang panitia cowok yang berusaha dengan segala daya dan upaya untuk menenangkan Windy. Nampaknya sepuluh orang aja nggak cukup deh. Buktinya mereka kewalahan buat ngimbangin tenaga yang dikeluarin Windy. Mungkin setannya adalah raja setan. Mungkin juga setannya cinta mati sama Windy sehingga nggak mau ngelepasin Windy gitu aja. Owh, dasar setan jahanam! Mau lo apa sih? &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;”Jelma ieu milik aing...!!! Jelma ieu milik aing...!!!” Windy bicara kaya gitu. Hmmm...sebenernya sih yang bicara bukan Windy, tapi si setan terkutuk. Dia nggak mau keluar dari tubuh Windy. Dia pengen tetep bersarang di tubuh Windy!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengerikan! Sekarang Indah kadang ngamuk kadang diem. Dan asal lo tau aja, suara Indah berubah-rubah. Kadang suara laki-laki, suara anak kecil, dan terkahir suara nenek-nenek. Zigh! Bulu kuduk gue semakin berdiri. Apalagi malem ini hujan gede banget ditambah halilintar yang menderu begitu keras. Udah mah dingin, mencekam pula! Mirip kayak adegan di film horor. It’s real....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah berjuang sekian lama guna menaklukan setan di tubuh Indah, akhirnya sekitar pukul 22.30 atau setengah sebelas malem, Indah berhasil diselamatkan. Itu artinya sekitar dua jam setengah, gue sama panitia yang lain megangin Indah! Lumayan, badan gue langsung encok karena nggak bisa mengimbangi tenaga yang dikeluarkan Indah. Indah sadar dan siuman walopun badannya lemes banget. Dia dibimbing supaya ngebaca istighfar suapay setannya nggak balik lagi. Fiuhhh,,,akhirnya satu korban selamat!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beda dengan Windy, setan di tubuh Windy nggak mengenal istilah low-batt. Semakin malem malah semakin on fire! Gila nih setan, walopun beberapa ayat andalan semisal ayat kursi udah dibacain, tetep aja setan yang satu in nggak mau pergi. Maka, dengan terpaksa gue pun ikut membantu panitia yang lain megangin Windy. Ya, setelah masuk lobang buaya, gue masuk black hole! Lo nggak liat apa gue encok pegel linu gara-gara megangin Indah? Please deh!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Emang bener. Setan di tubuh Windy bener-bener kuat. Udah belasan panitia yang megangin tapi tetep aja tenaganya gede. Siap-siap aja gue kena osteoporosis gara-gara megangin Windy!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di tengah-tengah kekacauan ini, tiba-tiba gue pengen pipis. Duh, mana ujan, dingin, pengen pipis pula! Pipis sendirian gue nggak berani karena malem ini begitu mencekam. Maka gue ngajak ke panitia lain.&lt;br /&gt; “Eh, gue beser nih! Ada yang mau ke WC nggak?” Tanya gue sambil tetep megangin kaki Windy.&lt;br /&gt; “Ayo, Zak. Gue juga beser nih!” Kata Wildan.&lt;br /&gt; ”Hayu atuh, urang oge hayang ki’ih!” Timpal Razi.&lt;br /&gt; Maka berangkatlah 3 orang ksatria ketakutan ini ke WC. Pas tiba di pintu WC, kita semua bingung.&lt;br /&gt; “Sok maneh tiheula...”&lt;br /&gt; “Ah, maneh weh. Sieun euy...”&lt;br /&gt; Nya nggeus urang weh.” Kata Wildan.&lt;br /&gt; Wildan masuk WC duluan, sementara gue dan Razi nunggu di luar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; KREKK...!!&lt;br /&gt; Pintu WC terbuka. Owh, tidak! Wildan udah beres...! (iya, nggak ada apa-apa kok).&lt;br /&gt; ”Sok, maneh heula Zak.” Kata Razi.&lt;br /&gt; ”Ah, ente heula weh.”&lt;br /&gt; ”Nya nggeus, barengan weh.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita berdua masuk WC barengan. Ini bener-bener situasi darurat dimana gue dan Razi mesti berbagi tempat untuk buang air kecil. Beneran, ini karena diliputi rasa takut yang amat sangat dalam. Adanya peristiwa kayak gini jangan salahin gue dan Razi, salahin setannya!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita kembali memegangi Windy. Setannya kali ini bener-bener kalap. Ngamuknya keterlaluan banget. Cuihhh,,,masak gue mesti ngeracun si Windy buat ngeluarin setannya? Nggak kan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada beberapa kejadian yang bikin gue sama panitia yang lain ketawa-ketiwi nggak jelas. Sumpeh, ini kejadian bikin perut gue ngakak setengah mampus. Dan baru kali ini gue denger.&lt;br /&gt; ”Istighfar, Win. Istighfar...” Kata Ade.&lt;br /&gt; ”Sia anjing...!!!” Teriak Windy—iya, bukan Windy yang bilang, tapi setannya.&lt;br /&gt; Merasa terhina dan dilecehkan, Ade nggak terima. Kemudian dia berkata, “Istighfar anjing!”&lt;br /&gt; ”Anjing!” Kata Windy.&lt;br /&gt; ”Eh, anjing! Sia teu sieun ka Al-Quran, hah?”&lt;br /&gt; ”Sia anjing...!&lt;br /&gt; ”Anjing teh!”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tuding-menuding antara setan dan manusia. Gue baru denger dan itu jelas banget di hadapan gue. Bisa juga kita menyebutnya saling hina antara manusia dan setan! Setan menghina manusia dan manusia membalas! &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Waktu lagi kenceng-kencengnya megangin Windy, tiba-tiba Windy bilang kayak gini, ”Pergi kamu setan!”&lt;br /&gt; Windy ngomong kayak gitu pas banget di muka Razi dan muka Tesar soalnya mereka kebagian megangin pundak Windy. Terus terang, Razi dan Tesar tersungging dan tersinggung. Mereka nggak terima dikatain setan! Mereka pun bales nyerang!&lt;br /&gt; ”Kamu yang setan!!!” Kata Razi dan Tesar kompak sekaligus emosi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setan teriak setan! Emang, setan sekarang daya intelegensianya mengalami perkembangan yang cukup pesat. Buktinya, dia bisa memfitnah manusia. Setan yang berbakat jadi koruptor!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Usaha mengendalikan Windy berujung sia-sia. Sampai hampir jam 12 malem, Windy nggak kunjung sadar. Malah semakin menggila tak tetolong lagi. Karena panitia kehabisan akal, maka diundanglah seorang ahli dalam bidang rukyat.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pakar rukyat tersebut memang ahli. Dengan gerakan slow-motion, dia ngajak Windy bicara empat mata. Gue nggak tahu apa yang dibicarain. Mungkin mereka lagi negosiasi. Mulutnya komat-kamit seakan di hadapannya ada orang yang diajak ngobrol. Dan akhirnya, beberapa saat kemudian Windy bisa ditenangkan. Windy udah normal kembali dan dibawa ke kamar panitia. &lt;br /&gt; Fiuhhh....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gila, badan gue pegel-linu, encok, lemes, dan semua penyakit orang tua menjalar sekujur tubuh. Bayangin dong, Windy kesurupan dari jam delapan malem dan beres jam 12-an gitu. Berarti sekitar empat jam gue dan panitia megangin! Hiiiiyyy….bener-bener kerja rodi! Gue mah mending maen futsal 4 jam deh daripada megangin orang kesurupan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Panitia bener-bener shock! Belum pernah acara LDKM kejadian kayak gini. Out of expectation! Kita semua merinding ketakutan. Panitia cewek apalagi, mereka bener-bener takut setengah mampus. Bahkan beberapa dari mereka juga ada yang sempet pingsan. Aneh, peserta yang kesurupan kok panitia ikut pingsan? Tapi untungnya nggak ada yang kesurupan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekitar pukul 01.30, kejadian tak terduga datang lagi. Kita dibuat kaget lagi dan adrenalin gue dipacu untuk yang kesekian kalinya. What’s goin’ on? Kesurupan lagi!!!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Windy ngamuk lagi dan setannya kembali merasuki tubuh Windy. Anjrit. Mau lo apa sih setan? Lo nggak puas udah bikin kita-kita olah raga secara sukarela buat megangin lo doang, hah? Lo kagak kasian apa sama anak orang? &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya untuk kesekian kalinya kita-kita megangin Windy lagi. Sungguh, malam yang sangat panjang mengingat peristiwa ini berlangsung secara tak terduga dan berlangsung sepanjang malam. Gusti nu Agung...hapunten bilih mah simkuring seuer kalepatan! Mugiya dihapunten sagala kalepatan. Amien...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gue nyerah. Gue ngantuk. Gue pengen istirahat! Dengan terpaksa hanya beberapa orang aja yang nungguin dan megangin Windy. Selebihnya pada tidur karena nggak kuat ngantuk. Termasuk gue. Tidur dengan pulas sampe jam 7 pagi. Huhuhu....maaf kelewatan shalat subuh, soalnya gue capek banget!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Well, akhirnya Windy dibawa pulang pihak keluarga pada pagi hari pas gue masih pules-pulesnya tidur. Dia diamankan ke rumah. Sementara Indah alhamdulillah nggak berulah dan nggak kambuh lagi kesurupannya. Anak yang baik....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagi kalian yang mau ngadain acara di tempat yang belum terjamah, ada baiknya tahu tentang medan dan kondisi fisik serta psikis peserta. Ini penting guna kelancaran acara. Dan tentunya untuk meminimalisir hal-hal semacam ini. Ugh, setan zaman sekarang...aya-aya wae!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-5022067039111762513?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/5022067039111762513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=5022067039111762513&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/5022067039111762513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/5022067039111762513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2008/03/fenomena-kesurupan-live.html' title='Fenomena Kesurupan (LIVE)'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/R81lBAGmt5I/AAAAAAAAACk/IsK4Dfp4pOU/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-9187507916373393419</id><published>2008-01-01T08:22:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T08:18:37.420-08:00</updated><title type='text'>ARTIS CILIK, MUSIK, DAN KEBEBASAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/R4DpRYlS_mI/AAAAAAAAAB0/WvRSdydYY80/s1600-h/Eno_Lerian_01.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/R4DpRYlS_mI/AAAAAAAAAB0/WvRSdydYY80/s200/Eno_Lerian_01.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152374458577780322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;            Aku suka Eno Lerian. Aku nge-fans sama Bondan Prakoso. Nggak kalah juga aku bener-bener kepincut sama Trio Kwek-Kwek. Mereka adalah orang-orang hebat yang pernah meramaikan dunia musik anak-anak zaman baheula. Di zamannya, album mereka laris-manis mirip penjualan MP3 bajakan. Seppupuku sampe beli album trio kwek-kwek plus Eno Lerian. Sedangkan aku sempet-sempetnya belain—dan merengek-rengek—minta dibeliin lagu Si Lumba-Lumba milik Bondan Prakoso.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;          &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;                Well, bagi sebagian orang mengingat-ingat masa lalu dan masa cupu adalah hal yang nggak banget. Jijay! Tapi nggak buat gue. Gue termasuk tipe yang sangat menghormati masa lampau. Kenangan indah seputar penyanyi cilik nggak bakal gue lupain gitu aja. Karena itu masa lalu dan menjadi bagian hidup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;            Apa sih istimewanya penyanyi-penyanyi kayak gitu? Masih alergi kalo denger Trio Kwek-Kwek? Atau trauma sama gaya Bondan yang sok macho mirip Rhoma Irama di lagu Si Lumba-Lumba? Emang nggak kangen apa sama tahi lalat di hidung Eno Lerian?&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ngaku aja deh, nggak usah malu-malu. Kalo kalian pernah merasa dan hidup pada dekade dimana penyanyi cilik sedang menjamur, gue yakin ingatan kalian bakal ditarik ke masa tersebut. Nikmati saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;* * * &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Zaman sekarang sepertinya industri musik kita lebih terfokus pada pertumbuhan band-band anak muda. Entah itu karena trend atau pasar, semuanya seakan terfokus pada pencarian bibit unggul dari anak-anak muda. Pencarian pun dikerucutkan lagi pada jenis-jenis musik Pop, Rock, Death Metal, Indie, dan sebagainya. Ditambah lagi dengan aroma kebebasan yang diembuskan beberapa tahun terakhir membuat semuanya serba permisif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Termasuk dalam musik. Memang, warna musik saat ini lebih bervariatif dan mutunya semakin bagus. Penjualan album pun meningkat tajam. Buktinya album-album dari penyanyi kita laku keras di luar negeri. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sebut saja nama-nama seperti Peterpan, Radja, Padi, Samsons, dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun kebebasan yang dibuka lebar-lebar membuat orang lupa diri. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kebebasan dalam bermusik saat ini tidak hanya terpaku pada aransemen dan komposisi musiknya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Akan tetapi telah menjalar pada lirik. Coba perhatikan lirik ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Udah nggak kuat nahan, pengen gitu-gituan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ayo cepat masukan tapi pake pengaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(Kungpow Chiken)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Atau yang lebih ekstrim lagi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Perkosa Ibu, Sodomi bapak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(Forgotten)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Lirik-lirik lagu yang beredar sekarang tidak lagi memperhatikan batas-batas formal sebuah kewajaran. Ekspresi kebebasan begitu kental. Pemberontakan pada satu hal konvensional menjadi sebuah trend gaya hidup. Dan akhirnya ini menjadi sesuatu yang mainstream.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Untuk kawasan Bandung sendiri yang menjadi kiblat musik-musik underground di Indonesia, perkembangan band-band indie dengan lirik eksploradis (gabungan eksplorasi dan sadis) tumbuh subur. Sebagian tak memperdulikan lagi mana norma dan aturan. Sebagian lagi cenderung apatis. Dan lainnya hanya diam. Gue punya pendapat sendiri bahwa musik yang dibawa oleh anak-anak underground akan sama nasibnya menjadi ilmu di tangan ilmuwan-ilmuwan Atheis: bebas nilai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Lebih tepatnya musik bebas nilai. Nggak peduli mau nulis lirik tentang sex, pemerkosaan, setan, atau apapun yang penting bebas. Walaupun harus menyinggung orang lain—bahkan menyudutkan—itu nggak jadi soal. Yang penting bermusik! Titik!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Forgotten, salah satu band underground di Bandung pernah dapet teguran keras dari MUI gara-gara lirik lagunya yang berperikebinatangan. Band gila tersebut seolah nggak mikir waktu bikin lirik. Bahkan, waktu ditegur sama MUI, si vokalisnya bilang kayak gini: &lt;i style=""&gt;Kumaha sia weh anj*ng!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dari beberapa temen gue yang deket sama personel Forgotten, gue dapet info bahwa maksud dari lirik-lirik yang dibuat sama sekali nggak ada maksud buat memojokkan pihak manapun. Lirik tersebut diinterpretasikan lain oleh para penggemarnya sehingga banyak yang salah paham. &lt;i style=""&gt;Sebenernya yang salah tuh siapa? Yang bikin lirik atau penggemar?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pernah ada fans Forgotten dari Malaysia yang nekat mau bunuh diri gara-gara denger lagu yang berjudul ”Tuhan Telah Mati”. Padahal, menurut sang vokalis, bukan berarti Tuhan itu telah tiada. Maksud dari judul tersebut adalah keadilan sulit ditegakkan saat ini sehingga banyak orang yang terdzolimi. Kebenaran sulit ditegakkan.&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;Whatever!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selain Forgotten tentunya masih banyak grup band lain yang kondisinya hampir sama. Eksplorasi besar-besaran mengusung tema sex, melakukan pemberontakan pada lirik, memakai atribut-atribut setan pada wktu konser, meneriakkan sekeras-kerasnya kata-kata kasar merupakan ekspresi atas nama kebebasan. Makanya, gue sangat alergi jika ada orang yang berbicara atas nama kebebasan. Gue menyebut mereka dengan julukan Epigon Intelektual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Memang, kebebasan adalah hak setiap orang. Dan setiap orang bebas dalam mengekspresikan dirinya entah itu dalam musik, politik, sosial,atau apapun itu. Hanya, pertanyaan gue adalah, sampai dimana batas kebebasan tersebut? Apakah memang kebebasan tidak ada batasnya? Atau batas kebebasan adalah kebebasan itu sendiri? Lalu, untuk apa aturan difungsikan? Apakah pantas kita berjustifikasi dalam segala hal atas nama kebebasan? &lt;i style=""&gt;Kebebasan yang rancu!&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Waktu demam virus Al-Qiyadah Al-Islamiyah, banyak orang-orang bego agama yang mendadak jadi sok pinter di depan televisi. Mereka bilang kalau Al-Qiyadah itu harus dilindungi karena negara ini menjamin kebebasan hak setiap individu untuk melaksanakan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing. Mereka juga mengecam tindakan brutal dan penyerangan terhadap golongan—sebut saja aliran sesat—tertentu. Karena kenapa? Karena itu melanggar HAM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;HAM, Hak Amoral Manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dikit-dikit HAM, dikit-dikit HAM. Sepertinya HAM udah dijadiin semacam tameng guna membenarkan tindakan yang salah. HAM bukan sesuatu yang mewah lagi. HAM telah menjadi komoditas yang diperjualbelikan lewat media massa. Jika sudah begitu, HAM hanya akan menjadi komoditi di tangan orang-orang berduit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Apa pantes aliran yang jelas-jelas sesat dan mencemarkan nama baik agama tertentu dibela habis-habisan atas nama HAM? Terus, kalo ada orang maling dan ketangkep apakah dia layak dinyatakan tidak bersalah dengan alasan bahwa mencuri adalah hak setiap individu? &lt;i style=""&gt;Hey, bukankah maling adalah kemampuan alamiah manusia? Lalu kenapa tidak dimasukkan saja ke dalam daftar HAM?&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Boleh-boleh aja sih bikin aliran baru, tapi tolong jangan mengatasnamakan Islam. Gue heran, hari gini masih ada aja orang setengah waras ngaku-ngaku Nabi Muhammad lah, titisan Jibril lah, pernah pergi ke surga lah, dan semacamnya. Mana gue nggak tahu apakah dia punya mukjizat atau nggak. Gue pengen lihat orang-orang setengah waras itu parade kemampuan di televisi. Misalnya Lia Eden dibakar hidup-hidup untuk mengetahui apakah dia kebal terhadap api atau nggak—sebagaimana kisah Nabi Ibrahim. Atau Ahmad Musadeq suruh terbang ke langit dan Sidratul Muntaha. Tapi sampe sekarang, gue belum denger mukjizat dari beberapa ”Nabi” kurang waras tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Beginilah akibatnya jika kebebasan dipegang oleh orang-orang oportunis. Dan perlu diketahui, Indonesia adalah stok terbesar pemasok orang-orang dan spesies seperti ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Untuk semua epigon intelektual yang sok tahu, ada baiknya memperdalam kembali ilmu dan pengetahuan tentang kebebasan. Karena kebebasan yang kita pelajari bukanlah kebebasan murni. Akan tetapi kebebasan versi barat yang telah dimonopoli sedemikian rupa. &lt;i style=""&gt;Masih berminat menjadi pembela HAM versi barat? Silakan saja, saya tidak akan pernah memaksakan kehendak pada orang bodoh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; *  *  * &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebenarnya kita semua telah mendzolimi anak-anak. Kita hanya peduli pada generasi kita dan lupa pada generasi selanjutnya. Generasi hari ini sedang membutuhkan figur yang tepat. Sayang, tidak ada solusi yang kita berikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dulu, ketika kita masih anak-anak, setiap hari selalu aja disuguhin tembang dari beberapa penyanyi cilik. Bahkan dulu, gue sempat tergila-gila sama Sherina Munaf gara-gara film ”Petualangan Sherina”. All about Sherina gue koleksi. Mulai dari kartu pos, kaset, poster, majalah, dan stiker. Gue bener-bener ”jatuh cinta” sama Sherina.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Lain lagi cerita temen gue. Saking nge-fans berat sama Maisy—pengisi acara CI-LUK-BA, dia bela-belain ngirim surat dan minta fotonya. Walaupun harus membayar sejumlah uang buat dapetin fotonya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Acara semacam Tralala-trilili dan CI-LUK-BA udah jarang banget sekarang. Papa T Bob juga nggak tahu ngilang kemana. Lagu-lagu anak ibarat barang langka di zaman sekarang. Nggak ada lagi ”Si Lumba-Lumba” atau ”Cit-cit cuit”. Geovani, Saskia, Joshua, dan yang lain telah menghilang dari peredaran. Padahal anak-anak butuh banget figur artis cilik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sadar atau nggak, anak kecil zaman sekarang lebih cepet dewasa sebelum waktunya. Kasus pelecehan anak SD oleh temannya banyak terjadi. Kelakuan mereka pun udah nggak ada bedanya sama orang dewasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mungkin, karena tidak adanya figur di kalangan anak-anak, mereka berpaling pada figur orang dewasa. Lagu-lagu bertema cinta, perselingkuhan, kekerasan, dan hedonisme menjadi ”santapan” bagi anak-anak usia dini. Gue pikir, hal ini kurang pas diterapkan pada anak-anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebagai bangsa yang peduli akan perkembangan generasi selanjutnya, mari kita berikan perhatian pada generasi di bawah kita. Generasi di bawah kita sangat membutuhkan perhatian. Jangan sampai kita menjadi bangsa yang membiarkan generasi selanjutnya hilang begitu saja—Lost Generation.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-9187507916373393419?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/9187507916373393419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=9187507916373393419&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/9187507916373393419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/9187507916373393419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2008/01/artis-cilik-musik-dan-kebebasan.html' title='ARTIS CILIK, MUSIK, DAN KEBEBASAN'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/R4DpRYlS_mI/AAAAAAAAAB0/WvRSdydYY80/s72-c/Eno_Lerian_01.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-8155082382419595687</id><published>2007-11-28T07:05:00.000-08:00</published><updated>2007-11-28T07:11:06.095-08:00</updated><title type='text'>KEPASTIAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;"Kadang aku mengejar sesuatu yang--sebenarnya--tak perlu kukejar. sebagai konsekuensinya, aku tak mendapatkan apapun. Kadang aku diam dan tak mengharapkan sesuatu. Namun ternyata sesuatu yang tak terduga datang padaku. Hidup ini penuh dengan ketidakpastian. Dan sesuatu yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian itu sendiri."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-8155082382419595687?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/8155082382419595687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=8155082382419595687&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/8155082382419595687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/8155082382419595687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2007/11/kepastian.html' title='KEPASTIAN'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-214396622135346066</id><published>2007-09-22T07:06:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T08:18:37.625-08:00</updated><title type='text'>MATA SEMBAB SANG PRESIDEN</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/R4Dqb4lS_nI/AAAAAAAAAB8/klBly_pqop8/s1600-h/235103.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/R4Dqb4lS_nI/AAAAAAAAAB8/klBly_pqop8/s200/235103.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152375738478034546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk Bapak Presiden&lt;br /&gt;Di&lt;br /&gt;Tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Sebelumnya, saya sebagai rakyat biasa, ingin memohon maaf jika judul di atas tidak berkenan di telingan Pak Presiden. Saya juga sadar sesadar-sadarnya judul di atas tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan sebagaimana tertulis di dalam Pembukaan UUD 1945. Saya sadar betul itu.&lt;br /&gt;            Satu hal mengapa saya lebih memilih judul ini dan menyingkirkan alternatif judul yang lain, karena Pak Presiden sulit untuk dihubungi oleh rakyatnya. Saya lihat di TV dan media kalau korban Lumpur Lapindo menangis karena tuntutannya belum juga dipenuhi. Pak Presiden tidak mendengar bagaimana kemarahan bangsa kita terhadap Malaysia baru-baru ini. Bapak juga seolah bungkam dengan panderitaan para TKI kita yang dikirim ke luar negeri dalam bentuk utuh dan kemabli dalam bentuk tak utuh, bahkan meregang nyawa.&lt;br /&gt;            Sebenarnya, saya sendiri bosan setiap hari mendengar kasus kekerasan terhadap TKI. Tapi, apa daya. Saya tak bisa berbuat banyak. Kadang saya selalu menyalahkan pemerintah. Saya maki-maki kabinet ini sesuka saya berharap kuping Pak Presiden merah dan hati Bapak tidak tenang. Namun tampaknya bapak tidak pernah merasa marah dengan makian saya. Bapak tak pernah mendengar dengan jelas teriakan saya. Bapak hanya melihat sekilas untuk kemudian mengalihkan pandang pada hal lain yang belum jelas pula.&lt;br /&gt;            Melihat reaksi Bapak seperti itu, terus terang saya kecewa. Padahal, jika saya bandingkan dengan pemimpin lain semisal Umar bin Khottob yang rela berkeliling di tengah malam hanya untuk memastikan apakah semua rakyatnya telah makan atau belum, jelas Bapak bukanlah harapan terbaik saya. Kenapa saya bandingkan Bapak dengan Umar? Karena saya ingin membuka kesadaran Bapak. Saya ingin menyadarkan diri Bapak tentang arti mata sembab.&lt;br /&gt;            Begini, sebagai public figure di Indonesia, Bapak selalu muncul di pemberitaan televisi. Berbagai undangan mesti Bapak hadiri setiap harinya, peresmian ini-itu harus didatangi, dan bolak-balik dari satu daerah ke daerah lainnya. Tentunya hal itu sangat menguras fisik dan mental Bapak sebagai seorang Presiden.&lt;br /&gt;            Saya pernah mendengar juru bicara kepresidenan (kalau tidak salah Bung Andi Malarangeng yang agak sedikit cengeng) berkata dalam sebuah wawancara. Dia berkata kira-kira seperti ini, ”Sudahlah, jangan terus memperburuk keadaan. Lihatlah Pak Presiden. Matanya sembab karena tak bisa tidur memikirkan negara.”&lt;br /&gt;            Benar sekali. Mata Pak Presiden memang sembab. Itu terlihat dari besarnya kantung mata yang selalu Pak Presiden bawa di setiap kesempatan acara. Dilihat dari ekspresinya, saya pikir memang benar Pak Presiden kurang tidur—atau memang tidak tidur sama sekali. Saya ikut prihatin, citra Bapak di depan publik seikit ’terganjal’ oleh kantung mata besar.&lt;br /&gt;            Menanggapi pernyataan Andi Malarangeng yang selalu saja sensitif terhadap kritik (saya pikir dia lagi dapet), hal itu wajar di negara demokrasi seperti Indonesia. Apalagi dengan kondisi yang tidak menentu seperti sekarang ini, sangat memungkinkan berbagai kritik tajam tertuju pada pemerintah. Jika memang Bung Andi tidak tahan kritik, kenapa pula harus jadi penasehat Presiden? Perlu diingat, menjadi penasehat Presiden tidak lebih mudah daripada mengurus kumis Anda!&lt;br /&gt;            Kembali pada kasus mata sembab. Saya ingin bertanya pada Pak Presiden. Apa arti mata sembab bagi Bapak? Karena kurang tidurkah memikirkan negara? Lelah karena baru saja bepergian dari satu tempat ke tempat lain? Atau hanya sekedar penanda saja demi menjaga citra dan berharap rakyat yang melihat seperti saya berkesimpulan bahwa tugas Bapak memang berat sehingga saya menyangka Bapak kurang tidur. Jika memang alasan ketiga yang diambil, Bapak telah melakukan blunder. Karena artis-artis saja yang syuting dari pagi hingga pagi berikutnya menjelang tetap terlihat cantik dan ganteng, tidak berkantung mata seperti Bapak.&lt;br /&gt;            Umar, dengan kekuasaan yang dimilikinya, rela berkeliling di tengah malam hanya untuk memastikan rakyatnya telah makan—dalam hal ini kita artikan saja dengan menjalani hari dengan baik. Ketika dia berkeliling, terdengar suara tangisan anak kecil. Dan apa yang Umar saksikan? Ada seorang ibu yang sedang memasak batu ditemani anaknya yang manangis. Ternyata mereka berdua belum makan. Entah kenapa ibunya merebus batu. Mungkin untuk menghibur anaknya bahwa dia (pura-puranya) sedang memasak makanan enak karena tak ada lagi makanan yang mesti dimasak.&lt;br /&gt;            Umar miris hatinya. Dia tak menyangka masih ada warganya hidup memprihatinkan. Maka dari itu, dibantu oleh asistennya Umar kembali ke rumah dan membawa sekarung besar bahan makanan untuk kemudian memberikannya pada ibu dan anak yang menderita tadi.&lt;br /&gt;            Bukan maksud saya memberikan cap baik pada Umar—karena Umar memang adil ti baheula oge—dan meremehkan Pak Presiden. Bukan itu. Saya hanya ingin mempertanyakan arti mata sembab Bapak selama ini. Setelah itu, Bapak harus mempertanggungjawabkan mata sembab Bapak di hadapan kami.&lt;br /&gt;            Jika memang mata sembab Bapak menandakan kepedulian dan kepekaan Bapak terhadap masyarakat, tentunya ada realisasi yang terwujud dari mata sembab Bapak. Buat apa mata sembab jika tidak mewujudkan sesuatu?&lt;br /&gt;            Jadi begini, kegelisahan dan keresahan Bapak menyebabkan insomnia. Berbagai masalah terus muncul seolah tak mau berhenti. Dalam malam gelap, Bapak tak bisa tidur karena terus memikirkannya. Satu yang harus dicatat, permasalahan tidak untuk dipikirkan. Permasalahan adalah untuk diselesaikan. Sesuai dengan definisi masalah—sesuatu yang harus diselesaikan.&lt;br /&gt;            Seharusnya, waktu terjaga Bapak akibat insomnia dimanfaatkan betul untuk mencari solusi demi kepentingan masyarakat untuk kemudian diwujudkan dalam bentuk real kehidupan. Saya tidak memaksa Bapak untuk menyamar dan turun ke jalan sebagaimana dilakukan oleh Umar bin Khottob. Saya pikir itu terlalu berat bagi Bapak. Saya hanya meminta Bapak bersama-sama ’orang pintar’ di pemerintahan mencarikan solusi yang memihak pada rakyat banyak. Itu saja. Karena saya pikir percuma mata Bapak sembab jika tak menghasilkan keberpihakan pada rakyat banyak.&lt;br /&gt;            Lupakanlah dahulu citra Bapak di depan masyarakat. Lupakanlah kegantengan Bapak yang sempat digembar-gemborkan media sewaktu berkampanye—walau saya tahu ganteng itu relatif. Lupakan kepentingan partai. Lupakan semuanya.&lt;br /&gt;            Lihatlah, negara kita telah sudah hampir sempurna kehancurannya. Berbagai permasalahan selalu saja datang setiap harinya dan tak kunjung selesai. Derita penduduk Indonesia di negerinya sendiri. Derita TKI di luar negeri karena kegiata ’ekspor’ manusia, citra buruk negeri kita di luar negeri, kasus freeport, kasus Munir, kasus teroris, dan kasus-kasus lainnya. Saya tak mau menceritakannya di sini. Terlalu ngeri untuk diceritakan. Terlalu menyedihkan untuk didengar. Terlalu memalukan untuk dijadikan memoar bangsa.&lt;br /&gt;            Sampai kapan negeri ini akan terus begini? Sampai saya mati? Sampai Amerika tumbang? Sampai kiamat menjelang? Sampai kapan?&lt;br /&gt;            Di sebuah daerah nun jauh di sana, ternyata masih ada rakyat yang mengharapkan pemerintahan ini kembali saja ke rezim orde baru. Menurut mereka, rezim orba (orde baru) cenderung lebih stabil, harga-harga terjangkau, tidak ada demo, stabilitas politik berjalan mulus, dan lain sebagainya. Setidaknya, ini menandakan bahwa mereka butuh keamanan dan kesejahteraraan serta perlindungan dari pemerintah. Sebagai rakyat, mereka berharap kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah memihak rakyat banyak. Namun dalam kenyataannya, tidak melulu seperti itu. Rakyat tinggalah rakyat. Pemerintah yang berkuasa. Keduanya seolah berjauhan dan tak saling kenal satu sama lain.&lt;br /&gt;            Pak, ada baiknya Bapak tidur lebih dini dan tak usah tidur larut malam hanya karena memikirkan negara. Saya pikir percuma jika sekedar dipikirkan. Tak ada sesuatu yang terwujud jika tidak direalisasikan ke dalam bentuk nyata.&lt;br /&gt;            Mengapa saya menyuruh Bapak untuk tidur lebih cepat? Jawabnya adalah kantung mata Bapak. Saya sangat mengkhawatirkan kantung mata Bapak. Saya berharap kantung mata tersebut segera mengecil. Jika dibiarkan terus membesar, saya takut Bapak tidak bisa melihat secara utuh keadaan bangsa dan negara ini. Saya takut penglihatan Bapak terhalang. Dan itu memudahkan orang-orang terdekat Bapak semakin menjauhkan pemerintah dengan rakyatnya. Akhirnya, kalangan pemerintahan bisa bertindak sesukanya termasuk korupsi. Sedangkan rakyat hanya bisa gigit jari.&lt;br /&gt;            Pak, perlu diketahui, sejauh yang saya rasakan penderitaan bangsa berbanding lurus dengan besarnya kantung mata Bapak.            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Globalizacktion&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;When i was young, this country felt too old&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-214396622135346066?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/214396622135346066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=214396622135346066&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/214396622135346066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/214396622135346066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2007/09/mata-sembab-sang-presiden.html' title='MATA SEMBAB SANG PRESIDEN'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/R4Dqb4lS_nI/AAAAAAAAAB8/klBly_pqop8/s72-c/235103.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-7315698888824801097</id><published>2007-07-23T02:58:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T08:18:37.840-08:00</updated><title type='text'>KAMU MAU KAN NERIMA AKU LAGI?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RqoI9i4oeHI/AAAAAAAAABk/Le2tKnLo-DA/s1600-h/DSC05100.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5091892182125148274" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RqoI9i4oeHI/AAAAAAAAABk/Le2tKnLo-DA/s320/DSC05100.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Aku sudah mulai berkhianat pada diriku sendiri. Beberapa hari ini, aku ketemu “kecengan” baru yang jauh lebih asyik, lebih sexy, dan membuatku nyaman berada di sampingnya. Intinya, aku mulai selingkuh dengan “kecengan” baruku dan melupakan ”pacar” lamaku.&lt;br /&gt;Maaf, bukan maksudku untuk membuatmu terluka. Aku juga tak berniat melakukan hal ini. Sungguh. Aku hanya sedang jenuh pada dirimu dan mencoba pergi darimu. Aku ingin suasana baru yang bisa menyegarkan hati dan pikiranku. Dan akhirnya, aku bertemu dengannya. Dari first impression yang dia miliki, sudah jelas dia lebih unggul darimu. Physicly, impression, dan attitude sudah pasti dia menang darimu. Maka dari itu, sekarang aku lebih senang dengannya daripada denganmu. Maaf.&lt;br /&gt;Tapi, suatu saat aku akan kembali padamu. Setidaknya, jika aku telah bosan padanya. Atau mungkin, jika dia yang bosan padaku. Ya, salah satu diantara kita yang telah bosan itulah yang akan membuatku kembali padamu.&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Gelaran LA Indie movie kemaren seru banget. Gue bisa ketemu Garin Nugroho dan ngobrol banyak seputar film. Bisa ketemu Monty Tiwa yang talented abis. Dan tentunya yang terakhir, gue ketemu sutradara asal Filipina yang namanya John Torres. Si Alga—vox Panas Dalam—lebih seneng manggil dia Mr. John Tor (baca: Jontor).&lt;br /&gt;Pagi-pagi jam setengah sembilan, gue dan beberapa temen gue udah ngantri di Blitz Megaplex. Ini adalah sesi registrasi ulang buat yang kepilih workshop LA indie movie. Antriannya panjang banget. Tapi, dengan penuh kesabaran dan ketabahan, akhirnya kita semua beres registrasi ulang.&lt;br /&gt;Waktu sempet ngaret sedikit. Pukul sembilan harusnya kita udah mulai workshop. Namun karena ada kendala teknis dari panitia, kita mulai workshop sekitar jam 9 lebih 20 menit. Gue masuk ke gedung bioskop diiringi temen-temen gue. Gue duduk dan mereka pun duduk. Gue muntah mereka nggak muntah. Heran gue.&lt;br /&gt;Buat pembuka dan warming up, panitia mempersilahkan mas Garin Nugroho untuk sekedar bercerita tentang film. Gue antusias banget uy dengernya. Gue nggak habis pikir nih orang pemberontak banget. Bisa dibilang juga agak sedikit anti-mainstream dalam pembuatan film-filmnya.&lt;br /&gt;Soal pengalaman emang nggak diragukan lagi. Udah banyak festival yg diikutin. Penghargaan bejibun, skill teruji, dan argumennya jelas banget. Dari awal ngomong, kayaknya gue udah kebius sama kata-kata mas Garin.&lt;br /&gt;Pembicara selanjutnya adalah Monty Tiwa. U know that? Yeah, dialah sutradara film ”Maaf, Saya Menghamili Istri Anda”. Buat gue pribadi, Monty bukanlah komunikan yang baik. Penjelasannya nggak ngena banget. Dia kayaknya termasuk orang yang sedikit banyak terpengaruh teori text book. Boring banget ngejelasin filmnya. Tapi, jokes-nya OK juga. Fresh jokes from the oven. Dia ngelmu dari siapa ya?&lt;br /&gt;Untuk memberi warna baru dalam pola pikir perfilman indie, pihak LA mengundang sutradara film indie dari Filipina. Namanya John Torres—sebut saja Jontor. Sesi kali ini bener-bener bikin gue pusing. Kalo gue nggak malu, gue lebih milih tidur dari pada dengerin penjelasan si Mr. Jontor ini. Selain karena bahasa pengantarnya pake Inggris, film-filmnya juga gue nggak ngerti. Kata dia sendiri, film-film yang diputer Cuma megang prinsip shoot-edit-shoot-edit. Jadi nggak jelas banget apa isi dari film itu. Jangankan pesan yang pengen disampein, dia sendiri aja bingung sama pesan dari filmnya. Baru kali ini gue nonton film berasa ngelahap buku Noam Chomsky. Njelimet pisan!&lt;br /&gt;Satu yang bikin gue heran sama Mr. Jontor ini, walaupun film-filmnya—hampir semua peserta—nggak bisa dimengerti, film-filmnya yang diputer telah meraih beberapa penghargaan di festival film Singapura. Ajaib!&lt;br /&gt;Ini dia sesi yang gue tungguin. Walopun mesti nungu sampe bulukan, gue jabanin deh. Kapan lagi gue bisa interaksi lebih jauh sama garin Nugroho? Belum tentu kesempatan ini bisa dimaksimalin sama orang lain. Maka dari itu, gue all-out aja pas sesi mas Garin.&lt;br /&gt;Ternyata, Garin memang lebih dari sekedr sutradara biasa. Pengalamannya luas banget. Tanya soal film, proposal film, metode film, dan lain sebagainya udah dijabanin. Gue Cuma bisa takjub ngeluarin air liur.&lt;br /&gt;Acara kelar sampe jam 5 sore. Gue bener-bener interest banget sama LA indie movie ini. Gue jadi mikir, kok bisa ya perusahaan rokok ngasih materi kayak gini? Rokok kan identik sama racun dan perusak organ tubuh. Tapi di sisi lain, mereka juga—perusahaan rokok—ngasih kontribusi lebih buat perkembangan budaya pop bangsa khususnya film dan musik. Jarang banget gue denger Depdikbud menggelar diskusi budaya, film, dan musik misalnya. Atau departemen pariwisata menggelar film tentang kebudayaan dan musik daerah berkolaborasi dengan musisi pop. Kenapa harus perusahaan rokok? Dimana peran menteri Pendidikan dan Kebudayaan? Kenapa rokok yang jelas-jelas menyebabkan kanker, impotensi, serangan jantung dan gangguan kehamilan dan janin bisa melakukan penyegaran otak, nutrisi bergizi kebudayaan, kreatifitas tanpa batas, dan karya anak muda penuh semangat? Apakah instansi pemerintahan terlalu miskin untuk mengadakan acara seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, aku tak mau jawab. Biarlah waktu yang menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin-kemarin aku telah selingkuh. Ya, selingkuh sama LA indie movie karena terobsesi sama film dan melupakan kegemaranku: menulis. Aku bela-belain buat ikutan LA indie movie. Dan aku melupakan rutinitasku: menulis.&lt;br /&gt;Maaf, aku sudah selingkuh bersama LA indie movie. Aku benar-benar khilaf. Aku mohon kamu mau maafin aku dan nerima aku lagi. Aku sadar sekarang. Apalagi setelah penjaringan tahap 2, aku nggak kepilih. Maka dari itu, aku pengen balikan sama kamu lagi. Kamu mau kan nerima aku lagi?&lt;br /&gt;Sebagai permintaan maafku, aku hadiahkan tulisan ini padamu. Ini yang bisa aku tulis dari pengalaman sehari “selingkuh” bersama LA indie movie. Kamu mau kan nerima aku lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-7315698888824801097?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/7315698888824801097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=7315698888824801097&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/7315698888824801097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/7315698888824801097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2007/07/kamu-mau-kan-nerima-aku-lagi.html' title='KAMU MAU KAN NERIMA AKU LAGI?'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RqoI9i4oeHI/AAAAAAAAABk/Le2tKnLo-DA/s72-c/DSC05100.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-5697866239702041165</id><published>2007-07-16T03:10:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T08:18:37.986-08:00</updated><title type='text'>MATAKU ADA EMPAT</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RrArdC4oeII/AAAAAAAAABs/SWORNM3Js10/s1600-h/DSC05110.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5093618956546635906" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RrArdC4oeII/AAAAAAAAABs/SWORNM3Js10/s200/DSC05110.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Adakalanya seseorang itu harus menyerah pada sesuatu bernama MALU. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Kadang, karena terpaksa dan dipaksa oleh keadaan kita bisa menutupi rasa malu tersebut. Walaupun tetap malu, toh lebih baik malu daripada tidak sama sekali (ngomong apaan sih?). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p lang="fi-FI" style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Jadi begini, gue dulu parno banget kalo sesuatu yang nggak biasa tiba-tiba harus melekat dan menjadi image bagi gue. Gue udah biasa disebut orang alim dan hampir nggak mau disebut anak badung. Gue udah terbiasa dengan berita-berita baik dan nggak mau denger berita buruk. Tapi itu dulu.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p lang="fi-FI" style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Sekarang gimana? Hmm...kalo sekarang sudah sedikit berubah dan fine-fine aja mau disebut anak apapun. Toh ternyata itu hanya paradigma gue aja yang salah. Tapi ada satu hal yang masih ngeganjel soal paradigma ini dan susah banget buat gue nerimanya. Apakah itu?&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;Kaca mata. Lebih tepatnya, pria berkacamata. Yeah, gue masih nggak PD kalo harus memakai kaca mata. Rasanya nggak banget dan terkesan pemikir tulen yang gaulnya Cuma sama buku. Gue juga nggak mau dikatain, “Wah, Zak lo minus berapa? Makanya jangan kebanyakan baca buku. Sekali-kali main dong”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p lang="it-IT" style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Memang, nggak selamanya orang berkacamata identik sama buku. Mungkin juga banyak orang yang nggak baca buku memakai kaca mata karena alasan tertentu. Contoh: Ian Kasela. Tapi nggak tahu kenapa ya, gue punya perasaan nggak banget deh pake kaca mata. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;Seharusnya, gue rajin pake kaca mata dari kelas 2 SMA. Waktu itu minusnya masih imut-imut, yaitu minus 1 dan 0,75. Duh, masih imut dan jinak banget ya minusnya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Namun karena alasan kesehatan, dokter menyarankan untuk membeli kaca mata. Ya, dokter menyarankan untuk membeli kaca mata. Akhirnya, gue membeli kaca mata. Pertama kali dicoba di toko optik rasanya mata jelas banget. Serasa terlahir kembali ke dunia. Gue udah bertekad bulat untuk memakainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Namun apa yang terjadi saudar-saudara? &lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;Datang ke pondok mental gue ciut. Belum lagi harus menghadapi orang-orang se-tipe Peu2 dan P-nyoe yang kata-katanya terlalu tajam untuk didengar. Pokoknya, gue rahasiain hal ini dan berharap tidak ada seorang pun yang tahu kalo gue pake kaca mata. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;Dugaan gue Cuma bertahan 1 hari. Temen-temen se-asrama udah pada tahu kalo Zakky bermata minus dan bertubuh kecil (ya iyalah ). Muka gue merah pas pake kaca mata diliatin sama Minceu dan Ade. Mereka ketawa-tawa nggak karuan. Sedangkan gue nggak sadar kalo gue lagi pake kaca mata. Hmm...orang yang aneh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Akhirnya, berita itu tersebar dengan cepat ke asrama lainnya. Gue Cuma bisa pasrah dan berharap mereka mau mengampuniku (lho???). Ya sudah, karena kepalang tanggung, aku pake aja kaca mata tersebut di kelas. Harap dicatat, hanya dipakai di kelas. Sedangkan di luar kelas nggak dipake. Temen-temen juga agak sedikit aneh memandang gue memakai kaca mata. Gue apalagi. Dunia memang terasa lebih jelas. Namun agak sedikit aneh. Nggak tahu kenapa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p lang="sv-SE" style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Waktu itu mungkin gue nggak PD buat pake KM (akronim dari Kaca Mata). Maka dari itu, usia KM gue nggak bertahan lama. Hanya beberapa bulan pake KM, gue dengan berat hati menyimpannya di tempat peristirahatan terakhirnya yaitu kotak KM. Lebih tepatnya dimumikan dan diawetkan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="nl-NL"&gt;Gue bebas dan nggak terbebani lagi sekarang. KM yang membatasi udah gue lepas. Lebih baik bebas daripada dibatasi oleh kaca mata. Itulah prinsip gue waktu dulu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="nl-NL"&gt;Namun, seiring waktu berjalan, ternyata penglihatanku semakin kabur saja. Cewek yang dulu kelihatannya cantik mendadak mukanya rata dalam penglihatanku. Cowok yang nggak ganteng-ganteng amat kok berubah jadi paling ganteng se-Unisba. Gue merenungi hal ini. Gue introspeksi, mungkin gue punya banyak dosa. Dan ternyata mata gue yang banyak dosa. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Maksudnya, mata gue minus dan harus segera diobati. Dan satu-satunya pengobatan yang harus dilakukan sekarang adalah memakai kaca mata! Alamak....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p lang="sv-SE" style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;Akhirnya gue menghubungi seorang teman yang punya kenalan dengan seorang spesialis kaca mata dan mata minus. Gue disuruh baca huruf dari kejauhan. Dan hasilnya sangat mengkhawatirkan! Mataku sekarang minus 1,75 dan 1,5 brow!!!&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Dengan berat hati, terpaksa saya harus rajin pake kaca mata. Ke kampus, ke kost-an temen, ke rumah, dan kemana pun saya pergi. Duh, repot banget pake KM ini. Apalagi pilihan lensanya adalah &lt;i&gt;photo grey.&lt;/i&gt; FYI, lensa ini terbuat dari kaca. Selain itu, bisa menyesuaikan dengan keadaan sekitar. Jika keadaan sekitar intensitas cahayanya berlebihan, maka secara otomatis lensa berubah warna menjadi agak kehitaman. Dan bila intensitas cahaya kurang, maka lensa berwarna bening. Dibandingkan dengan super &lt;i&gt;sin&lt;/i&gt; yang terbuat dari plastik dan mudah tergores, &lt;i&gt;photo grey&lt;/i&gt; tahan gores. Kekurangannya Cuma satu: agak berat kalo dipake.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Perjuangan belum berakhir seobat. Ketika pertama kali pake kaca mata, keluarga gue pada heran. Temen-temen apalagi. Terutama ketika kita latiha debat di masjid, temen cewek gue perlu waktu beberapa saat untuk mengenali siapakah orang yang berkaca mata ini. Dia aja sampe segitunya. Apalgi ntar kalo ketemu temen-temen SMA. Bisa mati aku!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Akhirnya, saya sadar. Saya sadar kalau KM itu penting sekali. Setidaknya untuk saat ini. Mungkin, kalau saya punya rezeki banyak, Insya Allah akan saya normalkan pakai LASIK he..he..(mimpi itu harus yang tinggi dan nggak boleh setengah-setengah dalam bermimpi). Salah seorang teman saya bilang: &lt;i&gt;”Selamat datang di dunia kaca mata. Secara otomatis anda sudah terdaftar menjadi member dari spesies kami”.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-5697866239702041165?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/5697866239702041165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=5697866239702041165&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/5697866239702041165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/5697866239702041165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2007/07/mataku-ada-empat.html' title='MATAKU ADA EMPAT'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RrArdC4oeII/AAAAAAAAABs/SWORNM3Js10/s72-c/DSC05110.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-390676279563451755</id><published>2007-06-23T00:30:00.000-07:00</published><updated>2007-06-23T00:34:19.725-07:00</updated><title type='text'>FEELING THIS</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Dey, kenapa mesti kayak gini? Kenapa aku serasa jauh sekali denganmu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Padahal kita dekat. Di kampus kita sering bertemu dan bertatap muka. Kau sering tersenyum setiap kali kita bertemu. Aku sering menyapa. Begitupun sebaliknya. Tapi sekarang, kita hanya bisa memalingkan wajah seakan kau dan aku tak pernah bertemu sebelumnya. Mungkin aku hanya sebatas makhluk luar angkasa dan kau manusia. Kau menganggapku alien dan sebaliknya, aku menganggapmu bukan bangsaku—alien.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Sudah setahun kulewati. Unisba sama saja seperti biasa. Aku tak menemukan pencerahan di sini. Lebih banyak menemui wanita-wanita cantik berdandan &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;i&gt;menor &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;dengan senyuman penggoda iman. Pakaian yang mereka kenakan seolah memberi sinyal bahwa semua orang bisa menikmati lekukan—mungkin juga keindahan—agung yang memabukkan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Temanku bilang, setiap hari selalu saja ada ”barang baru” di sini. Maksudku, wanita cantik yang berbeda dari hari ke hari. Dan memang seperti itulah adanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Hari ini, aku menjumpai sepasang manusia—lelaki dan wanita—melakukan &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;kissing&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; di depan umum. Aku tak tahu apakah mereka adik kakak atau suami-istri yang belum resmi menikah. Yang pasti aku sedikit &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;shock&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; melihat adegan sepeti itu. Jujur, bagiku ini sangat aneh. Pergaulan yang tidak jelas. Namun pada akhirnya, aku teringat kembali peristiwa tempo dulu. Jar, Angga, masih ingat lomba debat di UPI dengan tema &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;Smookin in front of public is a criminal?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Nah, aku pengen sedikit memberi masukan buat panitia debat gimana kalo sedikit dirubah judulnya menjadi &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;Kissing in Front of Public is a Criminal.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Setuju?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; OK&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;, kembali pada topik semula. Dey, sepertinya ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku. Dari tatapan matamu, jelas aku merasa ada yang tidak beres antara aku dan kamu. ada sesuatu yang kau sembunyikan. Tapi aku tak tahu apa itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Aku minta maaf jika membuatmu marah. Aku juga minta maaf jika tingkah laku dan ucapanku terlalu menyimpang dari standar kemanusiaan. Jujur, aku minta maaf. Tapi aku merasa tak pernah memperlakukanmu seperti itu. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="fi-FI"&gt; Aku hanya minta penjelasan logis atas semua ini. Kenapa harus seperti ini? Kenapa seakan kita tak pernah saling kenal sebelumnya? Kenapa kau seakan menjauh? Adakah alasan logis dari semua ini?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; Aku ingat ketika pertama kali kita bertemu. Aku tak tahu siapa dirimu. Begitupun sebaliknya. Kita disatukan oleh sistem. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kita bertemu di satu kesempatan dan saling kenal. Aku senang bisa berteman denganmu. Apa kau ingat momen saat kau melempar bola padaku dan kusambut dengan menyebut namamu? Apa kau tak ingat hari dimana aku harus mempresentasikan semua kegiatan kita dan kau mendampingiku dalam melakukan tugas ini? Apa kau tak ingat hari dimana rambutmu masih &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;original&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; dan belum dimodif seperti sekarang? Dey, terus terang aku masih ingat semuanya. Aku masih menyimpannya. Aku masih merindukan saat-saat itu. Sungguh!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Mungkin aku orang yang tidak &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;terlalu peka—sensitif—terhadap perasaanmu. Mungkin juga aku terlalu bodoh untuk menjadi seorang lelaki. Seharusnya aku tercipta untuk mengerti. Tapi aku hanyalah aku. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Aku tak bisa menjadi siapapun atau apapun yang kau minta. Aku adalah aku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="fi-FI"&gt; Aku harap kau bisa mengerti situasi ini. Bagiku, ini adalah hal tersulit. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Apalagi yang harus kulakukan untuk membuat semuanya berubah seperti dulu.aku sungguh tak tahu.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; Maaf jika tulisan ini membuatmu marah kembali. Aku tak bermaksud memperkeruh suasana yang telah keruh. Aku hanya menumpahkan segala keluh-kesahku atas apa yang telah terjadi. Semua telah berlalu dan aku harap kita tetap satu. Tak ada lagi sesuatu yang kau sembunyikan. Tak ada lagi acara buang muka diantara kita. Jujur, ini sangat melelahkan hatiku. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; Terakhir, aku harap kita bisa kembali seperti biasa. Menyapa dan saling tersenyum. Aku selalu mengingat momen ini. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Senyum manis selalu tersungging dari barisan gigi-gigi kecil yang rapi. Seuntai kata selalu kau ucapkan. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;Dey, di sini aku masih berharap. Berharap sesuatu akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Aku butuh dirimu karena sesuatu telah terjadi pada diriku. Aku perlu bicara sesuatu dan ini sangat pribadi. AKU dan DIRIMU.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="right" lang="it-IT"&gt;Bandung, 12 Juni 2007&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="right"&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;Dey&lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;, sesuatu terjadi dan kau harus mengerti&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="right" lang="it-IT"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-390676279563451755?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/390676279563451755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=390676279563451755&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/390676279563451755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/390676279563451755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2007/06/feeling-this.html' title='FEELING THIS'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-8925444803108141881</id><published>2007-06-20T06:22:00.000-07:00</published><updated>2007-06-20T06:25:09.520-07:00</updated><title type='text'>Stuck Banget!!!</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;" lang="sv-SE"&gt;Gue udah stuck banget di SM. Gue nggak betah sama iklim kayak gitu. Gue pengen keluar cepet-cepet dan nggak mau terikat sama hal kayak gitu lagi. Gue nggak mauuu....&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Entahlah, gue juga bingung sama semua yang ada di SM. &lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;Gue bingung sama diri gue sendiri. Rasanya nggak asyik aja ngejalaninnya. Serasa nggak jadi diri sendiri. Kenapa harus kayak gini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt; Memang, di awal udah ada konsekuensi yang harus gue ambil. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Harus ada yang gue korbanin. Dan terus terang saja gue udah bilang terus terang sama Bowo kalo gue lebih mentingin kuliah daripada SM sendiri. Parahnya lagi, gue Cuma nganggep SM sebagai komunitas, nggak lebih. Mungkin inilah yang bikin beberapa orang di SM menjadi murka dan sakit hati sehingga kawah candradimuka yang telah sekian lama dipendam keluar. Untung aja aku nggak liat keluarnya kayak gimana dan dari siapa aja. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;" lang="sv-SE"&gt; Hari ini bakal mubes. Dan gue udah nggak nafsu sama semua program yang dibikin. Sebodo amat sama mubes! Gue nggak peduli lagi sama sekretariat. Gue nggak mau ngurusin konsumsi walopun gue jadi seksi konsumsi. Bodo amat deh mo kelaparan juga gue nggak peduli!!!  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;" lang="sv-SE"&gt; Entah, gue juga bingung. Gue udah pengen keluar tapi masih punya beban moral sama Imay dan semua yang ada di SM. Gue malu kalo mesti bilang hal ini di depan mereka walopun gue tahu ini adalah sesuatu yang gentleman.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Gue udah nggak nafsu sama media yang dibikin SM. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Bad news is a good news&lt;/i&gt;. Slogan ini cocok banget buat media bikinan SM. Perasaan nggak ada berita yang ngangkat nama baik Unisba. Adanya yang jelek2 aja.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; Dari manajemen dan personal, gue liat SM bukan manajemen yang professional walopun kelihatannya hebat—hebat apanya? Gue serasa lihat tukang bajigur yang bikin sendiri bajigurnya. Terus, dijual sama sendiri. Dan kalo nggak abis, ya dimakan sama sendiri.  &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;span lang="it-IT"&gt;Persoalan lainnya adalah diri gue sendiri. Gue ngaku kalo gue salah. Keputusan kayak gini memang salah. Dan gue sejujurnya salah. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;" lang="it-IT"&gt; Tau deh mesti ngomong apalagi. Gue udah terlanjur stuck ikutan lagi LKK/ UKM. Gue udah trauma setengah mati. Kenapa dulu gue nggak ikutan saran Novi aja biar masuk taekwondoo ya? Hmmm....&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: justify;" lang="it-IT"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-8925444803108141881?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/8925444803108141881/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=8925444803108141881&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/8925444803108141881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/8925444803108141881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2007/06/stuck-banget.html' title='Stuck Banget!!!'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-311453019753419118</id><published>2007-06-02T22:16:00.000-07:00</published><updated>2008-12-09T08:18:41.304-08:00</updated><title type='text'>UNISBA FAIR 2-3 Juni 2007</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJVWUJebYI/AAAAAAAAABE/iiyPD--ilzk/s1600-h/DSC04653.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5071709972226534786" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJVWUJebYI/AAAAAAAAABE/iiyPD--ilzk/s320/DSC04653.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Aduh, lupa lagi ini teh stand apa euy?&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJVWkJebZI/AAAAAAAAABM/Yr97SBuqIco/s1600-h/DSC04665.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5071709976521502098" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJVWkJebZI/AAAAAAAAABM/Yr97SBuqIco/s320/DSC04665.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Horeee,,,dapet baju baru!!! Pas nggak ukurannya? He..he.. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJVW0JebaI/AAAAAAAAABU/zEmEQnjTTuw/s1600-h/DSC04668.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5071709980816469410" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJVW0JebaI/AAAAAAAAABU/zEmEQnjTTuw/s320/DSC04668.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;/a&gt;Ncut,,,you're tongue is poison!!! Danger....&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJVXEJebbI/AAAAAAAAABc/ihWCTiEpiB4/s1600-h/DSC04678.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5071709985111436722" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJVXEJebbI/AAAAAAAAABc/ihWCTiEpiB4/s320/DSC04678.JPG" border="0" /&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;/a&gt;Dede-Qu dan Susan. Hmmm....&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJTXUJebVI/AAAAAAAAAAs/DFho10skc78/s1600-h/DSC04640.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5071707790383148370" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJTXUJebVI/AAAAAAAAAAs/DFho10skc78/s320/DSC04640.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;" Duh, gue bingung niy...HUKUM di Indonesia harus di-edit, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perihal undangan aick,,,aick,,,aick,,,"&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJTXkJebWI/AAAAAAAAAA0/VZBZKTxgzRI/s1600-h/DSC04650.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5071707794678115682" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJTXkJebWI/AAAAAAAAAA0/VZBZKTxgzRI/s320/DSC04650.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Suara Mahasiswa, dari mahasiswa untuk kemanusiaan. Tapi gimana caranya memanusiakan manusia ya???&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJTX0JebXI/AAAAAAAAAA8/i-5zxxQEZ2o/s1600-h/DSC04660.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5071707798973082994" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJTX0JebXI/AAAAAAAAAA8/i-5zxxQEZ2o/s320/DSC04660.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;/a&gt;Ciee,,,si Zakky lagi mikirin siapa ya? Tapi kalo diliat lagi sih dia bukan lagi mikir. Dia lagi tidurrr...Zzzzzzzz!!!!&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJQa0JebUI/AAAAAAAAAAk/ieLCcAypGwQ/s1600-h/DSC04634.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5071704551977807170" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJQa0JebUI/AAAAAAAAAAk/ieLCcAypGwQ/s320/DSC04634.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Alat sensor uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJO4EJebSI/AAAAAAAAAAU/Xmn7Jpz-qKI/s1600-h/DSC04632.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5071702855465725218" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJO4EJebSI/AAAAAAAAAAU/Xmn7Jpz-qKI/s320/DSC04632.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJO4UJebTI/AAAAAAAAAAc/QCVr_WCBk6g/s1600-h/DSC04635.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5071702859760692530" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJO4UJebTI/AAAAAAAAAAc/QCVr_WCBk6g/s320/DSC04635.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Stand fakultas Syariah dan mesin penghitung uang a la bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-311453019753419118?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/311453019753419118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=311453019753419118&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/311453019753419118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/311453019753419118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2007/06/alat-sensor-uang-stand-fakultas-syariah.html' title='UNISBA FAIR 2-3 Juni 2007'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/RmJVWUJebYI/AAAAAAAAABE/iiyPD--ilzk/s72-c/DSC04653.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-4399671855061039578</id><published>2007-05-20T21:02:00.000-07:00</published><updated>2007-05-20T21:04:42.506-07:00</updated><title type='text'>SUNNY SUNDAY &amp; ALONE AT LAST</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sekarang aku sadar akan semuanya. Aku sadar bahwa Darul Arqam bukan hanya sebagai lembaga pendidikan. &lt;span lang="sv-SE"&gt;DA bukan hanya sekedar pondok pesantren. DA juga bukan hanya sekedar sekolah. Aku pikir DA lebih dari sekedar sekolah biasa. DA adalah sekolah luar biasa buatku. Sungguh!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt; Kenapa tiba-tiba aku berpikir demikian? Buakankah aku—termasuk alumni—kadang-kadang menyumpah-serapahi setiap kebijakan ponpes kita tercinta. Tak jarang timbul pemberontakan demi melawan beberapa orang pejabat pondok. Contoh kasus Fahd ketika FIKIR berlangsung. Atau ketika aku sendiri dipanggil oleh Mr. Ruhan ke kantor kepala sekolah dan dinasehati agar jangan sekali-kali lagi mengadakan latihan nasyid di masjid. Alasannya klasik: Masjid adalah tempat ibadah, bukan tempat untuk bernyanyi ria walaupun lagu yang dinyanyikan adalah lagu-lagu islami. Mendengar fakta seperti ini, aku jadi marah. Mukaku merah dan kutumpahkan segala hal yang ada di pikiranku waktu itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt; Saat itu siang hari tepatnya jam 10, ada yang memberitahuku kalau murid yang bernama M Zakky Ramadhany supaya segera datang ke kantor pimpinan pondok. Tanpa pikir panjang, aku langsung menuju sasaran. Di sana telah menunggu Mr. Ruhan dan pimpinan pondok. Seperti biasa, wajah Mr. Ruhan selalu saja menakutkan bagiku—atau mungkin bagi semua santri DA?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Mr. Ruhan menyinggung kejadian semalem di masjid. Sebenernya, gue sama temen-temen lagi rapat bulletin TREND. Dan anak-anak ada yang bawa gitar. Nah, pas lagi rapat tiba-tiba dari kejauhan ada cahaya silau menuju ke arah kami. Dan ternyata orang yang membawa senter silau itu adalah pimpinan pondok. Aku pun dipanggil dan diinterogasi macem-macem. Aku jawab aja anak-anak lagi latihan nasyid. Eh, nggak tahunya malah dimarahin. Dan hari ini, aku harus bertanggung jawab ata peristiwa semalem di masjid. Aku harus adu argumen sama Mr. Ruhan dan pimpinan pondok. Tapi gapapa lah, udah terlanjur. &lt;i&gt;I have to face it.&lt;/i&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt; ”Maaf, pak. Zaman Rasul juga masjid nggak hanya dipakai sebagai tempat Sholat. Bahkan latihan bela diri pun latihannya di masjid. Lalu, kenapa nasyid yang jelas-jelas islami nggak boleh?” Untuk saat ini aku masih bisa meredam emosi. Selanjutnya, aku tak tahu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt; ”Bener apa yang kamu katakan. Tapi nabi dan para sahabat latihannya di teras masjid, bukan di dalamnya”. Mr. Ruhan memberi penjelasan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; ”OK. Tapi masjid bukan hanya sekedar sarana ibadah &lt;i&gt;mahdloh&lt;/i&gt; saja kan? Ketika menyusun rencana perang dan strategi, bukankah nabi juga sering mendiskusikannya di masjid? Bukankah kegiatan semacam diskusi bahkan debat sekalipun sering kita lakukan di masjid? &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Lantas kenapa nasyid dilarang?” Saat ini urat leherku udah mulai keluar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; ”Karena itu mengganggu. Jadikanlah masjid kita lebih terjaga dari perbuatan-perbuatan yang bisa menimbulkan &lt;i&gt;madhorot”.&lt;/i&gt; Begitu katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; What??? &lt;i&gt;Madhorot&lt;/i&gt;? Ini bener-bener aneh. Perasaan dari dulu kakak kelas gue latihannya di masjid terus dan nggak dilarang tuh sama almarhum babeh—yang bener-bener ngerti dan &lt;i&gt;molotok&lt;/i&gt; ilmu agama. Kenapa si Mr. Ruhan ini—sebagai murid babeh yang sangat menyebalkan—berani-beraninya ngehambat kreatifitas santri? Aneh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; ”Pak, yang saya tahu dalam hadits itu perbuatan yang bener-bener dilarang keras untuk dilakukan di masjid adalah jual-beli dan &lt;i&gt;ghibah.&lt;/i&gt; Nasyid nggak masuk dalam list”. Tangan gue udah gerak-gerak nih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt; Mr. Ruhan malah ngasih argumen yang gue sendiri nggak ngerti. Terus muter-muter nggak karuan sampai pada satu kesimpulan: dia sendiri tak tahu apa yang harus dilakukan. Dia sendiri bingung. Begitu pun gue. Gue malah nggak ngerti sama jalan pikirannya.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt; Yang lebih parah lagi, setelah mengungkit masalah nasyid di masjid, Mr. Ruhan ngungkit-ngungkit masalah lain. Ngritik IRM, ngritik angkatan gue dan hal-hal yang sebenernya nggak perlu banget diungkit. Gue pun nggak mau kalah. Gue bales tuh omongan Mr. Ruhan sampe dia sendiri darahnya naek. Gue nggak peduli dia mau bentak gue di depan kepala sekolah yang lagi ngetik atau hal yang lebih buruk dari itu. Udah kepalang emosi, gue terus aja adu argumen sama Mr. Ruhan. Samapai akhirnya, kepala sekolah yang tadinya Cuma adem-ayem aja ngetik tiba-tiba bersuara. Yes, akhirnya ada dua pejabat pondok yang mau gabung dalam debat kali ini.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; Kepala sekolah yang udah nggak tahan pengen ngeluarin apa yang ada di hatinya tiba-tiba jadi emosi. Dia nggak ngedukung pendapatku. Dia lebih ngedukung pendapat Mr. Ruhan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;Gue sih fine-fine aja. No problem lah mau didamprat juga, toh udah tanggung. Gue juga udah rela kalo suatu saat nanti gue diskors. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Tapi ternyata hal itu nggak kejadian. Alhamdulillah gue baik-baik aja. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Justru anak-anak antusias banget pengen denger kanapa gue ampe dipanggil. Mereka pada pengen tau kejadian apa lagi yang bikin heboh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Hmm...bingung kan kenapa gue bilang DA sekolah luar biasa tapi yang diceritain adalah hal-hal yang nggak banget. Baiklah, akan kujelaskan kenapa. Dari peristiwa ini sebenernya gue banyak belajar. Belajar untuk jadi orang, belajar untuk siap sama konsekuensi, belajar bertahan di saat tertekan dan banyak lagi. Dan itu kerasa banget pas gue keluar. Peristiwa dulu yang dianggap biasa—pemanggilan murid, debat dan lainnya—waktu di DA ternyata sangat luar biasa di dunia perkuliahan. Makanya kenapa aku bilang DA adalah sekolah luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt; Baru-baru ini, setelah ada temen kuliah yang ngasih tau tentang grup band indie yang lagi ngetop di Bandung, aku jadi tambah yakin kalau DA adalah sekolah yang luar biasa. Aku nggak nyangka aja.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;Sar : Zack, kemaren gue denger di radio ada grup band indie baru. Namanya Sunny Sunday.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;Zak : Terus, apa hubungannya sama gue?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;Sar : Pas di tengah-tengah wawancara sama personelnya, ternyata Sunny Sunday dulu sekolahnya di pesantren. Tepatnya di Garut. Ya, Darul Arqam Garut. Sekolah lo, tuh.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="it-IT"&gt;Zak : Hah, beneran lo?  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="it-IT"&gt;Sar : Beneran gue denger sendiri. Vokalisnya bilang kayak gitu. Bahakn si vokalisnya juga bilang kalo Alone at Last juga pionirnya sama dari Darul Arqam juga.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="nl-NL"&gt;Zak : Wah, yang bener lo?  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="it-IT"&gt;Sar : Gue denger sendiri Zak! Ntar deh lo liat sendiri di TV lokal kalo nggak percaya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="it-IT"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Beneran, gue kaget banget denger berita kayak gini. Bener gitu Sunny Sunday dari DA? Kalo bener dari DA, terus siapa aja personelnya. Gue bener-bener penasaran. Apalagi pas denger kalo Alone at Last juga ternyata pendirinya anak DA. &lt;/span&gt;FYI, Alone at Last &lt;i&gt;is my fave emo band!!!&lt;/i&gt; Wah, gue makin nggak percaya aja. &lt;span lang="sv-SE"&gt;Tapi dalam hati gue bangga banget. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt; Beberapa hari kemudian, gue ketemu sama si kang Ezod di depan kampus. Si kang Ezod ini adalah senior gue waktu di DA dan sekarang sedang sibuk dengan bandnya The Ginding. Sambil ngobrol dia pun bertanya tentang sesuatu yang ingin kutanyakan. ”Zak, apal teu Sunny Sunday?” Ya, pertanyaan ini yang sebenarnya ingin kutanyakan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Setelah pertanyaan itu, obrolan pun mengalir begitu derasnya. Ternyata memang bener kalo Sunny Sunday itu personelnya barudak DA. Tepatnya si kang Asho dan kang Ata—angkatan 19 BSW. Pikiran gue jadi kebuka lebar. Beneran deh gue bangga banget dengernya. Dan yang lebih bangga banget pas gue denger sendiri dari si kang Ezod kalau Alone at Last itu pendirinya emang barudak DA. Lebih tepatnya si kang Ating. Tambah seneng aja deh. Gak nyangka, ternyata grup band yang gue idolain tak lain kakak kelas gue zaman dulu. GREAT!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Sekarang, bukan waktunya lagi kita—sebagai lulusan DA—malu menyebutkan asal sekolah. Bukan waktunya lagi kita malu mengakui kita dari pondok pesantren. Bukan waktunya lagi kita mengaku dari SMA 59 Garut. Saatnya kita bangga sama sekolah kita dulu. Dari segi kualitas kita nggak kalah kok. Kenapa mesti minder? Saatnya kita membayar kenakalan dan pemberontakan yang pernah kita lakukan dahulu selama di DA dengan sesuatu yang bisa mangharumkan nama Darul Arqam. Saatnya kita wujudkan kebanggan kita dalam bentuk nyata. Biar semua tahu kalau Darul Arqam bukan sekolah biasa. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Karena Darul Arqam adalah sekolah luar biasa!!! &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-4399671855061039578?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/4399671855061039578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=4399671855061039578&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/4399671855061039578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/4399671855061039578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2007/05/sunny-sunday-alone-at-last.html' title='SUNNY SUNDAY &amp; ALONE AT LAST'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-1416586242191549504</id><published>2007-04-30T04:21:00.000-07:00</published><updated>2007-04-30T04:25:59.122-07:00</updated><title type='text'>Menjelang 30 April 2007</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Malam ini, setelah pulang dari Garut untuk menemui adikku dan memberikan formulir AFS (U know that, hah?), badanku pegal-pegal dan dada kanan terasa nyeri. Entah kenapa. Rasanya seperti diinjak-injak sepatu bot. Sakit sekali. Aku pikir ini gejala masuk angin dan panas dingin karena jaket yang kukenakan terlalu tipis untuk sebuah perjalanan luar kota. Dengan mengadopsi gaya motoGP, aku gas motor sekencang mungkin tanpa tahu seberapa besar tekanan angin Garut. Sempat juga balapan dengan motor yang di &lt;i&gt;bore-up&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Setiba di rumah, biasa saja dan tidak ada yang berubah. Semuanya serba terkendali. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Namun memasuki pukul 20.00 dada kanan terasa sakit dan kepala sedikit pusing. Tadinya aku ingin melanjutkan proyek novel. Namun karena tekanan yang begitu kuat, aku tak bisa dan terpaksa menyerah di kasur. Mataku terpejam dan tanganku memegangi dada. Syukurlah pagi hari semuanya kembali normal, termasuk organ tubuhku. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; Oya, sebelum aku tidur ada seseorang mengirimku SMS. Aku tak tahu dia siapa dan dari mana asalnya. Namanya Junie. Katanya dia seorang &lt;i&gt;secret admirer.&lt;/i&gt; Bagi kalian yang tahu akan keberadaan orang ini, harap hubungi aku. &lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;Atau kalo si Junie ini baca tulisan di blog ini, tolong ngaku aja deh siapa. Daripada bikin orang mati penasaran dan ngabisin pulsa cuma buat nelfon tapi nggak mau ngomong.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Isi SMS-nya kayak gini: &lt;i&gt;Udh bo2 blom? Mf ganggu.&lt;/i&gt; Singkat, padat dan nggak jelas. Tiba-tiba aku teringat kalau malam ini, tepat pukul 00.00 usiaku akan bertambah 1 tahun. Dari yang tadinya 18 tahun jadi 19 tahun. Horeee...aku ulang tahun heu...heu...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Biasa aja dan nggak ada yang istimewa—memang selalu begitu dari tahun ke tahun. Nggak ada perayaan atau tiup lilin. Nggak ada kue tart dan kartu undangan. Cukup dirayakan di dalam hati saja. Namun ucapan met ultah dari temen-temen adalah kado yang paling berkesan buatku. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Even they didn’t send me a gift, they gave a big surprise!!!&lt;/i&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span lang="it-IT"&gt;Pagi-pagi bangun dan liat LCD HP. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kosong dan tidak ada pesan atau miskol dari siapa pun. Kacian deh lo!!! Yasuw aku pergi ke kamar mandi buat wudhu and Sholat subuh. Dingin banget euy airnya. Nah setelah Sholat, ujug-ujug HP bunyi dan ada 2 SMS yang dateng. Yes, ni pasti dari mereka. Aku buka 2 SMS tersebut. Satu dari Zames dan satu lagi dari si Iqbal. Isinya tentu saja ucapan met ultah yg ke-19. tak lupa, setiap ada orang yang ultah temen-temen pasti aja minta traktir. Kalo nggak traktir ya acara babakaran alias bakar-bakar ayam. Wuaduh,,,bukannya nggak mau niy. Tapi financial lagi buruk niy. Apalagi ultahnya jatuh ketika tanggal tua huhuhu... &lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Setelah 2 SMS tadi, datanglah SMS baru. &lt;/span&gt;&lt;span lang="it-IT"&gt;Kali ini dari Neu. Mau tahu isinya? &lt;i&gt;Ini adalah layanan telkomsel call me. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Nomor 08521xxx meminta anda segera menghubunginya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Lho??? &lt;i&gt;Kok iso?&lt;/i&gt; Duh, ada-ada aja. Orang-orang pada ngucapin met ultah dia malah CM.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt; Setelah itu, SMS bertubi-tubi datang dari para sahabat, orang terdekat, kakang prabu, Dede-Qu pokoke semuanya deh. Susah kalo disebutin satu-satu. Pas aku SMS sama c Dede-Qu ini, isi SMS-nya lucu banget. Mau tahu? Ini dia:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;To: Dede-Qu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Message: &lt;i&gt;Dede nggak ngucapin hari ini ke kakak?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;Report: Delivered&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;From: Dede-Qu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Message: &lt;i&gt;Ngucapin apa?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;To: Dede-Qu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Message: &lt;i&gt;Skrg kan tgl 30 niy...masak g tau siy...???&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;Report: Delivered&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;From: Dede-Qu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Message: &lt;i&gt;memang skrg tgl 30&lt;/i&gt;…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;To: Dede-Qu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Message: &lt;i&gt;Hr ini kan ultah ka2k…ayo donk ucapin…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;Report: Delivered&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;From: Dede-Qu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Message: &lt;i&gt;jgn sedih ya kak… &lt;/i&gt;        &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;To: Dede-Qu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Message: &lt;i&gt;@#$*^&amp;…mksud De2 apa???&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;Report: Delivered&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;                                                                                                           &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;From: Dede-Qu&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Message: &lt;i&gt;kan jatah hidupnya tepat berkurang lagi 1 taun hehe…&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;???&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Heu...heu...bisa aja ngelesnya. Hmmm...banyak orang yang tanya apa harapan kita untuk tahun ke depan. Kalo aku sendiri pengen cepet-cepet bisa beresin novel GLOBALISUSI yang baru aja nyampe 48 halaman spasi 1. bener juga kata Fahd kalo semua alasan yang aku buat karena belum bisa beresin novel ini hanya sebuah apologi. Fahd juga bilang kalau novel yang aku buat hanya tinggal diselesaikan saja. Apa yang mesti dipermasalahkan???&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kedua, semoga tahun ini aku bisa masuk Fikom Unpad. Ngebet banget nih dari zaman Fir’aun ngaku tuhan. Semoga saja SPMB kali ini aku tidak dipusingkan oleh masalah ehem..ehem...cewek lagi he..he..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;Ketiga, pengen pisan lihat ortu senyum waktu tahu anaknya bisa bikin novel. Asal tahu saja, beda banget senyum ortu pas suasana biasa-biasa aja. Tapi pas tau anaknya bisa menang lomba semisal COTW &amp; debat se-kab Garut serta bisa nulis di koran, aku lihat senyuman paling tulus se-dunia. Aku ngerasa itu senyuman penuh harapan dan kemenangan. Rasanya bahagia banget bisa bikin ortu seneng.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;Temen-temen, doakan aku ya. Semoga saja ultah ini bisa menghidupkan kembali energi yang telah lama tersimpan. Semoga si raksasa bisa bangun dan membuat kejutan. Semoga bom waktu yang telah lama dipersiapkan meledak dan menggemparkan seluruh dunia.  Are you ready for GLOBALIZACKTION??? I’m ready now!!!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-1416586242191549504?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/1416586242191549504/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=1416586242191549504&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/1416586242191549504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/1416586242191549504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2007/04/menjelang-30-april-2007.html' title='Menjelang 30 April 2007'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-4905928956583977417</id><published>2007-04-09T18:44:00.000-07:00</published><updated>2007-04-09T18:45:25.682-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Shoutbox'/><title type='text'></title><content type='html'>Barudak, ada yang bisa bantu aku bikin shoutbox? Udah nge-install tapi ga jadi-jadi terus. Help me!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-4905928956583977417?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/4905928956583977417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=4905928956583977417&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/4905928956583977417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/4905928956583977417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2007/04/barudak-ada-yang-bisa-bantu-aku-bikin.html' title=''/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-8552101589716020182</id><published>2007-03-27T18:37:00.000-07:00</published><updated>2007-04-12T17:32:47.616-07:00</updated><title type='text'>REPUBLIK GELISAH</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;" align="center"&gt;PSIKOTES POLISI&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt;Aku kaget mendengar berita hari ini. Sangat. Aku tak habis pikir negara ini sangat bobrok dengan segala yang ada di dalamnya. Mulai dari sistem pemerintahan, pendidikan, militer, para polisi, anggota DPR dan lain sebagainya. Hari ini, aku sadar bahwa orang Indonesia memang perlu terapi kejiwaan dan sedikit ”jamu” yang bisa membuat orang waras dari sakit jiwanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt; Di televisi, aku mendengar ada bawahan yang menembak mati atasannya. Dan kalian tahu dari institusi mana berita ini datang? Yup, dari institusi bernama kepolisian. Peluru yang disarangkan ke tubuh sang atasan berjumlah sekitar 20 butir peluru. Padahal, setiap polisi hanya dibolehkan memiliki sekitar 18 peluru. Sungguh aneh.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Dari kasus ini, polisi melakukan tindakan preventif berupa tes psikologi bagi para anggota polisi di Semarang. Kenapa di Semarang? Karena kejadian polisi bunuh polisi terjadi di Polda Semarang. Sekitar 200 orang polisi mengikuti tes psikologi untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengendalian diri para aparatur negara ini. Lalu, bagaimana dengan hasilnya? &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Rasanya kita semua harus mengucapkan selamat kepada para polisi yang telah bersedia mengikuti tes psikologi ini. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Dari 200 orang peserta, hanya sekitar 15 orang saja yang lulus tes. Selebihnya tidak lulus. Aku tak tahu apakah tes psikologi ini ada tes perbaikan dan remidial. Aku juga ragu apakah 15 orang polisi yang lolos kualifikasi benar-benar murni lulus. Aku takut mereka saling bekerja sama dan nyontek.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Saatnya kita ucapkan selamat kepada para aparatur negara. Mari kita ucapkan selamat. SELAMAT MENUJU KEHANCURAN INDONESIA PAK POLISI!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;" align="center" lang="fi-FI"&gt;LAPTOP ANGGOTA DPR&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Anggota DPR saat ini memang aneh. Aneh kelakuannya. Aneh gayanya. Aneh maunya. Lihat saja kursi kosong di gedung DPR. Kenapa kursi yang dulu mereka perjuangkan mati-matian kini dibiarkan kosong? &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Kenapa kursi itu dibiarkan kosong? Mungkin mereka telah bosan memperebutkan kursi. Setelah menjadi anggota DPR mereka lebih senang memperebutkan yang lain. Entah itu uang, persepsi pribadi/ golongan dan bahkan (mungkin) wanita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; Kasus skandal sex juga telah mencoreng muka lembaga perwakilan rakyat. Masih ingat kasus video ”binatang” antara ME dan YZ? Itu adalah salah satu kelakuan anggota dewan. Aku juga tidak memungkiri (mungkin) selain YZ masih banyak anggota dewan—sebut saja anggota hewan—lainnya yang coba-coba berbuat dan mencoba perilaku ”hewani” tersebut. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Hanya saja tidak ketahuan karena mereka tahu bagaimana merahasiakan skandal sex-nya. Sedangkan YZ tidak tahu bagaimana seharusnya skandal sex yang baik dan benar menurut sudut pandang DPR. Intinya, teman-teman YZ sedikit lebih cerdas dalam merahasiakan hubungan gelapnya. YZ sendiri bisa dibilang agak sedikit terbelakang dalam masalah ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Anggota DPR itu latah. Segala-gala ngikut. Peraturan anu ngikutin negara anu. Sistem keamanan ngikut sistem buatan negara anu. Sampai-sampai gaya bercinta ME dan YZ meniru gaya panda hamil ala China.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Tak terkecuali dalam masalah teknologi. Kabarnya, tiap-tiap anggota DPR akan diberi fasilitas tambahan. Dan katanya, fasilitas tambahan ini diinspirasi oleh salah satu acara infotainment di salah satu TV swasta. Tahun ini merupakan era kebangkitan Tukul Arwana. Dia telah menginspirasi DPR untuk &lt;i&gt;kembali ke laptop.&lt;/i&gt; Ya, tiap-tiap anggota DPR rencananya akan diberi laptop.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Yang menjadi pertanyaan, apakah dengan gaji anggota DPR sekarang ini mereka tidak bisa membeli laptop dari gajinya sendiri? Apakah gaji yang diterima tidak mencukupi untuk membeli laptop merek terkenal? Apakah anggota DPR masih merasa belum cukup dengan gaji kisaran 15 juta-an perbulan sehingga DPR harus ”menafkahi” mereka dalam urusan laptop?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Pertanyaan tidak hanya sampai di situ. Masih banyak hal ganjil dalam urusan pengadaan laptop ini. Apakah semua anggota DPR telah melek sama teknologi? Kalau belum, lebih baik pihak DPR memfasilitasi setiap anggotanya untuk kursus laptop terlebih dahulu. Bukankah itu lebih bermanfaat. Aku takut jika nanti setiap anggota diberi fasilitas dan tidak tahu bagaimana cara menggunakan laptop yang benar, bisa-bisa ada acara nonton film porno bareng bersama anggota DPR di laptopnya masing-masing. Bukankah ini sangat membahayakan negara? Betul tidak ibu-ibu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt; Bayangkan, laptop yang akan diterima tiap anggota harganya sekitar Rp 21.000.000,00. Wow, harga yang sangat fantastis untuk ukuran sebuah laptop. Jika dibandingkan dengan harga motor bebek yang paling bagus pun masih kalah.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt; Roy Suryo, pakar di bidang IT mengatakan, ”Untuk ukuran laptop, harga 21 juta itu sungguh harga yang sangat fantastis. Bahkan, dengan harga 7-8 juta pun pemerintah masih bisa mendapatkan laptop dengan kualitas dan merek terkenal”.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Namun alhamdulillah sekali ternyata eh ternyata si laptop ini nggak jadi dikasihin sama anggota DPR karena banyaknya reaksi yang menolak. Kita juga sebagai rakyat mesti mensyukuri gagalnya ”peristiwa” terbodoh dalam sejarah Indonesia ini. Kita bersyukur sekaligus mensyukuri semua anggota DPR akhirnya tidak terjerumus pada kasus yang sedikit kontroversial. Dengan keputusan ini, semoga saja nonton bareng film ”esek-esek” berdurasi ± 20 detik di DPR tidak terjadi. Semoga anggota DPR jadi sadar dan membelanjakan sebagian gajinya untuk beli laptop. Semoga kasus yang lebih bodoh dari ini—semisal pembelian pesawat terbang untuk masing-masing anggota dewan—tidak lagi terjadi di negara Indonesia. Semoga saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Jika masih bisa dapat laptop dengan harga murah dan kualitas bagus, mengapa harus bayar lebih mahal???? &lt;i&gt;Kan sisanya untuk korupsi, mark up dan kepentingan pribadi. Tolong jangan bilang KPK soal kasus ini. Nanti aku kasih kamu 5% dari pengadaan laptop ini, OK?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;" align="center"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;IRONI GRANDMASTER&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini, sebelum aku berangkat kuliah, seperti biasa ayahku udah &lt;i&gt;stand by&lt;/i&gt; nonton TV. &lt;/span&gt;Eits, jangan salah dulu. &lt;i&gt;Babeh isnt watching a rubbish programe. He is watching some news.&lt;/i&gt; Menurut penelitian, laki-laki cenderung mahluk yang tidak sabar, mudah bosan pada sesuatu dan lebih senang menggonta-ganti channel TV. &lt;span lang="fi-FI"&gt;Intinya, ayahku termasuk orang yang nggak bisa setia sama satu stasiun televisi. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Ketika ada berita penting di Metro, dia ganti &lt;i&gt;channel&lt;/i&gt; dari RCTI ke Metro. Terus, kalo di Metro beritanya bosenin dia ganti &lt;i&gt;channel&lt;/i&gt; ke Trans TV. Seperti itulah siklus pergantian berita menurut sudut pandang &lt;i&gt;Babeh&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Ketika ada berita mengenai anak-anak umur 10 tahun yang menjadi grandmaster catur tingkat ASEAN, &lt;i&gt;Babeh&lt;/i&gt; jadi penasaran dan mulai ”memanas-manasi” adikku yang duduk di kelas 5 SD agar dia juga termotivasi. Karena rasa penasaran segede gunung dan sedalam lautan (alaaachh...) &lt;i&gt;Babeh&lt;/i&gt; nggak gonta-ganti &lt;i&gt;channel&lt;/i&gt; lagi. Dia mencoba untuk ”setia” dan &lt;i&gt;ngajanteng&lt;/i&gt; buat nonton SCTV.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Setelah lama menunggu akhirnya berita tersebut muncul ke permukaan. Di sana tampak sang presenter (Bayu Sutiono kalo gak salah mah) sedang duduk di hadapan seorang anak kecil bernama Masruri. Kalo ga salah sih yang namanya Masruri ini masih duduk di kelas 6 SD. Orangnya sedikit pemalu, tidak terlalu blak-blakan, wajahnya tidak dewasa, gaya bicaranya sederhana dan dia tidak kuliah (ya iyalah....secara dia masih SD!).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; &lt;/span&gt;Bayu Sutiono sebagai presenter mulai mewawancarai Masruri. &lt;span lang="sv-SE"&gt;Ternyata Masruri ini sangat berbakat jadi pecatur. Dia pernah jadi Grandmaster catur anak-anaak se-ASEAN. Pernah juara tingkat nasional. Pernah juara tingkat anu di anu. Pernah menyabet piala anu dan segudang prestasi lainnya. Hebat sekali. Gue aja sampe iri sama dia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Ternyata sang presenter orang yang sangat kreatif. Selain wawancara dan tanya jawab serta jawab-tanya (kok kayak yang sama ya??? Bedanya apaan sih?), Bayu menantang Masruri bermain catur cepat (blitz) di depan kamera TV. Dan, siapakah pemenangnya? Kalian pasti udah bisa nebak JRENG....JRENG....JRENG......Ya dialah Masruri. Percaya ato nggak, Masruri naklukin Bayu hanya dalam beberapa langkah. Its AMAZING!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="border-style: none none solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color rgb(0, 0, 0); border-width: medium medium 1px; padding: 0in 0in 0.01in; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span lang="sv-SE"&gt; Setelah itu, berlanjut pada sesi wawancara lagi. Pada sesi kali ini, Bayu lebih mengarahkan pertanyaan ke masalah kesejahteraan Masruri dan keluarganya. Ternyata kesejahteraan Masruri tidak bersinar layaknya prestasinya di bidang catur. Masruri tinggal di pinggiran ibukota. Hidupnya sangat memprihatinkan. Selepas pulang sekolah dia harus membantu ibunya berjualan. Keluarganya sangat pas-pasan. Bahkan jika keluarganya ingin melihat dia bertanding, maka ibunya harus mencari pinjaman sana-sini. Dan yang lebih mengagetkan lagi ketika Bayu bertanya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="border-style: none none solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color rgb(0, 0, 0); border-width: medium medium 1px; padding: 0in 0in 0.01in; margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;”&lt;i&gt;Memang berapa uang yang kamu peroleh ketika menjadi grandmaster di Jakarta?”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="border-style: none none solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color rgb(0, 0, 0); border-width: medium medium 1px; padding: 0in 0in 0.01in; margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt; &lt;i&gt; ”Waktu itu saya dapet piala. Saya berharap waktu itu mendapat uang. Tapi ternyata tidak. Akhirnya, saya pulang dari Ancol ke rumah jalan kaki”.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Kalian denger kan? Dia jalan kaki setelah menjadi Grandmaster dan mengharumkan nama bangsa di pentas dunia!!! Sungguh pengorbanan yang hebat! Ini yang harus dicontoh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Aku nggak bisa bayangin, sebenernya tugas menpora itu ngapain sih? Masak orang yang udah jelas-jelas ngebela bangsa dibiarin gitu aja. Sementara ”spesies” semacam Nurdin Halid—sang koruptor kasus gula impor dan pernah mendekam di penjara ketika ia masih menjabat—dipertahankan sampai saat ini sebagai ketua PSSI. Apa menpora nggak peduli sama nasib anak ini dan lebih mengutamakan koruptor? Aku rasa ini adalah hal terbodoh untuk kesekian kalinya yang dilakukan pemerintah. Pemerintah itu lebih banyak bodohnya daripada pinternya. Kapan ya pemerintah kita bisa cerdas???&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt; Kembali lagi ke masalah wawancara tadi. Melihat fakta seperti ini, Bayu menyeru pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib atlet. Juga menyebut menpora Adhyaksa Dault bertanggung jawab atas kasus semacam ini jangan sampai terulang lagi.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Hmmm...ini baru kasus atlet catur. Mungkin di luar sana masih banyak Masruri-Masruri lainnya dan berprestasi di bidangnya masing-masing. Semoga kasus seperti ini menjadi pelajaran dan menjadi cambukkan bagi bangsa ini supaya lebih peka terhadap nasib rakyatnya. Rakyat yang baik tidak pernah mempermasalahkan seberapa besar pemberian dari penguasa. Namun penguasa yang &lt;i&gt;goblok&lt;/i&gt; tidak pernah memberi nafkah terhadap rakyatnya walaupun sang rakyat telah berjasa!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;Bandung, 27 Maret 2007&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;Skak matt!!!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-8552101589716020182?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/8552101589716020182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=8552101589716020182&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/8552101589716020182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/8552101589716020182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2007/03/psikotes-polisi-aku-kaget-mendengar.html' title='REPUBLIK GELISAH'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-3133891463087184685</id><published>2007-03-08T01:17:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T08:18:41.683-08:00</updated><title type='text'>ATHEIS G*BL*K!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/Re_WKhlrnCI/AAAAAAAAAAM/YK_BtLGvVIg/s1600-h/gooeyemokid.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/Re_WKhlrnCI/AAAAAAAAAAM/YK_BtLGvVIg/s200/gooeyemokid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5039481984354327586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Percakapan ini diinspirasi dari kisah nyata selama gue ikutan pesantren mahasiswa Unisba di Ciburial tercinta hweu…2007x. Bagi sebagian orang yang merasa tersinggung dengan percakapan ini, harap kasih comment yang lebih rasional dan logis. Dan bagi para atheis di seluruh dunia khususnya di Indonesia, gue tantang kalian untuk menjadi tuhan (memakai “t” kecil, bukan dengan “T” besar) jika kalian terus memepertanyakan siapa itu Tuhan. &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;"&gt;Dengan senang hati, gue memakai nama asli aja deh daripada pake nama samaran atau nama popular. Kenapa? Karena biar lebih gentle aja. Ajang debat kali ini harus bener-bener debat usir antara dia sama gue. TITIK.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;"&gt;Perdebatan ini melibatkan satu mahasiswa dari fakultas Syariah (Zakky) yang lucu dan imut hweu…2007x. Sedangkan lawannya adalah mahasiswa fakultas Hukum (Aries) yang (maaf) sangat menyedihkan huhuhu….&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Zak, kamu percaya Tuhan gak?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Percaya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Terus, apa buktinya Tuhan itu ada?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Banyak. Dunia ini salah satu contohnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Tuhan keliatan ga?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Ya nggak atuh.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Berarti Tuhan nggak ada. Bener ga?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Ya nggak atuh.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Terus, kalo ada mana buktinya? Buktinya Tuhan gak keliatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Ya iyalah gak keliatan. Kita kan Cuma mahluknya. Jadi yang punya kuasa atas segala sesuatu hanya Tuhan sendiri (mencoba untuk tidak emosi—sabar).&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Gini, sesuatu yang ada berasal dari yang ada pula. Nggak mungkin sesuatu berasal dari ketiadaan. Bener, kan?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Ya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Berarti Tuhan itu nggak ada. Karena Tuhan itu nggak keliatan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : (Nih orang mikirnya pendek banget ya.) Lho? Kata siapa? Al-Quran udah cukup bukti nunjukkin ke kita kalau Allah itu ada.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Gue nggak percaya Quran. Persetan dengan Quran. Semua yang ditulis di Quran itu bohong! Dan Muhammad adalah si pembohong!!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : (Darah gue udah mendidih nyampe 40&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;) Sebentar! Bisa dijelasin kenapa lo ngomong kayak gitu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Huh! Quran itu Cuma buatan manusia bernama Muhammad. Bisa aja dia itu membuat Quran untuk membodohi bangsa Arab supaya meraih kekuasaan di Arab. Gue juga nggak percaya sama isi Quran! Quran itu Cuma perkataan Muhammad!!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : (Kalo body gue gede, gue udah hajar tuh orang jelek bernama Aries. Sayangnya body gue kecil huhuhu…) Lho? Quran kan udah ngejamin bahwa nggak ada seorangpun di dunia ini yang bias bikin ayat semisal Al-Quran walopun lo sekongkol sama professor jahat sekelas Robert Morey (&lt;i&gt;im sure you know who I mean, right?&lt;/i&gt;) bahkan kalo lo sekongkol sama jin sekalipun, lo ga bakal bisa bikin ayat yang nandingin Quran!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Persetan sama Quran!!! Bisa aja kan Muhammad bikin ayat kayak gitu supaya manusia nggak kreatif dan tidak membuat ayat baru. Nah itulah yang dinamakan pembodohan! Gue juga nggak percaya kalo Muhammad itu nabi! Muhammad itu Cuma maniak seks! Istrinya aja ada 9. Ini nandain kalo dia itu maniak seks!!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : (Ya Allah, si buruk rupa ini telah memfitnah nabi gue dengan sedemikian keji! Gue kaget banget ada anak semester 1 yang bilang kayak gini. Gue tahu, kayaknya anak yang bernama Aries ini cemburu sama nabi karena nabi punya istri 9 sedangkan si Aries sendiri cintanya ditolak sama cewek. Huhuhu…malangnya nasibmu. Sudah malang, berwajah buruk rupa, menghina orang pula. Sungguh nista dan tidak sportif…) Ya nggak dong. Muhammad nggak kayak gitu! Apa kamu tahu latar belakang kenapa nabi mempunyai istri 9?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Ah, persetan! Sekali maniak tetep maniak seks!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Ya nggak gitu. 8 dari 9 istri nabi adalah janda. Kalo misalnya nabi itu maniak seks, kenapa dia nggak nyari yang perawan aja buat dikawinin? Kenapa harus yang janda? Ini bukan masalah maniak atau nggaknya. Nabi melakukan hal ini karena berkaitan dengan tugas kerasulan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Mau bukti apa lagi? Terus, kamu tahu pas nabi dapet wahyu di Gua Hira? Gua Hira kan kecil terus dating malaikat Jibril dari belakang seraya mendekap nabi. Itu berarti nabi homo sama malaikat!!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : (Goblog!!! Ini yang ngomong orang atau cucunya iblis sih? Darimana dia bisa tahu malaikat punya kelamin? Apa dia dokter spesialis kelamin Malaikat?) Kata siapa? Itu konteksnya beda. Kayak gini aja, ada ayat yang artinya : &lt;i&gt;tangan Allah berada diatas tangan mereka.&lt;/i&gt; Apa di sini secara nyata Allah punya tangan layaknya manusia? Nggak kan? Arti tangan di sini berarti kekuasaan, bukan tangan layaknya tangan manusia.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Alah, sebodo amat! Gue nggak percaya sama Tuhan!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Kalo kamu nggak percaya sama Tuhan, terus kenapa kamu Shalat? (Mencoba untuk mematahkan serangan bertubi-tubi yang dibangun oleh si muka jelek)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Y ague mah olah raga aja Sholat teh (dengan wajah santai dan tanpa dosa ia bilang seperti itu!!!)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : (Anjr**t!!! Jadi selama ini Sholatnya cuma buat olah raga aja??? Gue udah ngerasa terhina dengan semua omongan ini!!!) Terus, apa yang kamu rasakan setelah Shalat?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Ya seger lah. Namanya juga olah raga (dengan tanpa dosa ia berkata seperti itu).&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Terus, ngapain kamu Shalat tapi nggak percaya Tuhan?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Ya konsep hidup saya memang beragama, tapi saya tidak mengakui Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Ooo….(gwelo banget nihy orang. Ngelesnya jago banget!!!)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Tuhan itu ada karena manusia ada!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : OK, gue terima pendapat lo. Sekarang kita berdua nggak usah bawa-bawa Al-Quran lagi kalo ngobrolin masalah logika. Kalo ngobrolin masalah logika kita pake logika dan akal sehat, key. Bukan akal busuk!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : OK.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Baik. Sebagai manusia gue punya landasan hidup dan keyakinan. Gue mau Tanya, landasan hidup lo apa?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Ya landasan hidup gue ya diri sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Diri sendiri? Maksudnya?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Ya landasan dan dasar hidup gue ya diri gue sndiri!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Hmmm,,,landasan hidup yang aneh! Kalo gue udah punya landasan hidup yaitu Quran dan Sunnah. Umat Kristen punya bible. Nah lo sendiri apa?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : (Diam…tak berkata sepetah kata pun…bingung)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Ya udah, kalo lo bingung dan nggak percaya Tuhan gue Bantu lo buat nemuin dasar hidup lo (gimana nggak baiknya seorang Zakky? Temen yang udah bikin dia panas hati aja masih mau dikasih bantuan). Nih, gue punya kertas sama pulpen. Sekarang, kalo lo masih beranggapan Muhammad itu pembohong dan Quran itu palsu, gue minta lo bikin wahyu sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : (Diam…bingung…tidak ada kata yang ia ucapkan)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Kalo lo emang ngerasa paham lo paling bener, pastinya lo punya dasar yang kuat. Nah, gue tawarin lo bikin wahyu saat ini juga!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : (Maka mulailah si orang jelek ini menuliskan wahyu di atas secarik kertas putih bersih dan suci. Seolah-olah ia sedang menodai kesucian dan keperawanan sang kertas huhuuhu… Dan tahukah kalian apa yang ia tulis?) &lt;b&gt;“Manusia itu diciptakan dari tanah melalui proses bertemunya ovum dan sperma”.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : (Ha…ha…ha…Orang ini goblog ato emang udah keturunan jadi bodoh ya?) Sorry, bukannya gue nggak interest sama wahyu yang lo bikin. Sorry fren, kalimat kayak gini udah ada di surat Al-Mu’minun ayat 12-14. Jadi dengan kata lain, kamu dengan sangat tidak teliti dan semena-mena telah mencoba untuk memplagiat ayat-ayat Quran.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Mmm…plagiat itu apa?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : (Ha…ha…ha…Tuh kan? Apa kubilang? Orang ini udah dari sononya gebleg) Plagiat itu artinya ngejiplak hak cipta orang lain. Ibarat lo bikin lagu terus dijual. Eh tiba-tiba orang mulai ngebajak lagu lo!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Ya gue nggak percaya sama Quran!!! Quran itu bohong! Muhammad itu bohong!!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : (Dia mengalihkan pembicaraan. Dan ini adalah salah satu strategi mereka supaya kita dibikin nggak focus) Sebentar dulu goblog! Lo jangan jelek-jelekin orang lain! Gue juga bisa nyebut lo wajah buruk rupa dan kulit hitam kusam!!! Sekarang, lo jawab pertanyaan gue: Lo ngejiplak kalimat ini dari Quran kan? Jawab ya ato tidak!!!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : (Diem dan mikir panjang. Dan dengan malu-malu bagong, akhirnya dia menganggukkan kepala tanda YA!)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : (Hore…berhasil…berhasil…hore!!! Akhirnya lo ngaku juga) Sekarang gini. Lo bilang tadi kalo lo nggak percaya sama Quran kan?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Ya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Lo sendiri ngambil dasar dari Quran. Apa lo nggak malu?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : (Diem)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Gini, lo kan nggak percaya sama Quran dan menganggap Quran itu salah. Bener kan?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Ya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Wahyu yang lo bikin sama persisnya dengan Quran surat Al-Mu’minun ayat 12-14. Berarti wahyu yang lo bikin sama salahnya denga Quran. Bener kan?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : Pokoknya gue nggak percaya Quran. Muhammad itu bohong!!! Bla…bla…bla…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : OK, OK, OK!!! Kita udah sepakat jangan pernah ngehina, key? Kita udah sepakat!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : (Diem + nyengir kuda = mahluk buruk rupa)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Sekarang lo tinggal jawab pertanyaan gue, secara logika wahyu yang lo buat sama salahnya kan dengan Quran? Jawab YA atau tidak!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : (belepep…belebep…hanya menganggukkan setengah kepalanya tanpa rasa ikhlas dan sportif menerima kekalahan)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Nah, gitu dong! Kalo salah ya ngaku salah. Kalo bener ya ngaku bener! (Tapi kalo wajah lo jelek ngaku jelek, mendingan gak usah ngaku di depan gue and temen-temen. Nggak ngaku juga gue ama temen-temen udah tau kalo lo tuh emang jelek! Mendingan lo ngaku di infotainment aja. Itu jelas sebuah sikap yang berani dan gentleman, Ris. Hwa…hwa…hwa…).&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries : (Diem + mata tajam tak menerima kekalahan = wajah iblis!)  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gue : Gue berani jadi pengikut lo, asal lo bener! Gue nggak mau jadi pengikut orang-orang liuer kayak lo! Beresin dulu otak lo, baru ngomong!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Based on a true story. Based on true person. Based on a true location. It so real…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Ada lagi satu kisah yang sangat bodoh untuk diketawain bareng-bareng. Begini cerita temen gue….&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries  : Ga, lo percaya Tuhan?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Rangga : Percaya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries  : Tuhan keliatan ga?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Rangga : Nggak.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries  : Berarti Tuhan nggak ada.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Rangga : OK. Lo punya otak nggak?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries  : Punya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Rangga : Otak lo keliatan gak?&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries  : Nggak.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Rangga : Berarti lo nggak punya otak!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aries  : …..????&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Hweu…hweu…hweu…Orang gebleg mencoba untuk menghilangkan Tuhan dengan rasio dangkal? Subhanallah sekali ya si orang gebleg tersebut huhuhu…&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gw kasih tips untuk lebih mengenali orang-orang atheis tapi bermuka dua. Maksudnya, mereka nggak percaya Tuhan tapi masih melakukan ibadah yang didalamnya justru mengagungkan Tuhan sendiri. Mereka pengen ngehancurin agama Islam dari dalam dan membentuk islam baru menurut sudut pandang mereka. Ini dia tipsnya :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sikap baik, ramah lingkungan dan  bebas polusi. Maksudnya, kesan mereka itu baik, sopan dan selalu  peduli. Hati-hati ya orang yang &lt;i&gt;first impression&lt;/i&gt;-nya kayak  gini. Tapi bukan berarti buruk sangka dunk…&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Hati-hati kalo udah nyerempet  masalah Aqidah. Biasanya mereka memulai pertanyaan dengan kata-kata  seperti ini : “kamu percaya nggak Tuhan itu ada?” atau “Benar  nggak sesuatu itu berasal dari yang ada?” atau “kamu masih  percaya sama Muhammad dan agama?” dan pertanyaan-pertanyaan  lainnya yang membuat kalian seakan-akan disentil keimanannya.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Jika kalian sudah masuk  perangkapnya, pertama-tama yang akan dikuasai adalah emosi kalian.  Kalian akan dibuat marah dan kesal oleh hinaan dan cacian mereka  terhadap Tuhan, nabi dan agama. Semisal : Tuhan itu ada karena  manusia ada (yang ini kayaknya nyontek dari album RADJA. Kesimpulan  gue, orang-orang atheis itu salah satu penggemar RADJA huhuhu…).  Agama itu candu dan membuat bodoh manusia dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Kalo emosi kalian udah kena,  kalian nggak bisa berpikir rasional lagi. Dan bahayanya, pola pikir  kalian akan dibentuk dan didoktrin sedemikian rupa sehingga sesuai  dengan kehendak mereka.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Jika berargumen, jangan  sekali-kali pakai dalil Quran atau hadits. Karena mereka itu  orang-orang yang nggak berpendidikan agama (kan gue udah bilang,  Iqro 1 aja belum tentu tamat, apalagi khatam Quran). Percuma mulut  kalian berbusa-busa ngeluarin dalil tapi nggak dianggep.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Pakai logika dan akal sehat, bukan  akal bususk! Ikuti kemana ia membawamu pergi dan ketika ada  kesempatan, ubahlah skor akhir menjadi 2-1 untuk keunggulan kita.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Jangan mau kalah kalo ngomong sama  orang gebleg semisal si Aries. Kalo lo nggak aktif, mereka akan  menguasai jalannya pertandingan.&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Jangan lupa, kendalikan emosi dan  membaca doa sebelum tidur (Lho? &lt;i&gt;Kok iso?&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Kalo lo ngerasa nggak bisa  nandingin mereka, minta bantuan sama para ahli semisal dukun atau  paranormal buat nyantet mereka hweu…2007x. Nggak ketang. Cari  temen yang bisa diajak debat masalah kayak gituan. Soalnya ini akan  sangat berakibat fatal terhadap masa depan bangsa dan Negara.  Selamat mencoba tips dari gue…..&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 0.25in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Si Aries itu termasuk golongan manusia yang kalo ada razia muka jelek pasti dia kena tilang sama petugas pembersih muka blangsak hwa…hwa…Sorry Ries gue sengaja. Gue nggak percaya sama lo karena:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Omongan lo ngaco&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Nantangin Tuhan padahal lo sendiri  ciptaan-Nya&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Belagak dan sombong. Padahal  khatam Quran dan Iqro 1 juga kayaknya belom&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Ilmu lo dangkal dan Cuma ngandelin  logika doang&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;The last, muke lo blangsak dan  tidak memenuhi standar yang meyakinkan untuk mencapai sebuah derajat  kegantengan yang agung. Gue saranin ya, daripada lo nyari mangsa  buat dapetin pengikut yang bisa lo doktrin semau lo, mendingan lo  mulai benahin muke lo yang sangat mengkhawatirkan itu. Sekali lagi  gue yakin, kalo ada razia wajah jelek lo pasti ketangkep!   &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Kalo lo ngerasa jago buat debat tentang Tuhan, jangan cari mangsa orang awam dan yang nggak paham masalah agama dan Tuhan. Cari orang yang seimbang dan tahu banyak soal Tuhan!&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Note: Kejadian ini nyata dan benar-benar terjadi. Jadi bagi kalian yang belom pernah ngalamin hati-hati karena mereka bergentayangan di sekitar kita. &lt;i&gt;Let save our generation!!! We haven’t much time to spend our time!!!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-3133891463087184685?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/3133891463087184685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=3133891463087184685&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/3133891463087184685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/3133891463087184685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2007/03/atheis-gblk-percakapan-ini-diinspirasi.html' title='ATHEIS G*BL*K!!!'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_l26S89Jbzok/Re_WKhlrnCI/AAAAAAAAAAM/YK_BtLGvVIg/s72-c/gooeyemokid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-116981838158510650</id><published>2007-01-26T05:30:00.000-08:00</published><updated>2007-04-17T05:04:46.818-07:00</updated><title type='text'>INFANTILISME</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;Umurku sudah delapan belas tahun. Orang bilang umur segini tuh saatnya ngerasain hidup yang sebenernya. Aku harus bisa ngerasain gimana kerasnya hidup. Aku harus lebih sensitif lagi terhadap masalah-masalah di sekitar. Aku mesti—mau gak mau—peduli terhadap kahidupanku. Gak boleh lagi kayak SMA. Dan tentunya, aku harus bisa merasakan beban yang ditanggung oleh orang tua.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Mungkin seperti itulah hal-hal yang sering dipikirkan orang delapan belas tahunan. Nggak jarang dari kita langsung milih kerja daripada kuliah. Ada juga yang lebih mentingin kuliah daripada kerja. Bahkan ada yang dua-duanya. Kayaknya, fenomena kayak gini timbul dari kesadaran kita semua sebagai mahluk 18 tahun—sebut saja seperti itu—dan didasari oleh berbagai faktor. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Apa hal itu salah? Aku pikir nggak ada yang salah dengan semua itu. &lt;i&gt;No problemo&lt;/i&gt; lah. Justru di situlah tingkat kedewasaan kita diuji, apakah kita berani mengambil keputusan dengan segala resiko yang ada? Atau kita lebih memilih titik aman dan terus menunggu waktu yang tepat dalam memilih keputusan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Nah, sekarang gimana sama aku sendiri sebagai ”mahluk” yang telah berkeliaran selama 18 tahun di bumi tercinta ini? Mana yang aku pilih sebagai jalan hidup? Hmmm...sebenernya aku juga bingung. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Terus terang, sampai saat ini aku kadang—bahkan sering—terserang infantilisme. Tepatnya gejala ke-kanak-kanakan yang menyerang orang dewasa. Setiap hari, aku tak pernah lewat untuk tidak menyaksikan &lt;i&gt;Spongebob squarepants&lt;/i&gt;. Entahlah, aku juga bingung. Namun, aku memang penggemar berat &lt;i&gt;Spongebob&lt;/i&gt;. Beberapa hari kemarin, wallpaper di HP-ku bergambar spongebob. Bahkan, aku umumkan kepada beberapa temanku kalau spongebob adalah pahlawanku hwa...hwa...hiperbolis banget ya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt; Sejak kapan aku tergila-gila pada spongebob? Hmmm...pertanyaan yang sulit dijawab. Aku pun tak tahu. Mungkin dari pertama kali muncul di TV aku sudah menyukainya. Spongebob memberiku banyak inspirasi dalam berpikir. Tingkah konyolnya sangat penting untuk direnungkan—daripada sekedar ditertawakan. Dia adalah tokoh kartun yang paling aneh yang pernah aku tonton. Dan Patrick—sahabat spongebob—adalah tokoh tertulalit namun intelek. Lho? Bingung, kan? Sama, aku juga bingung. Tetapi baguslah kalo kalian bingung. Kalo nggak bingung, berarti ada yang aneh dengan diri kalian.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Sebenarnya, aku tidak hanya menyukai Spongebob. Aku juga penggemar Jimmy Neutron, Chalkzone, Over the Hedge, Ice Age dan beberapa film kartun lainnya. Aku seneng kartun. Dan setiap hari aku menonton film tersebut bersama adikku. Biasanya sih sehabis pulang kuliah (jangan bilang siapa-siapa ya kalo kelakuanku seperti ini...).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Ada satu peristiwa yang nggak bisa aku lupain kalo ngobrolin soal kartun. Beberapa bulan kemaren pas film kartun Over the Hedge diputar di bioskop, aku bersama gebetan nonton bareng Over the Hedge. Bukan aku nggak mau nonton yang romantis—saat itu kalo ga salah HEART masih diputar—, tapi aku emang pengen banget nonton Over the Hedge. Aku juga sempet tanya sama dia, ”Neng, mau nonton apa?”. Dia jawab apa coba? ”Terserah Kiki aja, deh. Pokoknya Neng ikut aja”. Yasuw kalo gitu. &lt;/span&gt;Mumpung si Neng bilang ”terserah”, aku pilih aja Over the Hedge. &lt;span lang="fi-FI"&gt;Dan apa reaksi si Neng? Dia biasa aja tuh. Mungkin jaga sikap kali, ya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; Pas film diputer, aku sama si Neng ngakak abis ngeliat tingkah lucu dan &lt;i&gt;innocent&lt;/i&gt; tokoh-tokoh kartunnya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Pokoknya nih film gue banget, deh. Trus, gimana romantisan-romantisannya dunk? Duh, boro-boro romantis-romantisan. Yang ada gue sama dia ketawa-ketiwi terus. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;No time for romantic if you see me watching cartoon, key?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; Dan temen-temen gue juga udah mafhum sama tingkah aneh gue. Mereka juga udah pada tau kalo selama ini seorang Zakky terserang penyakit aneh yang dibawa oleh Spongebob ke dalam otaknya sehingga mengakibatkan beberapa komponen otaknya mampu berpikir aneh dan kadang berpikir lain daripada orang lain. Spongebob dkk. telah memberi warna baru bagi pola pikirnya. Terkadang kelakuannya pun seolah meniru tokoh kebanggaannya itu. Setidaknya itulah persepsi teman-temanku yang tahu siapa aku ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt; Apa nggak malu tuh udah gede tapi jadi fans berat Spongebob? &lt;span lang="sv-SE"&gt;Sama sekali nggak! Justru aku bangga. Lho, adda appa ini adda appa? &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt; Kadang orang menganggap remeh hal-hal kecil semacam pola pikir Spongebob ataupun Patrick. Namun bagiku, pola pikir mereka unik. Mereka mempunyai cara tersendiri dalam mengungkapkan maksud, kekonyolan mereka serta bagaimana mereka menyikapi sesuatu. Hmmm...aneh ya? Baru kali ini ada mahasiswa yang membahas pola pikir Spongebob ditinjau dari segi keunikannya hwa...hwa...&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Buatku, kartun nggak hanya sebatas hiburan. Aku sering ngambil banyak inspirasi dari film kartun, terutama &lt;i&gt;spongebob&lt;/i&gt;. Bagaimana dengan kalian???&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-116981838158510650?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/116981838158510650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=116981838158510650&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/116981838158510650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/116981838158510650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2007/01/infantilisme-umurku-sudah-delapan.html' title='INFANTILISME'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-116981790637892992</id><published>2007-01-26T05:21:00.000-08:00</published><updated>2007-04-17T05:01:13.528-07:00</updated><title type='text'>Indonesia, baru kali ini aku bangga padamu!!!</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;”Hari ini, aku sebagai rakyat Indonesia mengakui bahwa sesungguhnya Indonesia itu hebat. Indonesia terlalu tangguh untuk ditaklukan. Indonesia terlalu kuat untuk dilemahkan. Aku bangga menjadi orang Indonesia dan aku tidak malu lagi menjadi orang Indonesia. Adapun hal-hal yang berkaitan dengan masalah teknis akan dibahas kemudian.”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;Bandung, 17 Januari 2007&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;Atas nama diri sendiri&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Pertandingan Singapura vs. Indonesia sangat menegangkan. Di babak awal, timnas kita harus rela ditekan sedemikian rupa. Barisan pertahanan Singapura yang solid membuat timnas sangat sulit menembus rapatnya pertahanan. Sementara itu, beberapa bomber Singapura terus menekan dari setiap sudut. Alam Shah dan Indra beberapa kali membuat kerepotan barisan pertahanan Indonesia. Otomatis, 20 menit babak pertama berjalan, posisi kita terus terjepit. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt; Petaka terjadi pada menit kelima belas ketika kiper Indonesia menjatuhkan striker Singapura Alam Shah di kotak penalti. Sang algojo Alam Shah akhirnya mengeksekusi penalti tersebut. Kedudukan pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah Singapura.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt; Keadaan ini membuat para pemain Indonesia harus berusaha sekuat tenaga untuk bisa lolos ke putaran selanjutnya. Mau tidak mau timnas kita harus menang atas Singapura karena perbedaan selisih gol, walaupun dari segi perolehan poin Indonesia dan Singapura sama-sama mengoleksi jumlah poin yang sama. Ini sangat sulit bagi tim sekelas Indonesia. Apalagi dengan keadaan teringgal 1-0 dari Singapura.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Setelah 20 menit berjalan, tanda-tanda perubahan itu muncul. Timnas seakan-akan menemukan bentuk permainannya. Umpan satu-dua dari kaki ke kaki sangat pas diperagakan. Koordinasi lini tengah dengan sayap terbangun sangat apik. Serangan yang dibangun beberapa kali membuat Singapura seakan kebakaran jenggot. Dan belum lama berselang, gol balasan dari Ilham Jaya Kesuma bersarang di gawang L Lewis. Kedudukan berubah 1-1. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Keadaan ini membuat semangat timnas semakin membara. Dengan dukungan pengalaman dan teknik individual, Zaenal Arif cs. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Seakan tak henti menggempur pertahanan Singapura. Beberapa peluang emas sempat membuahkan gol. Namun sayang beberapa tendangan yang mengarah ke gawang Singapura kurang bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga tidak membuahkan gol. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Tekanan Indonesia terhadap Singapura mengalir deras. Namun tak jarang pemain kita terlalu asyik menyerang sehingga melupakan pertahanan. Serangan balik yang dilakukan para pemain Singapura bisa dimanfaatkan dengan baik. Akhirnya terciptalah gol yang tidak diinginkan oleh para pemain kita. Gol kedua Singapura diciptakan oleh Indra. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Hal ini membuat para pemain kita seperti dicambuk. Serangan demi serangan terus dibangun. Beberapa peluang pun hampir membuahkan gol. Dan akhirnya, ketika sepak pojok yang dilakukan oleh Atep tertuju pada Zaenal Arif, Zaenal tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan langsung &lt;i&gt;shoot on the target.&lt;/i&gt; Dan Goaaa....allll!!! Kedudukan imbang 2-2. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Kedudukan terus bertahan sampai peluit panjang dibunyikan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Dan dengan berat hati, baru kali ini timnas kalah di babak penyisihan. Sangat disayangkan sekali. Timnas harus menyerahkan diri pada Singapura. Tetapi yang lebih mengejutkan lagi adalah Vietnam yang bisa melaju ke babak semi-final. Masak sih kita kalah sama tim sekelas Vietnam?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Walaupun kalah, aku tetap puas melihat penampilan timnas malam ini. Ya, baru kali ini rasanya melihat Indonesia bermain taktis. Umpan-umpan maut berbahaya, tendangan jarak jauh Eka Ramdani dan Atep yang sangat akurat, Perpaduan antar-lini begitu terkoordinasi. Pokoknya aku puas malam ini—dan tentunya sangat tegang. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; Setelah laga Indonesia kontra Singapura, kabarnya Peter Withe dipecat. Hmmm...suatu tindakan yang tegas dari PSSI mengingat selama ia melatih prestasi timnas biasa saja, tak ada yang istimewa. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Walaupun dari permainan lebih berkembang, kita juga harus menargetkan hasil. Betul?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; &lt;i&gt;Iraha atuh Indonesia juara deui? Maenya kudu balik deui ka jaman bareto? Iraha deui atuh klub-klub di urang bisa ngalawan tim sakelas AC MILAN, LAZIO jeung FIORENTINA? Saha deui atuh  pamaen urang nu maen di serie-A lian ti Kurniawan? Maenya kudu ngadagoan 30 taun deui? Da embung atuh!!!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-116981790637892992?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/116981790637892992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=116981790637892992&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/116981790637892992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/116981790637892992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2007/01/indonesia-baru-kali-ini-aku-bangga.html' title='Indonesia, baru kali ini aku bangga padamu!!!'/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-116852311157632466</id><published>2007-01-11T05:42:00.000-08:00</published><updated>2007-01-11T05:45:11.590-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>"Benar semua orang bisa bernyanyi, namun tidak semua orang bisa bernyanyi dengan benar"&lt;br /&gt;--anonymous--&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-116852311157632466?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/116852311157632466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=116852311157632466&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/116852311157632466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/116852311157632466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2007/01/benar-semua-orang-bisa-bernyanyi-namun.html' title=''/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-116695577477366974</id><published>2006-12-24T02:13:00.000-08:00</published><updated>2006-12-24T02:22:54.840-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center" lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;font-size:130%;" &gt;&lt;b&gt;SURAT DARI SABUN &lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="right" lang="fi-FI"&gt;&lt;b&gt;Oleh : M Zakky R&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center" lang="fi-FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Usiaku kini hampir satu minggu di kamar mandi keluarga besar Hartakusuma. Mungkin, beberapa hari lagi aku akan mati—sebut saja lenyap. Nah, sebelum aku lenyap begitu saja, aku ingin hidupku seakan berarti bagi siapapun. Jadi, dengan bangga aku menulis pengalaman hidupku dalam bentuk surat dan terima kasih bagi kalian yang membacanya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Rasanya senang juga menjalani hidup sepertiku. Bisa keliling dari mal yang satu ke mal yang lain. Dari supermarket yang satu ke supermarket yang lain. Bisa keliling dari warung yang ada di Dago ke warung yang ada di Antapani. Setelah itu, tibalah aku di tempat persinggahanku yang terakhir yaitu kamar mandi. Di sinilah tempat paling mengasyikkan—menurutku—yang pernah ada di dunia ini. Selain bisa berkenalan dengan berbagai macam produk lain serta mendengarkan pengalaman mereka, aku juga bisa menikmati ”pemandangan” indah yang tak akan pernah kalian saksikan sebelumnya  kecuali jika kalian telah benar-benar dewasa dan siap menjalani pernikahan. Pokoknya, kalian jangan iri terhadapku, ya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Tidak. Aku tidak akan menceritakan kisah yang berbau pornoaksi dan pornografi. Tidak juga kisah yang berbau—maaf—cabul. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Aku takut terkena sanksi walaupun sampai saat ini RUU APP masih menjadi pro-kontra. Sudahlah, masalah ”pemandangan” ini tidak usah dibahas terlalu panjang. Aku takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan hingga akhirnya koran X memuat berita tentang pemerkosaan terhadap siswi A oleh siswa B. Aku takut disalahkan, padahal yang berbuat adalah oknum dari manusia itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; Menurut beberapa ”seniorku” yang telah cukup lama berada di kamar mandi keluarga Hartakusuma, dulu kamar mandi ini tidaklah sebagus sekarang. Namun setelah pak Hartakusuma sukses dengan bisnisnya, maka disulapnya rumah ini menjadi istana. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Termasuk kamar mandi ini, tidak ketinggalan dengan berbagai produk untuk kamar mandi. Dari mulai sabun mandi produk lokal hingga pembersih muka buatan Eropa. Sebenarnya telah terjadi akulturasi budaya di kamar mandi ini. Sedikit demi sedikit aku mulai belajar bahasa inggris pada produk pembersih muka XX yang memang asli dibuat di Eropa. Begitupun sebaliknya. Ah, senang sekali rasanya bisa belajar bahasa inggris langsung dari sumbernya. Gratis pula.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Ssstt...jangan berisik. Nyonya Hartakusuma masuk kamar mandi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Apa yang akan dia lakukan kali ini? Oh, ternyata dia ingin membersihkan wajahnya dengan &lt;i&gt;gel&lt;/i&gt; pembersih yang diimport langsung dari negeri tirai bambu, Cina. Ternyata jika nyonya Hartakusuma tidak pakai &lt;i&gt;make up&lt;/i&gt;, dia kelihatan sedikit lebih tua dan wajahnya penuh dengan jerawat. Dalam hati aku bertanya, ”Kenapa dengan memakai kosmetik-kosmetik yang ada wajah nyonya menjadi seperti itu? Bukankah fungsi dari kosmetik tersebut untuk menghaluskan, melembutkan dan membuat wajah jadi lebih kencang?”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; Belum sempat aku selesai dengan berbagai pertanyaan, sang nyonya mengambil botol lain yang isinya aku pun tak tahu. Dia menumpahkan cairan yang ada di dalamnya dan mengusapkan cairan tersebut ke wajahnya. Dan oh...tidak! Wajah nyonya menjadi lebih aneh lagi! Kali ini disertai dengan bercak kemerahan yang menghiasi pipi kiri dan kanan nyonya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Sebenarnya, aku sudah terbiasa dengan hal itu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Namun ketika pertama kali melihat ”adegan” seperti itu, aku kaget setengah mati. Sungguh. Bisa kalian bayangkan perubahan wujud yang begitu drastis dari seorang ibu peri menjadi ibu buruk rupa. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; Lain sang Nyonya, lain pula anaknya. Leila, anak pertama sang nyonya adalah wanita yang lebih mementingkan untuk menjaga kebersihan kulitnya. Bagaimanapun ia akan mengusahakan supaya kulitnya terlihat lembut, tidak kusam, bersinar dan tentunya putih, seputih kapas. Kosmetik dari berbagai merek ternama selalu menjadi pilihan utama Leila. Dia tidak mau ambil resiko. Namun sayangnya, hingga saat ini kulit Leila masih belum juga terlihat putih. Justru dengan berbagai kosmetik yang ia beli, kulit sawo matangnya semakin terlihat jelas. Mungkin ini yang disebut penmpakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt; Beberapa hari di sini aku sempat frustasi melihat kenyataan yang tidak sesuai dengan janji manis iklan di TV. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Produk XXX bisa membuat kulit putih selama beberapa hari. Produk G bisa membuat kulit halus dalam tiga kali pemakaian. Dan &lt;i&gt;seabreg&lt;/i&gt; janji manis iklan di TV. Tapi ternyata yang kutemukan adalah hal-hal paradoks. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;  Akhirnya, aku mengadukan hal ini kepada ”senior” yang lebih berpengalaman. Ia adalah sebuah cermin berbentuk bulat yang senantiasa dipakai oleh keluarga Hartakusuma dari semenjak kamar mandi ini diperbaharui. Usianya memang bisa dikatakan tua.   &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Dengan bijak, ia tidak serta-merta men-&lt;i&gt;judge&lt;/i&gt; apakah hal yang dilakukan sang nyonya dan anaknya salah atau benar. Ia membawaku pada satu kesimpulan bahwa pada dasarnya setiap wanita ingin terlihat cantik. Namun, dalam kenyataannya, media yang kita gunakan sekarang tidak hanya sekedar menuntut setiap wanita untuk tampil sekedar cantik. Tetapi lebih. Salah satunya adalah putih. Ya, kulit putih adalah representasi wanita yang berpikiran maju, merdeka dan mandiri. Dengan kata lain, cantik belum tentu putih. Begitu pula sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Sebenarnya, produk-produk yang ada di kamar mandi ini belum tentu semuanya aman. Masih ada beberapa kosmetik yang mengandung bahan-bahan berbahaya seperti &lt;i&gt;mercury&lt;/i&gt; dan lain sebagainya. Adapun embel-embel iklan yang menawarkan bahwa produk A mengandung bahan alami, produk B bebas dari bahan-bahan berbahaya dan iklan lainnya sebenarnya perlu diselidiki lebih lanjut. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;  Dalam hal ini, produsen cenderung ingin mengambil keuntungan sebesar-besarnya terhadap sikap konsumerisme publik—terutama kaum Hawa. Dengan representasi terhadap wanita yang semakin hari semakin menuntut mereka untuk tampil cantik, putih dan kulit halus otomatis keperluan untuk tampil ”sempurna” sebagai seorang wanita semakin meningkat. Di sinilah letak ketidakberesan itu. Bukan berarti tidak boleh mempergunakan kosmetik. Silakan saja. Bukankah itu adalah hak setiap orang terutama wanita? Hanya saja jika sudah terjebak pada sikap konsumerisme, ini yang perlu dihindari.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; Ya, aku sadar sekarang. Aku tidak berhak melarang sang nyonya dan anaknya untuk berhenti memakai kosmetik-kosmetik yang mereka beli. Aku hanya sebuah sabun yang lemah dan tak bisa berbuat apa-apa. Sebentar lagi aku akan lenyap. Tapi tolong aku. Tolong aku untuk menolong nyonya dan Leila supaya mereka sadar akan sikap konsumerisme mereka. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;  Kawan, jika kalian tahu dan tidak mau memberitahukannya, kasihan nyonya dan Leila. Jika mereka terjebak lebih jauh aku takut mereka akan mengalami resiko yang tidak diinginkan. Jadi, cepatlah beritahu nyonya dan Leila. Setelah itu sampaikan pada ibu atau kakak perempuanmu. Atau pada teman laki-laki yang berdandan feminin. Jika sudah, coba kau lihat dirimu. Siapa tahu kau termasuk ke dalam orang yang harus kuberitahu.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="right" lang="sv-SE"&gt; &lt;b&gt;Bandung, 13 Desember 2006&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;Ketika iklan LUX dan GIV diputa&lt;/i&gt;r&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tulisan ini memenangkan penghargaan lomba penulisan surat KMJ (Komunitas Mahasiswa Jurnalistik) UNISBA sebagai surat terfavorit. Perlu diingat, hampir semua orang tidak percaya anak Syariah bisa memenangkan penghargaan prestisius ini. Dan beberapa seniorku berkata, "Zak, kamu telah mengalahkan mitos anak-anak jurnalistik. Selamat!!!".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-116695577477366974?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/116695577477366974/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=116695577477366974&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/116695577477366974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/116695577477366974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2006/12/surat-dari-sabun-oleh-m-zakky-r-usiaku.html' title=''/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-116683713851506125</id><published>2006-12-22T17:23:00.000-08:00</published><updated>2006-12-22T17:25:38.526-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>"Jika ada satu buku yang ingin kau baca dan buku itu belum diterbitkan, maka kaulah yang harus membuatnya." --Anonymous--&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-116683713851506125?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/116683713851506125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=116683713851506125&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/116683713851506125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/116683713851506125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2006/12/jika-ada-satu-buku-yang-ingin-kau-baca.html' title=''/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-116307682152444346</id><published>2006-11-09T04:50:00.000-08:00</published><updated>2006-11-09T04:53:41.536-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;SOMBONG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Nggak ada manusia yang demen sama orang sombong, termasuk orang sombong sendiri. Sebisa mungkin kita semua ngejauhin orang sombong supaya dia (si sombong) tau rasa kalo superior itu emang nggak disukai. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mungkin kita semua udah pernah ngerasain gimana sih orang sombong itu—menurut pribadi kita kalau sombong itu ya kayak gitu. Pernah juga nggak deket-deket sama si sombong. Dan—kalau kita punya nyali—berusaha untuk nyadarin dia dari kesombongan dan superioritasnya. Sebisa mungkin ngasih nasehat kalau sombong itu nggak baik. Bisa dijauhin temen lah, dikucilkan dari pergaulan lah, dimusuhin bla…bla…bla…&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pertanyaannya sekarang, gimana kalau temen-temen di sekitar kita ngasih cap “sombong” sama kita padahal kita nggak pernah ngerasa sombong? Atau minimalnya, kita ngerasa kalau kita nggak pernah macem-macem yang mendatangkan cap sombong bagi diri kita.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Hal ini terjadi sama gue. Entahlah, gue juga kaget ngedenger hal ini. Baru kali ini ada manusia yang bilang dengan sangat berterus terang sama gue kalau gue emang manusia sombong. Sombong banget.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan kalian harus tahu siapa manusia yang bilang gue sombong sekali. Manusia ini adalah senior gue di kampus. Terus banyak banget yang bilang. Nggak cuma satu orang. Tapi kebanyakan senior. Temen satu kelas gue nggak ada yang bilang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mungkin cap sombong gue dapet gara-gara banyak ngritik sistem ospek universitas. Gue vokal banget menyuarakan ospek tuh ortodoks, harus ada sesuatu yang baru dan diperbaharui dalam ospek dan tim pembaharu yang banci—gue nantangin mereka buat &lt;i style=""&gt;man to man&lt;/i&gt; aja kalau ada maba yang bikin kesalahan, bukan maen keroyokan sambil bentak-bentak. Banci banget, kan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Gue langsung bilangin hal ini ke panitia. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tanpa perantara tertulis sekalipun. Maksud gue nggak sombong. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena hal ini juga berdasarkan aspirasi temen-temen gue yang takut buat bilang ke panitia. Daripada dipendem terus dalam hati, mending gue keluarin aja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ketika panitia ngewajibin semua maba yang ikutan ospek supaya celana panjangnya dimasukkin aja ke kaos kaki—persis kayak dandanan zaman Napoleon dulu yang celananya nggak sampe mata kaki, tapi Cuma selutut aja karena dimasukkin ke kaos kaki—gue langsung berontak dan dengan sangat lantang bilang, ”kang itu kayak orang gila!!!”. Dengan tanpa berdosa gue bilang kayak gitu. Gue pikir itu cuma akal-akalan panitia aja. Apakah nggak ada dandanan yang lebih manusiawi? Gue mikir kayak gitu. Sebenernya masih banyak lagi instruksi dari panitia yang kerasa janggal banget. Walaupun ini ospek, gue nggak mau harkat dan martabat gue sebagai manusia diinjek-injek. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selama ospek berlangsung, gue sih fun-fun aja. Gue nggak ambil pusing sama sikap gue. Selama gue punya &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;argumen yang logis, selama itulah sikap gue. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pernah pas materi tentang motivasi, gue bersila di atas kursi. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Bukan apa-apa, gue ngerasa pegel. Makanya gue suka rubah-rubah posisi. Setelah beberapa saat, datang panitia dan negur gue kalau hal itu nggak sopan. Gue langsung turunin kaki dan bersikap seperti mahasiswa lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ketika materi tentang ekonomi syariah, gue suntuk banget. Gue punya ide. Gue minta permen karet ke temen cewek. Akhirnya gue kunyah tuh permen karet sampe materi beres. Sekali lagi bukan maksud sombong, gue cuma pengen lebih konsentrasi aja. Karena toh dengan mengunyah permen karet otak kita jadi lebih terangsang untuk berpikir. Tapi, tetep aja ada temen gue yang bilang kalau hal itu nggak sopan. Hmmm...aneh juga ya. Kadang bukti penelitian ilmiah belum tentu bisa diterima oleh norma dan perilaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Puncak dari semua itu adalah ketika jurit malam. Semua dibangunin jam satu malem sambil dibentak-bentak nggak karuan. Semua maba dikumpulin di aula. Hal ini terjadi karena panitia denger isu kalo ada maba yang bilang ospek itu basi. Mereka juga nyari maba yang nantangin pembaharu buat &lt;i style=""&gt;man to man.&lt;/i&gt;Gue deg-degan banget. Karena semua yang diomongin panitia semuanya ngarah ke gue. Dengan sangat terpaksa, gue maju dan mengklarifikasi perkataan gue di hadapan mereka. Tapi yang namanya pembaharu emang suka cari masalah. Mereka terus-terusan nyudutin gue. Dan akhirnya gue diseret ke luar terus mata gue ditutup pake syal. Badan gue diputer-puter kayak &lt;i style=""&gt;kolecer&lt;/i&gt;. Terus gue ditempatin di suatu tempat—gak tau dimana—sambil diinterogasi. Di sinilah drama yang paling menyakitkan hati. Di sinilah senior gue ngungkapin perasaannya selama ini. Perasaan yang nggak bisa ditawar-tawar lagi. Perasaan yang membuncah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Sebenernya saya &lt;i style=""&gt;respect&lt;/i&gt; sama kamu. Kamu berani, argumen kamu logis, aktif dan selalu punya cara pandang tersendiri. Tapi sayang, kamu itu sombong. Jadi, saya harap kamu bisa merubah akhlak kamu.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;SOMBONG. Dalam benak mereka, itulah representasi gue. Gue sempet kaget denger hal ini. Aneh banget. Apa orang yang berbeda dengan orang lain itu sombong? Apakah ketika orang mencoba untuk unjuk gigi dan menunjukkan kemampuan apa yang mereka miliki, pantaskah disebut sombong? Apakah sopan itu identik dengan selalu diam dan bersikap seperti layaknya kebanyakan sikap manusia lainnya yang tidak mempunyai tujuan? Lalu, apa perbedaan antara orang sombong dan orang yang punya cara pandang berbeda dalam memandang satu masalah?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku pikir mereka belum bisa ngebedain dua hal itu. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Asumsiku seperti itu. Tapi, semoga saja aku salah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku sadar bahwa dibalik muka-muka ramah mereka, terdapat juga sifat paling pengecut se-dunia. Mereka bilang sombong sama gue, tapi mereka nggak mau nunjukkin siapa diri mereka. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Ya, karena mata gue ditutup sama syal. Gue cuma bisa denger suara mereka. Kenapa ya kebanyakan orang takut untuk berkata Jujur di hadapan orang lain? Jika pun tidak secara langsung, mereka ungkapkan lewat tulisan sambil diperhalus. Kenapa nggak langsung aja?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Walaupun capek, gue tetep berusaha &lt;i style=""&gt;survive&lt;/i&gt; di tengah caci-maki panitia. Ada satu peristiwa yang konyol banget buat diinget. Pas gue adu argumen sama si kang Agung tentang kebebasan mahasiswa, dia tanya sama gue, “Kalau kamu pengen bebas kayak mahasiswa fikom Untad, kenapa nggak masuk Unpad aja? Kenapa ke Unisba?”. Tiba-tiba ada panitia cewek yang bilang, “Alaaah, anak kayak gini paling-paling SPMB-nya nggak lulus”. Denger kayak gini, gue nggak tarima. Gue berontak! Langsung aja gue ladenin tuh panitia. “Maaf, saya termasuk golongan lulus SPMB. Saya keterima di Unpad. Tapi karena berbagai faktor saya lebih memilih Unisba daripada Unpad”. FYI, gue ngomongin ini dengan suara keras. Gue pengen nunjukkin ke semua maba kalau gue emang lulus SPMB. Terserah deh disebut sombong juga. Karena yang lebih pantas disebut g*bl*k adalah si panitia cewek tadi yang berusaha nurunin harga diri gue di depan semua maba. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ngedenger fakta kalo gue lulus SPMB, si panitia cewek langsung diem. Dia nggak berani lagi berurusan sama gue. Dia berusaha untuk nutupin mukanya yang udah terlanjur malu. Kalo dalam istilah sepak bola sih disebut &lt;i style=""&gt;counter attack&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gimana? Masih parno kalo disebut sombong? Aku pikir sombong itu ketika seseorang merasa superior dan tidak dapat mengendalikannya. So, kalo kita punya sesuatu yang mesti diperjuangkan, teruslah berjuang. Jangan sampe diinjek-injek sama orang, sekaliapun itu orang yang lebih tua dari kita. Kadang orang yang berbeda itu punya pengalaman hebat yang lain dengan orang biasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-116307682152444346?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/116307682152444346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=116307682152444346&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/116307682152444346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/116307682152444346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2006/11/sombong-nggak-ada-manusia-yang-demen.html' title=''/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-116263561957546580</id><published>2006-11-04T02:15:00.000-08:00</published><updated>2006-11-04T02:20:19.586-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AMERICAN F**CK SOCIETY (AFS)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt; Sebelumnya, gue mau minta maaf sama pihak AFS (American Field Society) atas dimuatnya tulisan ini di blog gue. Juga kepada temen-temen yang pernah ngerasain fasilitas beasiswa yang dikasih sama AFS selama di luar negeri sana. Gue nggak ada maksud buat stereotip sama organisasi ini. Gue Cuma mau ngasih kritik konstruktif. Itu aja, gak lebih kok.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt; Nggak tau kenapa malem ini gue (ujug-ujug) kepikiran lagi peristiwa beberapa tahun silam waktu di DA. Tepatnya waktu gue kelas 1 SMA. Ya sekitar tahun 2004 gitu, deh. FYI, peristiwa ini sangat menyakitkan bagi gue dan sobat deket gue. Sedangkan buat yang lain, ini adalah kemenangan besar. Mau tau peristiwa apa? Gue sama sobat gue nggak lulus tes AFS buat go abroad overseas to US selama setahun.&lt;br /&gt; Rasanya sakit banget deh denger gue sama sobat deket gue (dua-duanya katanya pinter. Tapi emang bener sih he..he..narsis) nggak lulus. Dan yang lebih menyakitkan lagi, gue dan dia nggak dapet surat keterangan lulus atau nggak dari AFS. Jadi status lulus atau nggaknya gue dan dia masih dipertanyakan. Mungkin gue nggak lulus. Tapi siapa tau aja ada sesuatu yang bikin surat keterangan itu nggak nyampe ke tangan gue dan sobat gue. Masak sih temen-temen yang lain udah pada kebagian surat lulus dan nggak lulus tapi kita berdua belum? Aneh banget, kan?&lt;br /&gt; “Zak, kamu udah dapet surat dari AFS belum?” Gue cuma bisa bengong sambil ngebuletin bibir ngebentuk huruf “O”. Gue malah balik tanya, “Lho, emangnya udah ada pengumuman lulus/ gak lulusnya gitu?” ya, itulah gue yang telat info. Lebih tepatnya, telat info gara-gara pihak AFS gak mau ngasih tau apakah gue lulus ato nggak.&lt;br /&gt; Gue sama sobat gue udah deg-degan. Pokoknya H2C banget, deh. Gue sama dia saling merendah. “Bir, gue yakin pasti lo yang bakal go abroad ke USA.” Gue ngeyakinin dia. Tapi dia juga bilang, “Gue mah nggak mungkin bakal ke US. Lo Zak yang lebih pantes. Gue yakin lo bakal ke US.” Namun ternyata fakta berbicara lain. Gue sama dia nggak dapet surat. Otomatis gue ataupun dia nggak ada yang berangkat ke Amrik. Gue sama dia tetep tinggal sebagai warga negara USA (Urang Sunda Asli) di Garut.&lt;br /&gt; ’Lho kok? Ada apa dengan semua ini? Kenapa peristiwa ganjil ini terjadi sama gue? Kenapa nggak sama orang lain aja? Toh gue lebih baik daripada mereka?’ Mungkin itulah sumpah-serapah gue waktu itu. Sumpah, gue kesel banget terutama surat keterangan yang nggak nyampe-nyampe. Kemana sih tuh surat? Gue sempet hubungin mbak Elsa (salah satu panitia penyelenggara AFS) dan nanyain masalah kenapa surat gue nggak nyampe-nyampe. Tapi apa jawabannya? Dia jawab kayak gini: ”Mmm...surat yang mana ya?”. Kurang ajar banget nggak sih tuh jawaban? Heran deh!!! Panitia tapi nggak tau. Sempet juga gue tanyain sama beberapa orang aparatur pondok. Dan jawaban mereka kurang memuaskan. Bahkan sepertinya ada beberapa guru dan aparatur pondok yang (kayaknya) seneng banget gue sama sobat gue nggak lulus. Ada apa dengan semua ini, hah?&lt;br /&gt; Setelah jadi detektif untuk beberapa hari dan nguping beberapa tanggapan miring, ternyata gue sama sobat gue emang sengaja nggak dilulusin ke tes selanjutnya, tepatnya tes di Jakarta. Gue masih belum percaya sama gosip miring ini. Namun, setelah beberapa kali rapat ”PKI” di sebuah tempat bersama beberapa guru yang tahu tentang permasalahan ini, gue pasrah. Gue pasrah masa depan dan impian gue buat ke luar negeri hancur. Gue nggak bisa apa-apa lagi selain ngegugat dan bersama-sama pihak yang dirugikan melakukan advokasi dan sedikit provokasi sama pihak pondok. Gue nuntut hak gue! Gue nuntut hak buat ngedapetin informasi apakah gue lulus ato nggak! Gue berhak atas itu! Cuma itu yang gue mau.&lt;br /&gt; Mungkin, kalo di novel-novel berat karangan penulis luar negeri, gue namain peristiwa ini dengan ” konspirasi jahat Darul Arqam”. Ya, sebagus-bagusnya sekolah gue pasti punya noda hitam yang sulit buat dihapus. Dan salah satu noda itu adalah peristiwa ini.&lt;br /&gt; Entahlah. Perlahan persoalan itu menguap begitu saja. Seakan tidak ada apa-apa antara gue, pondok sama AFS sendiri. Gue terus nuntut hak gue. Pondok seolah mencoba untuk tidak menyinggung soal gue dan sobat gue. Sedangkan AFS sendiri seakan tidak mau tahu. Mereka Cuma mau ngurusin anak-anak yang udah lolos seleksi ke Jakarta. Titik. Persoalan gue sama sobat gue itu masalah lain. Bahkan mungkin itu bukan satu masalah sama sekali.&lt;br /&gt; Walaupun gue nggak lulus, gue bisa terima kok. Asalkan ada bukti tertulis yang nyatain kalo gue emang bener-bener nggak LULUS! Tapi kalo kenyataannya kayak gini gue nggak terima! Enak aja, gue udah capek-capek fotokopi ini-itu, legalisir raport, foto buat persyaratan, bolak-balik Bandung - Garut, ngerepotin ibu gue yang lagi kerja supaya nge-faks dokumen inlah-itulah, nyusahin babeh gue yang lagi sakit supaya datang ke JLCC buat ngasihin raport sama gue walau akhirnya babeh marah-marah karena gue nggak nemuin dia, telefon panitia dan segala pengorbanan besar yang udah gue lakuin selama itu. Dan hasil dari semua itu…apa coba? Gue nggak dapet apa-apa selain capek hate dan capek gawe bari jeung teu kapake! Gue ngerasa semua itu nggak ada artinya. Gue ngerasa jadi korban penipuan sebuah organisasi besar berskala internasional.&lt;br /&gt; Sempet juga depresi karena peristiwa ini. Lo semua bayangin deh orang yang udah yakin bakal dapet BMW tiba-tiba ada kabar kalo dia gagal dapetin tuh mobil hanya karena pemerintah ngelarang kita (orang kecil) nggak layak jadi kaya. Lucu banget kan? Sistem kasta dibawa-bawa. Gue juga sempet frustasi dan nggak berani lagi buat hidup. Rasanya jadi orang kalah tuh lebih hina dari binatang sekalipun! Yang gue rasa sih kayak gitu. Semenjak peristiwa itu, gue nggak mau terlalu percaya sama orang walaupun itu temen-temen di sekitar gue. Gue anggap semuanya sebagai pengkhianat.&lt;br /&gt; Krisis kepercayaan ini berlangsung sekitar satu tahun. Diitung dari pertengahan kelas 1 sampe kelas 2 SMA. Masa-masa ini adalah masa sulit buat gue. Gue nggak punya semangat hidup. Rasanya dunia ini gelap banget. Sobat gue apalagi. Pokoknya kita berdua ibarat orgil (orang gila) sekolahan. Ya, orang gila tapi sekolah seperti kebanyakan orang waras. Aneh, kan?&lt;br /&gt; Kalau orang-orang ditanya, ”apakah kamu pernah ngalamin jatuh, dicuekin, depresi, stress dan nggak berguna?” Rata-rata mereka jawab: pernah. Tapi kalo gue yang ditanya kayak gitu, gue jawab: SERING. Ya, gue sering banget stress, like breaking down, feel out of place, dicuekin dan hal-hal yang nyakitin banget buat diri gue. Dan ini terjadi waktu gue gagal dapetin beasiswa AFS. Gue serasa jadi alien. Dan orang nganggap rendah gue.&lt;br /&gt; Tapi tenang aja, sekarang gue udah normal kok. Gue udah kembali jadi manusia normal seutuhnya walaupun kadang rada aneh. Wajarlah, aneh itu karakter gue. Gue ngucapin makasih banget buat someone special yang udah nyadarin gue dari tidur panjang itu. Dia juga udah mau dengerin keluhan-keluhan orang aneh ha..ha.. Tanpa dia, mungkin gue bakal lebih lama lagi jadi orang gila di Sekolahan. Makasih banget Sweety, Chubby and Smarty. Dan gue nggak bakal bisa lupain dia sampe kapan pun.&lt;br /&gt; Balik lagi ke masalah skandal AFS. Tahun sekarang (2006) AFS masih juga ngadain penyelenggaraan beasiswa di sekolah gue. Seperti biasa, ada dua orang perwakilan yang dikirim ke USA, satu cewek dan satunya lagi cowok.  Namun, apakah tidak ada sesuatu yang ganjil untuk tahun ini? Itulah pertanyaan yang tepat untuk diajukan.&lt;br /&gt; Ternyata, organisasi sebesar AFS tidak pernah luput dari kesalahan. Lebih tepatnya kesalahan fatal. Tahun ini yang berangkat ke USA Cuma satu orang. Yang cewek jadi ke Amrik sedangkan yang cowok batal. Alasannya simpel aja, karena di Amrik nggak ada lagi orang yang mau jadi orang tua angkat buat si cowok buat homestay selama satu tahun. Dan parahnya lagi, surat pembatalan dari pihak AFS dilakukan secara sepihak. Suratnya langsung dikasihin ke cowok yang bersangkutan tanpa ada tembusan ke pondok. Gelo banget kan? Organisasi sebesar ini nggak tau aturan administrasi surat-menyurat.&lt;br /&gt; Rencananya sih AFS mo ngasih kompensasi buat si cowok yang nggak jadi ke US. Kompensasinya yaitu dia boleh pergi ke Jepang selama satu bulan. Semua biaya ditanggung AFS. Ya, lumayan lah...daripada gue he..he...&lt;br /&gt; Buat AFS, gue saranin supaya lebih bijak lagi. Jangan sampe ada kepentingan-kepentingan dibalik semua program yang diajukan. Cukup deh gue sama sobat gue aja yang ngerasain pengalaman pahit ikutan program ini. Jangan sampe adik kelas gue ikutan ngalamin. Sorry kalo gue bilang AFS tuh sebagai American F**ck Society. Gue rasa istilah ini cocok banget deh buat organisasi bikinan orang Amrik. So, be a professional key….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-116263561957546580?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/116263561957546580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=116263561957546580&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/116263561957546580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/116263561957546580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2006/11/american-fck-society-afs-sebelumnya.html' title=''/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-115725658900210785</id><published>2006-09-02T21:07:00.000-07:00</published><updated>2006-09-02T21:09:49.016-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Sebuah Perjalanan Kecil&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;28 Agustus 2006   &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="fi-FI"&gt;Hari ini jadwal service motor untuk yang kedua kalinya. Aku pilih dealer yang di Asia-Afrika aja deh. Soalnya belum pernah ngerasain di sana. Selain itu, tempat tunggu dan bengkel service juga terpisah. Sehingga kita nggak kena polusi di dalem ruangan. Lumayan lama sih nunggu giliran.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Setelah menunggu untuk beberapa lama, aku memutuskan pulang ke rumah daripada menunggu selesai servis. Aku rasa ini momen yang tepat—bisa disebut penyadaran—untuk nostalgia di masa-masa aku tidak punya kendaraan. Hmmm...ternyata aku sangat rindu angkot. Aku rindu suasana berdesak-desakan di angkot, ibu-ibu yang nge-gosip, anak sekolah yang mau berngkat sekolah, pengamen—sebut saja grup band—yang selalu up to date ngebawain lagu-lagu di perempatan jalan dan tentu saja aku kangen berat sama acara ngetem angkot. Fiuh,,,bener-bener aku rindu. Aku sadar itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Biasanya, ketika terbiasa naik angkot atau bus kota, aku selalu membayangkan asyiknya ngobrol bareng pacar. Aku selalu berharap suatu saat nanti ada seseorang yang selalu menemaniku—tentunya seorang wanita—kemanapun aku pergi. Tentunya naik kendaraan umum, bukan naik kendaraan pribadi. Sungguh, aku merindukan momen seperti ini. Sayangnya aku lagi jomblo heu...heu...(promosi yeuh!!!)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Tapi saat ini, ingatan itu semuanya pudar. Aku melupakan hal-hal itu dan terhanyut oleh suasana bus kota dan pemandangan kota Bandung sendiri. Entahlah, semuanya terasa berbeda dan sangat indah. Aku menikmati suasana ini dengan penuh rasa rindu. Bus kota, angkot, ojeg....Im coming!!! &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Pukul 14.00 aku berangkat ke dealer naik bus DAMRI. Kebayang dong suasana sumpek, bau berbagai macam aroma wangi duniawi—mungkin juga surgawi—beraneka rasa. Semuanya tersedia bau-bauan di bus ini. Kita tinggal pilih bau mana saja—bau atau sangat bau. Tak beberapa lama datanglah para pedagang asongan menawarkan beberapa produk unggulan mereka. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Diantaranya ada donat mirip dunkin donut. Kata si pedagang donat yang ia jual dibuat oleh mantan karyawan dunkin. Hmmm...hebat juga &lt;i&gt;lip service&lt;/i&gt;-nya. Selain itu ada juga anak kecil yang berjualan. Anak itu sangat menyedihkan untuk dilihat oleh semua orang. Bajunya lusuh, kulitnya diolesi debu jalanan, wajahnya nampak bersinar kehitaman, alas kakinya kulit. Aku tak mau menyebutnya gelandangan atau anak jalanan karena aku sadar kalau dia juga ternyata sedang berjualan. Dia sedang menjual kesedihan, menjual nasib buruk dirinya sehingga menuntut belas kasihan dari kita semua untuk memberi sedikit harta. Dia menjual sesuatu. Dan berharap kita membelinya dengan beberapa recehan—itu pun kalau kita ikhlas. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;Selang beberapa waktu, datanglah seorang pemuda sambil membawa gitar. Ah, pasti juga tukang ngamen—pikirku. Jreng...jreng...dan gitar mulai dimainkan. Waw, alangkah terkejutnya aku. Dia menyanyikan lagu barat yang aku sendiri tidak tahu lirik, judul dan penyanyinya. Hebat!!! Ini namanya tukang ngamen melek globalisasi.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Kalau dibandingkan dengan bus Mios jurusan Bandung-Garut, pengamen bus Damri lebih kreatif daripada bus Mios. Di bus Mios semua penumpang hanya disuguhi lagu dangdut dengan kunci gitar yang itu-itu saja. Nadanya pun nggak ada perubahan. Selalu saja yang itu. Sedangkan di Damri, aku serasa dengerin MTV. Lagunya up to date. Kalau pun nggak, pengamen pasti lebih tahu selera pendengar. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" lang="sv-SE"&gt;Andai saja aku bawa receh waktu itu, pasti sudah kukasih dia 5 keping uang logam pecahan seratus rupiah. Nyanyinya enak banget. Bikin gue merem-merem melek heu...heu...&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Perjalanan ini sangat mengasyikkan walaupun hanya sebentar. Selain mengobati rasa rinduku terhadap angkot dan bus kota, aku bisa belajar untuk menyelami dalamnya makna hidup ini. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Andai nasibku seperti mereka di jalanan, belum tentu aku bisa sebebas ini. &lt;/span&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Mungkin aku akan sama seperti mereka. Dicaci, dihina, nggak makan satu atau dua hari, tawuran, jadi sampah masyarakat dan hal-hal mengerikan lainnya. Aku nggak bisa bayangin kalo aku suatu hari nanti jadi gelandangan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Yang penting sekarang harus persiapan jika suatu hari jadi gelandangan. Sekarang (mungkin. Semoga saja nggak) kita yang hidup enak adalah calon-calon gelandangan masa depan. Ingat itu!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-115725658900210785?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/115725658900210785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=115725658900210785&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/115725658900210785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/115725658900210785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2006/09/sebuah-perjalanan-kecil-28-agustus.html' title=''/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-115599606931298365</id><published>2006-08-19T06:59:00.000-07:00</published><updated>2006-08-19T07:01:09.316-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KADANG MUNAFIK ITU PERLU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;M ZAKKY R &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Munafik. Siapa di dunia ini yang tidak membenci kata itu? Munafik, bagaimana pun bentuknya kerap kali dibenci. Entah kenapa. Mungkin karena munafik itu pengecut, oportunis, bermuka dua dan lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak ada seorang pun manusia yang bercita-cita menjadi orang munafik. Semua ingin menjadi orang sukses. Namun dalam kenyataannya, manusia sering kali menggunakan kemunafikan. Dan percaya atau tidak, munafik telah banyak membantu manusia di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rea : Hai, kemana aja sih? Udah lama gak ketemu. Gimana kabarnya?&lt;br /&gt;Aya : Alhamdulillah baik. Aku sibuk sama urusan kuliah.&lt;br /&gt;Rea : Ooo…ngomong-ngomong udah nonton film baru, belom?&lt;br /&gt;Aya : Film apa?&lt;br /&gt;Rea : Film yang hot. Mmm…semisal Gadis Dago gitu.&lt;br /&gt;Aya : Oh, sorry. Aku nggak mau nonton.&lt;br /&gt;Rea : Lho,kok? Jangan munafik deh. Kalo kamu suka jangan bilang nggak suka.&lt;br /&gt;Aya : Aku cuma bilang nggak mau, bukan berarti aku nggak minat.&lt;br /&gt;Rea : Apa bedanya?&lt;br /&gt;Aya : Sex itu kebutuhan pokok setiap orang. Aku pun bakal melakukannya satu saat nanti, yang pasti bukan sekarang. Aku Cuma bilang kalau aku nggak mau nonton film seperti itu, untuk saat ini.&lt;br /&gt;Rea : Berarti, suatu saat kau akan menonton film porno?&lt;br /&gt;Aya : Ya, tepat sekali. Aku akan menyaksikannya dalam bentuk yang sangat nyata. Bukan lagi di layar televisi, komputer atau HP. Akan tetapi secara live di depan mataku sendiri. Karena yang kulihat dan kutonton adalah istriku sendiri!&lt;br /&gt;Rea : Wow, mengagumkan sekali. Aku suka bahasamu. Seperti yang kau tahu, kita ini adalah remaja yang belum dewasa. Lebih tepatnya kita berdua adalah manusia labil. Apa kau tak pernah tahu bagaimana labilnya manusia seperti kita?&lt;br /&gt;Aya : Aku tahu. Aku pun sadar kalau aku adalah manusia labil. Mungkin suatu saat aku akanmengingkari ucapanku tadi. Tapi, siapa yang bisa menentukan? Untuk urusan 17+ aku tak mau mengorbankan masa depanku. Apalagi masalah sex.&lt;br /&gt;Rea : Oya? Bukankah sesuatu yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian itu sendiri? Ucapanmu tidak dapat aku pastikan. Aku pikir kau akan mengingkari ucapanmu, cepat atau lambat.&lt;br /&gt;Aya : Bisa kau jelaskan?&lt;br /&gt;Rea : Begini, hal-hal yang kau bicarakan tadi adalah teori hitam-putih. Dimana hitam dianggap jahat dan putih dianggap baik. Kau mengatakan—tentunya secara tersirat—kalau sex itu mengotori pikiran remajamu. Seolah-olah sex itu hanya milik orang dewasa saja, dan kita tidak berhak. Aku ingin bertanya padamu tantang satu hal yang sangat pribadi. Apakah kau sepenuhnya tidak pernah melakukan hal-hal yang berhubungan dengan sex? Satu permintaanku: jawab dengan jujur.&lt;br /&gt;Aya : Maksudmu?&lt;br /&gt;Rea : Membaca artikel sex sendirian tanpa diketahui orang lain, menonton film porno sendirian, websex, atau bahkan kau melakukan…&lt;br /&gt;Aya : Aku mengerti! Jadi yang kau maksudkan itu adalah aku melakukan hal-hal “tanda kutip” sendirian, begitu?&lt;br /&gt;Rea : Pertanyaanmu terlalu polos untuk ukuran seorang remaja. Aku hanya bisa katakan kalau hal itu adalah yang kumaksud.&lt;br /&gt;Aya : Dengan kata lain, kau ingin aku berkata jujur secara pribadi, bukan?&lt;br /&gt;Rea : Aku pikir pikiranmu terlalu parsial—memisahkan pribadi dan masyarakat. Bukankah pribadimu mencerminkan siapa kau sebenarnya?&lt;br /&gt;Aya : Baiklah. Namun pertanyaanmu terlalu menyimpang dari konteks.&lt;br /&gt;Rea : Maka dari itu, segera buka kedok munafikmu!&lt;br /&gt;Aya : Untuk apa? Pentingkah?&lt;br /&gt;Rea : Kadang teori tak sesuai dengan kenyataan. Kadang ucapanmu belum tentu benar 100%. Jadi, banyak celah untuk melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilanggar.&lt;br /&gt;Aya : Apa aku harus membeberkan sitat burukku di hadapanmu? Apa untungnya? Mungkin kau puas ketika semua sifat burukku terbongkar, dan kau menang. Setelah itu…apa lagi?&lt;br /&gt;Rea : Itu saja. Aku hanya ingin kau tidak menjadi orang munafik. Hanya itu.&lt;br /&gt;Aya : Kau harus tahu kalau sampah itu harus kita tampung di satu tempat yang jauh dari keramaian. Sama, kesalahanku juga harus kusimpan dan jangan sampai orang lain mengetahui—semua orang pun selalu begini. Karena jika kukeluarkan akan menimbulkan “bau tak sedap” yang memungkinkan orang-orang menjauhiku. Bukankah kau juga begitu?&lt;br /&gt;Rea : Namun aku tidak sepertimu!&lt;br /&gt;Aya : Ya, kita tidak sama dan tidak akan pernah sama. Tapi, sifat dasar kita sebagai manusia adalah sama.&lt;br /&gt;Rea : Namun aku bukan kau!&lt;br /&gt;Aya : Secara tidak langsung, kata-katamu menunjukkan kalau kau tidak mau mengakui kenyataan yang memang sudah nyata. Kau harus tahu satu prinsip manusia: Munafik itu perlu.&lt;br /&gt;Rea : Aku benci orang munafik!!!&lt;br /&gt;Aya : Tapi kau juga munafik!&lt;br /&gt;Rea : Bisa kau buktikan???&lt;br /&gt;Aya : Tak kubuktikan pun hal itu sudah terbukti. Kenapa kau tidak ambil saja HP seri terbaru milik ayahmu? Bukankah kau menginginkannya?&lt;br /&gt;Rea : Itu pencurian namanya.&lt;br /&gt;Aya : Itu bukan pencurian. Itu adalah sifat pengecut dengan segala kemunafikan yang kau punya. Kalau kau memang suka sex, kenapa tak kau lakukan saja dengan wanita mana pun dan dimana pun tempatnya. Kenapa kau hanya berani nonton film porno saja? Kenapa tak kau ajak adikmu untuk tidur bersamamu? Bukankah dia cantik dan menggairahkan untuk laki-laki normal sepertimu?&lt;br /&gt;Rea : ……[diam]&lt;br /&gt;Aya : Kala kau beranggapan semua kemunafikan manusia itu adalah sampah, kau salah besar! Karena kau juga munafik dengan segala ketidakberanianmu. Manusia butuh munafik untuk menjaga diri dari hal-hal yang dia pikir beresiko tinggi jika dikerjakan.&lt;br /&gt;Rea : ….[berpikir]&lt;br /&gt;Aya : Lihatlah, ketika kemunafikan telah dilucuti dan dibuang oleh sifat “tidak tahu malu”, banyak kejadian yang kita semua tidak inginkan. Lihatlah berita-berita kriminal di TV. Bukankah kita sering mendengar seorang ayah tega menodai anak gadisnya sendiri yang baru duduk di bangku SMP? Dengan kata lain, si ayah berkata: “Aku tidak munafik lagi. Aku memang menyukai anak gadisku dan aku ingin bercinta dengannya”. Bukankah dia telah melepaskan kemunafikannya sehingga terjadilah apa yang seharusnya [tidak] terjadi?&lt;br /&gt;Rea : …[merenung]&lt;br /&gt;Aya : Kadang…munafik itu perlu. Aku hanya berharap kau menjaga baik-baik rasa munafik di dalam hatimu. Setiap hari kau akan membutuhkannya untuk menjagamu dari hal-hal yang tak diinginkan.&lt;br /&gt;Rea : ….[masih merenung. Atau mungkin telah sadar dari perenungannya?]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setelah perdebatan panjang mengenai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;freedom, humanity&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ridiculous&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-115599606931298365?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/115599606931298365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=115599606931298365&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/115599606931298365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/115599606931298365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2006/08/kadang-munafik-itu-perlu-m-zakky-r_19.html' title=''/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31237337.post-115363005284505794</id><published>2006-07-22T21:46:00.000-07:00</published><updated>2006-07-22T21:47:32.850-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Korupsi dan Pendidikan Kita&lt;br/&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br/&gt;Oleh: M Zakky R&lt;br/&gt;&lt;/div&gt; Sudah sejak lama korupsi di negeri ini bersemayam. Dari pemerintahan orde baru  sampai orde reformasi. Bahkan jika ditinjau kembali, dari mulai zaman kolonial Belanda berkuasa, korupsi telah ada. Masih ingat dengan VOC? VOC hancur bukan karena serangan tentara Indonesia atau tantara mana pun. VOC hancur karena satu kebiasaan para pejabatnya. Ya, kebiasaan itu bernama korupsi. &lt;br/&gt; Indonesia adalah negara yang kaya. Tanahnya subur, hutannya banyak, hasil lautnya melimpah. Itu baru dari sumber daya alam hayati. Lalu bagaimana dengan sumber daya alam lainnya? Jangan pernah tanyakan hal itu. Semua orang sudah mengetahui kalau Indonesia adalah surganya sumber daya alam. Maka tak heran banyak orang asing melirik negeri ini. Entah itu hanya sekedar investasi atau bahkan intervensi. Apakah Indonesia sekarang ini masih kaya? Tentu saja. Indonesia sekarang tetap menjadi negara yang kaya, subur dan makmur. Ya, kaya dengan para koruptornya, subur dengan praktek korupsi dan makmur bagi sebagian kalangan yang berduit saja. &lt;br/&gt; Diakui atau tidak, demikianlah kenyataannya. Negara ini memang salah satu lahan tersubur untuk korupsi. Hampir semua instansi baik pemerintah maupun swasta ”akrab” dengan korupsi. Namun, bukan berarti saya ingin menjelek-jelekan negara ini—negara saya. Tidak sama sekali. Sebagai orang Indonesia, saya hanya ingin negara ini ”bersih” dari praktek korupsi. Walaupun rasanya sulit.&lt;br/&gt; Beberapa hari yang lalu, saya mendengar kasus pencabulan terhadap bocah perempuan tingkat SD. Pelakunya tak lain adalah seorang siswa tingkat SMP. Akibat kejadian itu, si bocah mengalami trauma hebat dan beban mental. Sedangkan si pelaku dimasukkan ke dalam penjara setelah babak belur dihajar warga. Perlu diingat, kejadian seperti ini sering kita lihat di TV. Namun, sepertinya ada yang ganjil. Bagaimana mungkin seorang siswa SMP melakukannya? Sedangkan materi pelajaran biologi belum sampai sejauh itu. Bahkan guru biologi juga belum pernah mengadakan (maaf) praktek hubungan intim sesama siswa. Sungguh aneh.&lt;br/&gt; Sama halnya dengan korupsi. Tidak ada satu sekolah pun di negara ini yang memberikan mata pelajaran korupsi. Justru banyak dari bidang studi yang kita pelajari malah menentang keras terhadap korupsi. Tapi mengapa produk-produk sekolah yang dihasilkan justru sangat ahli di bidang korupsi? Kontras sekali dengan buku PPKN yang mengharuskan kepada setiap pelajar agar menjunjung tinggi keadilan dan kebenaran.&lt;br/&gt; Perlu diingat juga bahwa para koruptor yang telah terbukti bersalah adalah orang-orang dengan tingkat pendidikan tinggi. Dengan kata lain,  mereka tahu mana baik  dan mana buruk. Atau, kalaupun tidak, minimalnya ia seorang pejabat. Atau bahkan ia merangkap sebagai orang berpendidikan tinggi sekaligus pejabat. Sehingga mudah untuk memanfaatkan berbagai fasilitas serta menyalahgunakan kekuasaan publik yang diwakilkan kepadanya. Hal ini benar dan memang terbukti. &lt;br/&gt;  Jika melihat fakta seperti ini, apakah harus dibuat semacam kurikulum pendidikan antikorupsi? Perlukah sekolah-sekolah menambah bidang studi yaitu mata pelajaran antikorupsi? Saya pikir tidak usah. Bahkan tidak perlu sama sekali.&lt;br/&gt; Ketika bangsa ini khawatir akan pengaruh pergaulan bebas dan maraknya prostitusi, muncul satu solusi bernama sex education atau pendidikan sex. Berisi informasi dan penjelasan yang benar seputar masalah sex. Namun banyak terjadi kesalahpahaman dalam menafsirkan apa sebenarnya sex education itu. Sama halnya dengan urusan korupsi. Untuk masalah korupsi, bangsa ini memang bangsa korup. Namun tidak seharusnya hal semacam ini dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan kita. Karena sebenarnya beberapa mata pelajaran di sekolah pun telah mengajarkan nilai-nilai keadilan, kebenaran dan lain sebagainya. Secara otomatis, para pelajar tentu telah bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk, termasuk dalam urusan korupsi. &lt;br/&gt; Selain itu, sistem UAN—Ujian Akhir Nasional—yang cenderung menitikberatkan pada hasil ada baiknya dirubah. Karena siswa akan berpikir bagaimana caranya lulus daripada memikirkan proses pembelajaran selama beberapa tahun di bangku sekolah. Hal ini memancing setiap siswa untuk berpikir instan sehingga ada kecenderungan  menghalalkan berbagai cara.&lt;br/&gt; Intinya, masalah korupsi di negara ini tidak lepas dari mutu dan sistem pendidikan itu sendiri. Semakin baik mutu dan sistemnya, maka kemungkinan besar korupsi dapat diminimalisir. Akan tetapi, jika mutu dan sistemnya buruk, kemungkinan besar korupsi dapat tumbuh subur walaupun tidak kita inginkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31237337-115363005284505794?l=globalizacktion.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://globalizacktion.blogspot.com/feeds/115363005284505794/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31237337&amp;postID=115363005284505794&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/115363005284505794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31237337/posts/default/115363005284505794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://globalizacktion.blogspot.com/2006/07/korupsi-dan-pendidikan-kitaoleh-m.html' title=''/><author><name>Zakky Rafany</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04840792377722126778</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp2.blogger.com/_l26S89Jbzok/R52yL50kuHI/AAAAAAAAACY/odYkgdJQOVk/S220/DSC03906.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
